Serapan Solar Subsidi di Madura Tembus 60 Persen, Sampang Tertinggi

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah jurnalis se Jatimbalinus saat berkunjung ke Feul Terminal Pertamina di Batu. (KLIKMADURA)

Sejumlah jurnalis se Jatimbalinus saat berkunjung ke Feul Terminal Pertamina di Batu. (KLIKMADURA)

MADURA || KLIKMADURA – Serapan solar bersubsidi di empat kabupaten di Pulau Madura hingga 31 Juli 2026 telah mencapai lebih dari separuh kuota yang ditetapkan pemerintah. Dari total kuota 138.372 kiloliter, realisasi penyaluran tercatat 83.624 kiloliter atau sekitar 60,4 persen.

Data tersebut menunjukkan penyerapan solar bersubsidi di Madura cukup tinggi. Kondisi itu membuat distribusi BBM bersubsidi, khususnya solar, harus diatur agar kuota yang telah ditetapkan pemerintah dapat mencukupi kebutuhan hingga akhir 2026.

Dari empat kabupaten, Sampang menjadi daerah dengan persentase serapan tertinggi, yakni mencapai 62,6 persen. Sementara itu, Bangkalan tercatat sebagai daerah dengan persentase serapan terendah, meski realisasinya tetap telah mencapai 57,4 persen dari kuota tahunan.

Baca juga :  Sukses Jaga Kondusivitas Masyarakat, Forum Intelektual Jatim Apresiasi Pangdam V/Brawijaya

Secara rinci, Kabupaten Bangkalan mendapat kuota solar bersubsidi 2026 sebesar 32.154 kiloliter. Hingga 31 Juli, realisasinya mencapai 18.468 kiloliter atau 57,4 persen dari kuota.

Kemudian Kabupaten Pamekasan memperoleh kuota 34.740 kiloliter, dengan realisasi penyaluran mencapai 21.630 kiloliter atau 62,3 persen.

Sementara Kabupaten Sampang mendapat kuota sebesar 28.705 kiloliter. Hingga akhir Juli, solar yang telah terserap mencapai 17.960 kiloliter atau 62,6 persen, menjadi persentase tertinggi di antara empat kabupaten di Madura.

Sedangkan Kabupaten Sumenep memiliki kuota paling besar, yakni 42.773 kiloliter. Realisasi hingga 31 Juli mencapai 25.566 kiloliter atau 59,8 persen.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan, Pertamina Patra Niaga akan terus berupaya memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga hingga akhir tahun.

Baca juga :  Mahasiswa UTM Optimalkan Budidaya Kentang Atlantik Bersama Petani Lokal Kabupaten Magetan

Menurut dia, tingginya serapan solar bersubsidi menjadi salah satu alasan distribusi perlu diatur. Hal itu dilakukan agar penyaluran tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan ketersediaan kuota sampai penghujung 2026.

“Kami akan terus berupaya menjaga stok BBM agar cukup hingga akhir tahun. Serapan solar yang cukup tinggi membuat Pertamina Patra Niaga harus mengatur distribusi,” kata Ahad.

Dia menjelaskan, solar bersubsidi merupakan BBM yang kuotanya telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, penyalurannya harus mengikuti alokasi yang sudah ditentukan.

“Sesuai ketentuan, kuota BBM bersubsidi itu wajib cukup hingga akhir tahun,” ujarnya.

Baca juga :  Harga LPG Melon Naik, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Ahad menegaskan, Pertamina Patra Niaga tidak memiliki kewenangan untuk menentukan sendiri tambahan kuota BBM bersubsidi. Penyaluran dilakukan berdasarkan kuota yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Pertamina Patra Niaga hanya mendistribusikan sesuai kuota yang telah ditentukan pemerintah pusat,” tegasnya.

Apabila kebutuhan di suatu daerah diperkirakan melebihi kuota yang tersedia, pemerintah kabupaten memiliki mekanisme untuk mengusulkan penambahan kuota kepada pemerintah pusat.

“Jika kuota kurang, pemerintah kabupaten bisa berkirim surat kepada pemerintah pusat untuk penambahan kuota,” tandas Ahad.

Dengan realisasi yang sudah mencapai sekitar 60 persen hingga akhir Juli, pengendalian distribusi menjadi penting agar solar bersubsidi tetap tersedia bagi masyarakat yang berhak hingga akhir tahun. (nda)

Berita Terkait

Gelar AJP Fiesta 2026, Pertamina Patra Niaga Undang 50 Jurnalis Jatimbalinus
Serapan Pertalite di Madura Lebih dari 50 Persen, Pertamina Atur Distribusi Jaga Stok hingga Akhir Tahun
Antrean Mengular di SPBU, Pertamina Ungkap Konsumsi BBM Bersubsidi di Madura Tinggi
Murid Menjemput Sejarah, Cara Dindik Jatim Hidupkan Karakter dan Nasionalisme
NIHONGO Partners Gelombang 24 Perkuat Pertukaran Bahasa Jepang-Indonesia, Madura Jadi Perhatian
PBNU Rilis Daftar Peserta Sementara Muktamar ke-35 NU, 501 PWNU, PCNU, dan PCINU Masuk Tahap I
Imigrasi Pamekasan Deportasi WNA Malaysia, Langgar Aturan Keimigrasian hingga Dicekal Masuk Indonesia
Taklukkan Dua Master Internasional, Taufiqurrahman MP Persembahkan Emas untuk Pamekasan di Kejuaraan Catur Internasional FIDE

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:29 WIB

Serapan Solar Subsidi di Madura Tembus 60 Persen, Sampang Tertinggi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Gelar AJP Fiesta 2026, Pertamina Patra Niaga Undang 50 Jurnalis Jatimbalinus

Rabu, 19 Agustus 2026 - 04:16 WIB

Serapan Pertalite di Madura Lebih dari 50 Persen, Pertamina Atur Distribusi Jaga Stok hingga Akhir Tahun

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Antrean Mengular di SPBU, Pertamina Ungkap Konsumsi BBM Bersubsidi di Madura Tinggi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:48 WIB

Murid Menjemput Sejarah, Cara Dindik Jatim Hidupkan Karakter dan Nasionalisme

Berita Terbaru

MANIFESTO GELORA PAMEKASAN

Rakyat Jadi Menu, Siapa yang Menikmati APBD?

Minggu, 23 Agu 2026 - 07:46 WIB