Nakhodai HAPPI Jatim 2026–2031, Prof. Zainul Hidayah Siap Perkuat Kolaborasi Selamatkan Pesisir

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus Himpunan Ahli Pengelolaan Pesisir Indonesia (HAPPI) Cabang Jawa Timur periode 2026–2031 foto bersamai usai resmi dikukuhkan. (DOK. KLIKMADURA)

Pengurus Himpunan Ahli Pengelolaan Pesisir Indonesia (HAPPI) Cabang Jawa Timur periode 2026–2031 foto bersamai usai resmi dikukuhkan. (DOK. KLIKMADURA)

SURABAYA || KLIKMADURA – Ancaman kerusakan wilayah pesisir Jawa Timur membutuhkan penanganan serius dan kolaborasi lintas sektor. Mulai dari abrasi pantai, degradasi ekosistem mangrove, pencemaran perairan, hingga konflik pemanfaatan ruang laut menjadi persoalan yang harus segera diatasi secara terpadu.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pelantikan dan pendidikan serta pelatihan pengurus Himpunan Ahli Pengelolaan Pesisir Indonesia (HAPPI) Cabang Jawa Timur periode 2026–2031 di Hotel Dafam Pacific Caesar, Surabaya, Selasa (3/11/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Prof. Dr. Zainul Hidayah, S.Pi., M.App.Sc., yang merupakan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM), resmi memimpin HAPPI Jawa Timur untuk lima tahun ke depan. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua HAPPI Nasional, Dr. Muh. Rasman Manafi, S.P., M.Si.

Kepengurusan baru tersebut melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, praktisi, serta unsur pemerintah yang memiliki kompetensi di bidang pengelolaan sumber daya laut, wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil.

Melalui kepengurusan baru ini, HAPPI Jawa Timur diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam menjembatani kepentingan pemerintah, kalangan akademisi, praktisi, dan masyarakat.

“Pengelolaan wilayah pesisir tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor yang menghubungkan hasil kajian ilmiah, kebijakan pemerintah, dan kebutuhan masyarakat agar pemanfaatan sumber daya pesisir tetap berkelanjutan,” demikian pesan utama yang diusung dalam penguatan peran HAPPI Jawa Timur.

Baca juga :  Gelar AJP Fiesta 2026, Pertamina Patra Niaga Undang 50 Jurnalis Jatimbalinus

Persoalan Pesisir Butuh Penanganan Terpadu

Sejumlah narasumber dalam kegiatan tersebut turut mengulas kompleksitas persoalan pengelolaan pesisir Jawa Timur. Prof. Daniel M. Rosyid dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memaparkan agenda strategis kepesisiran Jawa Timur periode 2026–2031.

Dalam paparannya, ia menyoroti persoalan abrasi pantai, kerusakan ekosistem mangrove, pencemaran lingkungan, konflik pemanfaatan ruang laut, hingga kerentanan kehidupan masyarakat nelayan.

HAPPI dinilai memiliki posisi penting sebagai penghubung antara hasil penelitian, kebijakan pemerintah, dan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Ketua HAPPI Nasional Dr. Muh. Rasman Manafi melalui materi bertajuk Bekerja Bersama untuk Pesisir Berkelanjutan menekankan pentingnya pendekatan pengelolaan pesisir secara terpadu.

Menurut materi yang disampaikan, pengembangan sektor perikanan, hilirisasi produk, pemanfaatan ruang laut, konservasi sumber daya, serta pengurangan pencemaran harus ditempatkan dalam satu kerangka pembangunan yang saling mendukung.

Pengelolaan pesisir juga tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan pertumbuhan ekonomi. Aspek kelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat harus menjadi bagian penting dari setiap kebijakan pembangunan.

Baca juga :  IJTI Madura Warning Gagasan Madura Provinsi dan KEK Bukan Hanya Wacana!

Dorong Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintah

Persoalan kolaborasi juga menjadi perhatian Prof. Andi Kurniawan dari Universitas Brawijaya. Dia mengulas pentingnya penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pengelolaan wilayah pesisir.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar hasil penelitian, inovasi teknologi, dan pengembangan keilmuan dapat dimanfaatkan secara nyata dalam penyusunan kebijakan maupun pelaksanaan program pembangunan.

