SAMPANG || KLIKMADURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mulai menjajaki pengembangan sejumlah Pertashop menjadi Pertamina Compact.
Tujuannya, untuk memperluas jangkauan layanan bahan bakar minyak (BBM), khususnya di wilayah yang jauh dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Namun, rencana tersebut belum bisa direalisasikan karena masih terkendala proses pendataan serta sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengelola.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Sampang, Kustantinah, mengungkapkan bahwa pihaknya masih melakukan identifikasi terhadap Pertashop yang berpotensi dikembangkan menjadi Pertamina Compact.
Sejumlah ketentuan teknis dan administratif harus dipastikan terpenuhi sebelum proses pengembangan dapat dilanjutkan.
“Pendataan terus berjalan untuk dikembangkan menjadi Pertamina Compact. Memang ada beberapa persyaratan dan ketentuan yang harus dipenuhi,” kata Kustantinah, Rabu (4/11/2026).
Menurutnya, pengembangan fasilitas tersebut diarahkan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan BBM, terutama di wilayah yang belum memiliki akses memadai terhadap SPBU konvensional.
Kecamatan Kedungdung dan Robatal menjadi dua kawasan yang mendapat perhatian karena sebagian masyarakatnya masih harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan layanan pengisian BBM.
Pemkab Sampang nantinya akan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan seluruh persyaratan teknis dan mekanisme perubahan status usaha dapat dipenuhi.
Koordinasi tersebut juga mencakup ketentuan jenis BBM yang diperbolehkan untuk dipasarkan melalui fasilitas Pertamina Compact.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian masyarakat adalah ketersediaan Pertalite sebagai BBM bersubsidi yang banyak digunakan pengendara.
Meski demikian, perubahan status Pertashop menjadi Pertamina Compact tidak serta-merta memberikan kewenangan kepada pengelola untuk menjual BBM bersubsidi.
Kustantinah menegaskan, mekanisme penjualan dan penyaluran BBM bersubsidi tetap harus mengikuti regulasi yang berlaku. Dalam pelaksanaannya, kewenangan distribusi dan pengawasan melibatkan Pertamina Patra Niaga serta BPH Migas sesuai tugas dan ketentuan masing-masing.
Rencana tersebut juga menjadi perhatian di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap Pertalite, menyusul kenaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi yang mendorong sebagian konsumen beralih ke BBM bersubsidi.
Kondisi tersebut turut meningkatkan kebutuhan pasokan di sejumlah SPBU sehingga pemerataan akses layanan BBM menjadi semakin penting.
Meski demikian, rencana pengembangan Pertashop menjadi Pertamina Compact di Kabupaten Sampang masih berada pada tahap pendataan dan koordinasi.
Pemkab belum memastikan lokasi yang akan dikembangkan maupun waktu realisasi karena seluruh persyaratan harus terlebih dahulu dipenuhi.
Pemkab berharap pengembangan jaringan Pertamina Compact nantinya dapat menjadi solusi bagi masyarakat di wilayah pelosok yang jauh dari SPBU.
Selain memperluas akses pelayanan BBM, program tersebut diharapkan mampu mendukung pemerataan distribusi energi tanpa mengabaikan aturan penyaluran BBM bersubsidi. (ali/nda)














