Terkendala Lahan, 11 Gerai KDKMP di Pamekasan Belum Bisa Dibangun

- Jurnalis

Kamis, 25 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses pembangunan KDMP Desa Panempan, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

Proses pembangunan KDMP Desa Panempan, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di sejumlah wilayah Kabupaten Pamekasan terus berjalan. Namun, dari total 189 KDKMP yang direncanakan, sebanyak 11 koperasi belum dapat dibangun karena terkendala ketersediaan lahan.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan, Ahmad Sjaifudin, menjelaskan bahwa lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan gerai KDKMP memiliki ukuran standar sekitar 2×60 meter persegi. Selain itu, lokasi lahan harus strategis dan berada di kawasan padat penduduk.

“Gerai ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Kendalanya beragam di setiap desa atau kelurahan, mulai dari lokasi lahan yang kurang strategis hingga tidak sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan,” jelasnya.

Baca juga :  Korban Begal Payudara Apresiasi Gerak Cepat Polres Pamekasan

Sebanyak 11 desa dan kelurahan yang masih terkendala penyediaan lahan tersebut tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Kota, Palengaan, Batumarmar, Pasean, Waru, dan Pegantenan.

Meski demikian, Ahmad menyebutkan bahwa pembangunan gerai KDKMP tetap memungkinkan dilakukan dengan memanfaatkan lahan milik pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi. Penggunaan lahan tersebut bukan melalui sistem sewa, melainkan dipinjamkan.

“Insyaallah pengerjaan ditargetkan selesai pada Maret tahun depan. Secara jujur, pembangunan fisik tidak terlalu menjadi kekhawatiran kami. Tantangan utama justru setelah pembangunan, yakni bagaimana KDKMP ini bisa terus berjalan dengan business plan yang jelas, sehingga tidak berhenti di tengah jalan, apalagi persaingannya dengan toko lain cukup ketat,” ungkapnya.

Baca juga :  Branch Manager BRI Pamekasan Berikan Dua Tips Praktis Hindari Investasi Bodong

Ia menambahkan, untuk bangunan dasar sebagian besar sudah hampir rampung. Tahapan selanjutnya meliputi pengecatan dinding, pemasangan keramik, serta penggunaan atap fabrikasi. Secara keseluruhan, progres pembangunan saat ini berkisar antara 25 hingga 30 persen.

“Harapannya, sistem pengelolaan bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing desa atau kelurahan. Perancangan usahanya harus matang dan pengelolaannya juga kuat,” pungkas Ahmad. (enk/nda)

Berita Terkait

Lindungi Modal Petani Tembakau, DKPP Pamekasan Siapkan BPP sebagai Acuan Pabrik
Empat SMAN di Pamekasan Sepi Peminat, Kuota SPMB 2026 Belum Terpenuhi
Harga Material Naik, Proyek Jalan DBHCHT Rp6 Miliar di Pamekasan Belum Dikerjakan
Penetapan 30 Siswa Baru SRMP Pamekasan Belum Final, Masih Tunggu SK Bupati
Hanya Butuh Waktu Sepekan, Satreskrim Polres Pamekasan Berhasil Ungkap 7 Kasus Pencurian
Langkah RSIA Puri Bunda Madura Angkat Rahim Ibu Muda Dinilai Tepat, Kini Pasien dan Bayi Kembali Sehat
Pemkab Pamekasan Perkuat Peran Perbankan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Realisasi Program Kampung Nelayan di Pamekasan Tak Jelas, Pemkab Berdalih Tunggu Kepastian Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:12 WIB

Lindungi Modal Petani Tembakau, DKPP Pamekasan Siapkan BPP sebagai Acuan Pabrik

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:10 WIB

Empat SMAN di Pamekasan Sepi Peminat, Kuota SPMB 2026 Belum Terpenuhi

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:41 WIB

Harga Material Naik, Proyek Jalan DBHCHT Rp6 Miliar di Pamekasan Belum Dikerjakan

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:22 WIB

Hanya Butuh Waktu Sepekan, Satreskrim Polres Pamekasan Berhasil Ungkap 7 Kasus Pencurian

Senin, 29 Juni 2026 - 14:38 WIB

Langkah RSIA Puri Bunda Madura Angkat Rahim Ibu Muda Dinilai Tepat, Kini Pasien dan Bayi Kembali Sehat

Berita Terbaru