Di sisi lain, Prof. Agus Subianto dari Universitas Hang Tuah menyoroti pentingnya transformasi kebijakan tata kelola kelautan, pesisir, dan pulau-pulau kecil. Persoalan koordinasi lintas sektor, fragmentasi kewenangan, serta penguatan kelembagaan menjadi tantangan yang harus mendapat perhatian.

Dengan dukungan berbagai disiplin keilmuan, HAPPI Jawa Timur diharapkan mampu memperkuat kontribusinya melalui penelitian bersama, pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti ilmiah.

Perkuat Peran Akademisi dan Komunikasi Publik

Kepengurusan HAPPI Jawa Timur juga diperkuat sejumlah akademisi Universitas Trunojoyo Madura, khususnya dari Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian serta Program Magister dan Doktor Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) Program Pascasarjana UTM.

Baca juga :  Serapan Pertalite di Madura Lebih dari 50 Persen, Pertamina Atur Distribusi Jaga Stok hingga Akhir Tahun

Keterlibatan akademisi lintas disiplin tersebut diharapkan memperkuat kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Terutama dalam menjawab persoalan lingkungan, ekonomi, sosial, dan kelembagaan masyarakat pesisir.

Tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, HAPPI Jawa Timur juga mendorong penguatan komunikasi publik melalui gerakan HAPPI Jatim Bersuara.

Gerakan yang diinisiasi Divisi Humas dan Publikasi di bawah koordinasi Dr. Teti Sugiarti, S.P., M.Si., tersebut mengajak seluruh pengurus memanfaatkan jejaring media sosial pribadi maupun institusi untuk menyebarluaskan informasi kegiatan, hasil penelitian, serta praktik baik pengelolaan wilayah pesisir.

Mengusung semangat “Satu HAPPI, Banyak Cerita, Suarakan Pesisir Kita!”, gerakan tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap keberlanjutan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, HAPPI Jawa Timur diharapkan tidak sekadar menjadi wadah berhimpun para ahli, tetapi juga tampil sebagai mitra strategis dalam mendorong tata kelola pesisir yang berkelanjutan di Jawa Timur. (nda)

Berita Terkait

Mahasiswa Asal Sumenep Dipolisikan Atas Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Mahasiswi di Malang
Keluarga KH. Moh. Tidjani Djauhari Terima 100th Gontor Awards di Peringatan Seabad Gontor
SKK Migas Jabanusa Perkuat Kemitraan dengan Media, Dorong Kemandirian Masyarakat Berkelanjutan
Luar Biasa! Prengki Wirananda Dinobatkan sebagai Peserta Terbaik UKW 2026 Tingkat Utama
Bertepatan Hari Pelanggan Nasional, Manager PLN UP3 Madura Raih Sales Person of the Year 2026
Membanggakan! Miftahol Umar Raih Juara Tiga LKJ Award Bakti TNI AD Pulau Madura 2026
Serapan Solar Subsidi di Madura Tembus 60 Persen, Sampang Tertinggi
Gelar AJP Fiesta 2026, Pertamina Patra Niaga Undang 50 Jurnalis Jatimbalinus

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 05:15 WIB

Nakhodai HAPPI Jatim 2026–2031, Prof. Zainul Hidayah Siap Perkuat Kolaborasi Selamatkan Pesisir

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Mahasiswa Asal Sumenep Dipolisikan Atas Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Mahasiswi di Malang

Senin, 21 September 2026 - 22:45 WIB

Keluarga KH. Moh. Tidjani Djauhari Terima 100th Gontor Awards di Peringatan Seabad Gontor

Kamis, 17 September 2026 - 03:29 WIB

SKK Migas Jabanusa Perkuat Kemitraan dengan Media, Dorong Kemandirian Masyarakat Berkelanjutan

Rabu, 16 September 2026 - 16:59 WIB

Luar Biasa! Prengki Wirananda Dinobatkan sebagai Peserta Terbaik UKW 2026 Tingkat Utama

Berita Terbaru