Lima Kawasan Pesisir Sampang Diusulkan Jadi Kampung Nelayan, Desa Dharma Mulai Digarap

- Jurnalis

Jumat, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sampang, Fajar Sidiq. (KLIKMADURA)

Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sampang, Fajar Sidiq. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mulai mendorong penataan kawasan pesisir melalui program Kampung Nelayan.

Sebanyak lima lokasi diusulkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, menjadi lokasi yang telah memasuki tahap pelaksanaan.

Program tersebut dirancang tidak sekadar membangun fasilitas, tetapi mengintegrasikan berbagai kebutuhan nelayan dalam satu kawasan yang mudah diakses.

Dengan konsep tersebut, aktivitas nelayan mulai dari penyimpanan hasil tangkapan hingga kebutuhan perbengkelan dapat dilakukan dalam satu kawasan.

Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sampang, Fajar Sidiq, mengatakan lima lokasi telah diajukan kepada pemerintah pusat. Dari seluruh usulan tersebut, satu lokasi saat ini sudah masuk tahap pelaksanaan.

“Satu yang on progress itu di Desa Dharma Camplong,” kata Fajar, Kamis (24/9/2026).

Baca juga :  PLN UP3 Madura Gelar Khitan Massal untuk Bantu Anak-anak Dhuafa

Sementara satu lokasi lainnya masih berada dalam proses kontrak. Adapun tiga lokasi lainnya yang juga telah diusulkan masih menunggu informasi lebih lanjut dari KKP.

Fajar menjelaskan, besaran anggaran pembangunan tidak otomatis sama untuk setiap lokasi. Penentuan pagu akan disesuaikan dengan hasil survei kelayakan, kondisi kawasan, ketersediaan lahan, serta kebutuhan masyarakat setempat.

“Kami mengusulkan di lima lokasi untuk Kampung Nelayan. Sedangkan nilai anggarannya akan ditentukan berdasarkan hasil survei kelayakan, ketersediaan lahan, kebutuhan masyarakat, serta kondisi masing-masing desa yang diusulkan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, KKP menetapkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum suatu lokasi ditetapkan sebagai Kampung Nelayan. Salah satunya berkaitan dengan ketersediaan lahan.

Menurut Fajar, lahan yang disiapkan minimal berada di kisaran satu hektare. Namun, luas lahan bukan menjadi satu-satunya penentu kelayakan.

Baca juga :  Tambah 53 Wamira Mart Baru, Pemkab Pamekasan Gelontorkan Rp 2,5 Miliar

Tim KKP tetap akan melakukan survei dan identifikasi Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) untuk memastikan kesesuaian kawasan yang diusulkan.

“Program Kampung Nelayan tidak harus berada tepat di bibir pantai. Akan tetapi, lokasi yang dipilih diharapkan mudah diakses nelayan sehingga berbagai aktivitas mereka dapat dilakukan secara lebih efektif dalam satu kawasan,” ujarnya.

Konsep tersebut membuat Kampung Nelayan nantinya tidak hanya menjadi lokasi pembangunan fasilitas, tetapi juga menjadi kawasan terpadu untuk menunjang aktivitas masyarakat pesisir.

Fajar menyebut sejumlah fasilitas yang dapat diintegrasikan dalam program tersebut, mulai dari tempat penyimpanan hasil perikanan berupa cold storage, gudang, tempat perbengkelan hingga balai nelayan.

Baca juga :  Gelar Media Gathering, Pegadaian Syariah Ajak Insan Pers Sukseskan Program MengEmaskan Madura

Dengan fasilitas yang terintegrasi dalam satu kawasan, berbagai kebutuhan nelayan diharapkan tidak lagi tersebar di sejumlah lokasi.

“Intinya itu semua untuk memudahkan aktivitas dan kebutuhan nelayan, semuanya itu diintegrasikan di satu titik,” jelasnya.

Lima lokasi yang diusulkan Pemkab Sampang tersebar di sejumlah kawasan pesisir. Di antaranya Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang, serta wilayah pesisir Kecamatan Sokobanah dan Sereseh, Kecamatan Banyuates.

Meski telah diusulkan, penetapan akhir lokasi tetap berada dalam proses penilaian KKP. Hasil survei lapangan dan identifikasi CPCL akan menjadi bagian dari penentuan kelayakan masing-masing lokasi.

Untuk sementara, Desa Dharma Camplong menjadi lokasi yang telah memasuki tahap pelaksanaan dari lima usulan Kampung Nelayan yang diajukan Pemkab Sampang. (ali/nda)

Berita Terkait

Pemkab Sampang Libatkan 12 SPBU Bahas Pelayanan BBM Bersubsidi
Viral Menu Sempol MBG di SDN Ketapang Timur 1, SPPG Birat Barat Jadi Sorotan
Hasil Tangkapan Ikan Minim, Nelayan Mandangin Pilih Tambatkan Perahu
Nyalakan Sound System Malam-Malam, Mertua Dihabisi Menantu Pakai Parang 
Mohammad Fadeli Masuk Bui, Nasrul Hidayat Jadi Pengganti
Polantas Sampang Diminta Tak Sekadar Menindak, Keselamatan Pengguna Jalan Jadi Ukuran Utama
Satresnarkoba Sampang Ukir Dua Capaian di Polda Jatim, 26 Personel Digganjar Penghargaan
Kades Hasil Perpanjangan Masa Jabatan Bisa Mencalonkan Lagi? Begini Penjelasan Kepala DPMD Sampang

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 03:29 WIB

Lima Kawasan Pesisir Sampang Diusulkan Jadi Kampung Nelayan, Desa Dharma Mulai Digarap

Kamis, 24 September 2026 - 07:33 WIB

Pemkab Sampang Libatkan 12 SPBU Bahas Pelayanan BBM Bersubsidi

Kamis, 24 September 2026 - 05:32 WIB

Viral Menu Sempol MBG di SDN Ketapang Timur 1, SPPG Birat Barat Jadi Sorotan

Kamis, 24 September 2026 - 05:29 WIB

Hasil Tangkapan Ikan Minim, Nelayan Mandangin Pilih Tambatkan Perahu

Rabu, 23 September 2026 - 08:56 WIB

Nyalakan Sound System Malam-Malam, Mertua Dihabisi Menantu Pakai Parang 

Berita Terbaru