Perkuat Karakter Religius Siswa, SMPN 1 Pamekasan Dirikan Pesantren Nurul Aziz di Lingkungan Sekolah

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah santri Nurul Aziz SMPN 1 Pamekasan bersama-sama membaca surat Al-Waqiah. (ISTIMEWA)

Sejumlah santri Nurul Aziz SMPN 1 Pamekasan bersama-sama membaca surat Al-Waqiah. (ISTIMEWA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekolah terus dilakukan dengan berbagai inovasi. Salah satunya dilakukan SMPN 1 Pamekasan yang memilih langkah progresif dengan mendirikan pesantren di dalam lingkungan sekolah. Pesantren tersebut diberi nama Nurul Aziz.

Kepala SMPN 1 Pamekasan, Jamil, menegaskan bahwa keberadaan pesantren menjadi bagian dari upaya serius sekolah dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak dan memiliki pondasi religius yang kuat.

Menurutnya, perkembangan zaman yang begitu cepat membawa dampak signifikan terhadap perilaku remaja. Karena itu, diperlukan ruang pembinaan yang lebih intensif agar siswa tetap berada pada jalur positif.

“Zaman sekarang ini perubahannya sangat cepat. Kami ingin siswa memiliki lebih banyak kegiatan positif, salah satunya melalui pesantren ini,” ujarnya.

Baca juga :  82 Warga Pemekasan Terjangkit HIV/AIDS, Penularan Diduga Akibat Hubungan Sesama Jenis

Sekolah yang berlokasi di Jalan Abdul Aziz, Kelurahan Jungcangcang itu menjadikan pendidikan agama sebagai prioritas.

Jamil menilai, pembelajaran agama di kelas formal yang hanya berlangsung sekitar tiga jam belum cukup memberikan bekal yang maksimal.

“Kalau hanya mengandalkan jam pelajaran di kelas, tentu sangat terbatas. Maka kami hadirkan pesantren sebagai penguatan,” imbuhnya.

Menariknya, SMPN 1 Pamekasan menjadi satu-satunya sekolah negeri tingkat SMP di Kabupaten Pamekasan yang memiliki pesantren di dalam lingkungan sekolah.

Saat ini, tercatat sebanyak 22 siswa laki-laki dari berbagai tingkatan telah menjadi santri.
Berbagai aktivitas keagamaan dijalankan secara rutin.

Mulai dari salat berjamaah, salat tahajud, salat duha sebelum kegiatan belajar, hingga tilawah dan tahfidz Al-Qur’an.
Dukungan dari wali murid pun mengalir deras.

Baca juga :  Teken MoU dengan Kejati Jatim, Bupati Fauzi Tegaskan Sumenep Siap Jadi Contoh Penerapan Restorative Justice

Bahkan, pihak sekolah mengaku mulai melihat perubahan positif dari para siswa, terutama dalam perilaku mereka di lingkungan keluarga.

“Alhamdulillah, orang tua sangat mendukung. Kami juga melihat ada perubahan sikap yang lebih baik ketika mereka di rumah,” jelasnya.

Pesantren yang diberi nama Nurul Aziz itu telah berdiri sejak dua tahun lalu. Dalam pengelolaannya, SMPN 1 Pamekasan menggandeng Pondok Pesantren Nurul Quran Pamekasan.

Kerja sama tersebut menghadirkan sistem pembinaan yang terarah, termasuk dalam hal tenaga pengajar. Pesantren ini diasuh oleh Kyai Dr. Buna’i bersama para ustadz yang kompeten di bidangnya.

Baca juga :  Dokter Maksimal Buka Praktik di Tiga Tempat, Jika Melanggar SIP Bisa Dicabut

Dengan demikian, sanad keilmuan para santri tetap terjaga. Pengajaran pun disesuaikan dengan bidang keahlian masing-masing, baik dalam tahfidz maupun kajian keislaman lainnya.

“Kami tidak main-main dalam mengelola pesantren ini. Semua disiapkan secara serius agar siswa benar-benar mendapatkan ilmu agama yang baik,” tegas Jamil.

Ke depan, pihak sekolah berharap jumlah santri terus bertambah dan kualitas pembinaan semakin meningkat. Harapannya, para siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki bekal spiritual yang kuat untuk kehidupan bermasyarakat.

“Semoga ke depan semakin berkembang dan memberi manfaat, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga orang tua dan masyarakat,” tandasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Disdikbud Pamekasan Matangkan SPMB, SMPN Favorit Tetap Dibanjiri Peminat
Pemkab Pamekasan Kucurkan Dana Rp2 Miliar untuk UMKM, Bupati: Tak Boleh Ada Usaha Rakyat Terlantar
Tak Henti Tebar Kebaikan, BIP Foundation Santuni 2.000 Warga Berkebutuhan Khusus
Curi Motor di Pamekasan, Pemuda Asal Malang Nyaris Dimassa
Rela Tempuh Jarak 16 Kilometer, Siswa SMAN 1 Waru Antusias Ikuti BTS Klik Madura
Puluhan Siswa SMAN 1 Pakong Serius Dalami Ilmu Jurnalistik hingga Public Speaking
Dinkes Pamekasan Selidiki Kasus Kematian Ibu di PMB Kowel, Libatkan Sejumlah Pihak
SMAN 3 Pamekasan Sambut Antusias Kegiatan BTS Klik Madura

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 13:18 WIB

Perkuat Karakter Religius Siswa, SMPN 1 Pamekasan Dirikan Pesantren Nurul Aziz di Lingkungan Sekolah

Senin, 27 April 2026 - 11:42 WIB

Disdikbud Pamekasan Matangkan SPMB, SMPN Favorit Tetap Dibanjiri Peminat

Senin, 27 April 2026 - 10:45 WIB

Pemkab Pamekasan Kucurkan Dana Rp2 Miliar untuk UMKM, Bupati: Tak Boleh Ada Usaha Rakyat Terlantar

Minggu, 26 April 2026 - 11:49 WIB

Tak Henti Tebar Kebaikan, BIP Foundation Santuni 2.000 Warga Berkebutuhan Khusus

Minggu, 26 April 2026 - 02:21 WIB

Curi Motor di Pamekasan, Pemuda Asal Malang Nyaris Dimassa

Berita Terbaru