Mahasiswa KKN Posko 5 UIN Madura Digitalisasi Data Kelompok Tani Desa Madulang Sampang

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 5 UIN Madura. (KLIKMADURA)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 5 UIN Madura. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 5 UIN Madura menghadirkan program digitalisasi pendataan kelompok tani (poktan) di Desa Madulang, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang.

Program tersebut digagas setelah mahasiswa menemukan persoalan dalam pengelolaan data administrasi poktan melalui observasi dan koordinasi bersama perangkat desa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta pengurus kelompok tani.

Persoalan itu berkaitan dengan data anggota poktan periode 2025–2026 yang tidak lagi tersedia karena hilang. Kondisi tersebut membuat proses verifikasi data calon penerima pupuk bersubsidi terkendala sehingga pembaruan data anggota tidak dapat dilakukan secara optimal.

Dampaknya, sejumlah petani berpotensi tidak memperoleh haknya untuk diusulkan sebagai penerima pupuk bersubsidi karena nama mereka tidak tercantum dalam data. Selain itu, terdapat pula data yang sudah tidak sesuai, seperti perubahan luas lahan yang belum diperbarui.

Ketua KKN Posko 5 UIN Madura Abd. Latif Fikry Affan mengatakan, persoalan tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa menginisiasi program digitalisasi data poktan.

Baca juga :  Mayoritas Dapur MBG di Sampang Belum Bersertifikat Halal, Pemkab Sebut Terkendala Tak Ada RPU Halal

“Jadi karena pendataan itu tidak jelas, sehingga beberapa petani tidak dapat diusulkan sebagai penerima karena nama mereka tidak tercantum di data tersebut. Juga ada data yang tidak sesuai seperti perubahan luas lahan yang belum pernah diperbarui,” ungkap Latif.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, mahasiswa KKN Posko 5 UIN Madura bersama perangkat desa dan pengurus poktan melakukan pendataan ulang seluruh anggota kelompok tani selama dua minggu.

Proses pendataan dilakukan melalui pengecekan kelengkapan dokumen, verifikasi identitas, serta pencocokan informasi berdasarkan data yang dimiliki masing-masing poktan. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan data yang dihimpun benar-benar sesuai dengan kondisi anggota di lapangan.

Latif menjelaskan, proses verifikasi menjadi bagian penting agar data yang nantinya digunakan sebagai dasar administrasi penerima pupuk bersubsidi memiliki tingkat akurasi yang lebih baik.

Baca juga :  Punya Aset Ratusan Miliar Rupiah, MH. Said Abdullah Lebih Tajir dari Presiden Jokowi

Setelah seluruh data terkumpul dan diverifikasi, mahasiswa kemudian melakukan digitalisasi. Data yang sebelumnya tersimpan dalam bentuk dokumen fisik disusun kembali ke dalam format digital menggunakan aplikasi pengolah data.

“Jadi setiap anggota poktan itu diinput secara sistematis berdasarkan identitas, keanggotaan poktan serta informasi pendukung lainnya sehingga menghasilkan basis data digital yang lebih rapi, mudah dibaca dan mudah diperbarui,” jelasnya.

Menurut Latif, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan persoalan administrasi kelompok tani. Lebih dari itu, mahasiswa ingin memperkenalkan pentingnya pengelolaan data berbasis digital sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola administrasi desa yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan.

“Kami berharap program digitalisasi ini menjadi fondasi bagi pengelolaan administrasi pertanian yang lebih tertib, meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran pupuk bersubsidi dan mempermudah pendataan setiap tahunnya,” harapnya.

Baca juga :  UIN Madura Dinobatkan sebagai Islamic University Excellent Transformation dalam Ajang AJP Award 2025

Ketua Poktan Desa Madulang, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Komar, mengaku terbantu dengan adanya program digitalisasi tersebut. Menurutnya, sistem baru itu membuat proses pendataan anggota poktan menjadi lebih mudah dan aman.

“Jadi ini lebih mudah, warga hanya menyerahkan data yang lengkap satu file, dan jika terjadi kehilangan serupa tinggal buka Google Drive saja. Alhamdulillah program ini sangat membantu, adik-adik mahasiswa juga sangat membantu, terima kasih semoga ini bermanfaat bagi kami ke depannya,” pungkasnya.

Program KKN Posko 5 UIN Madura tersebut diharapkan dapat menjadi solusi atas persoalan administrasi kelompok tani sekaligus menjaga keberlanjutan data.

Dengan basis data digital, pembaruan informasi anggota, luas lahan, dan kebutuhan administrasi pertanian dapat dilakukan secara lebih mudah pada tahun-tahun berikutnya. (enk/nda)

Berita Terkait

PAD Parkir Sampang Baru Rp2,3 Miliar, Dishub Dikejar Target APBD Rp3,5 Miliar
Petani 70 Tahun di Sokobanah Sampang Tewas Usai Dipukul Pria 80 Tahun
Tertabrak Motor Saat Menyeberang, Pejalan Kaki Tewas di Jalan Raya Kedungdung Sampang
Nyanyian Sumbang Eks Kadisdik Sampang, Pengajuan JC Fadeli Tak Kunjung Diterima Kejari
Lima Kawasan Pesisir Sampang Diusulkan Jadi Kampung Nelayan, Desa Dharma Mulai Digarap
Pemkab Sampang Libatkan 12 SPBU Bahas Pelayanan BBM Bersubsidi
Viral Menu Sempol MBG di SDN Ketapang Timur 1, SPPG Birat Barat Jadi Sorotan
Hasil Tangkapan Ikan Minim, Nelayan Mandangin Pilih Tambatkan Perahu

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Petani 70 Tahun di Sokobanah Sampang Tewas Usai Dipukul Pria 80 Tahun

Minggu, 27 September 2026 - 08:41 WIB

Tertabrak Motor Saat Menyeberang, Pejalan Kaki Tewas di Jalan Raya Kedungdung Sampang

Sabtu, 26 September 2026 - 03:43 WIB

Nyanyian Sumbang Eks Kadisdik Sampang, Pengajuan JC Fadeli Tak Kunjung Diterima Kejari

Jumat, 25 September 2026 - 03:29 WIB

Lima Kawasan Pesisir Sampang Diusulkan Jadi Kampung Nelayan, Desa Dharma Mulai Digarap

Kamis, 24 September 2026 - 07:33 WIB

Pemkab Sampang Libatkan 12 SPBU Bahas Pelayanan BBM Bersubsidi

Berita Terbaru