PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pernyataan Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan, Utsman Sayyaf, yang menyebut jurnalis Klik Madura dengan istilah “bodrex” terus menuai sorotan dari berbagai kalangan.
Kali ini, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pamekasan, Halili, turut mengkritik pernyataan tersebut karena dinilai tidak mencerminkan sikap seorang pimpinan lembaga pendidikan berbasis Islam.
Halili menegaskan, wartawan memiliki tugas mencari informasi, mengumpulkan data, serta menyajikannya menjadi produk jurnalistik yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, aktivitas tersebut merupakan bagian dari hak, tugas, dan kewajiban insan pers serta perusahaan media yang dilindungi oleh ketentuan perundang-undangan.
“Dengan penyampaian seperti itu tentu tidak mencerminkan sikap yang baik sebagai lembaga pendidik dan orang yang terdidik. Hal ini disampaikan oleh pimpinan lembaga pendidikan Islam yang seharusnya menjadi contoh bagi dunia pendidikan,” ujarnya.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menilai, setiap persoalan semestinya disikapi dengan cara yang baik agar menghasilkan penyelesaian yang positif.
Sebab, meskipun seseorang merasa berada di posisi yang benar, cara menyampaikan pendapat yang tidak tepat justru berpotensi menimbulkan persoalan baru.
Halili juga meminta agar keberadaan insan pers dihargai sebagaimana mestinya karena profesi wartawan memiliki landasan hukum dan pedoman etik yang jelas. Di antaranya, Undang-Undang Pers serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang menjadi acuan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Terutama yang sudah memiliki sertifikat UKW, tentu hal itu harus dinilai juga karena tidak mungkin membuat produk jurnalistik yang tidak sesuai dengan KEJ. Kalau memang mau menyikapi karena privasi, sampaikan saja kalau itu privasi atau permasalahan internal, jangan sampai menyampaikan ungkapan yang membuat orang lain tersinggung,” ungkapnya.
Menurut Halili, Yayasan Al-Uswah Pamekasan merupakan lembaga pendidikan berbasis Islam yang memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan teladan kepada lingkungan sekitarnya.
Sikap dan tutur kata para pimpinannya dinilai penting karena dapat menjadi contoh bagi siswa, tenaga pendidik, wali murid, hingga masyarakat luas.
“Iya, sebagaimana tenaga pendidik yang terdidik, tentu perihal menghargai orang lain menjadi suatu hal penting yang harus diperhatikan,” pungkasnya.
Sementara itu, Klik Madura telah berupaya menghubungi Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan, Utsman Sayyaf, untuk meminta konfirmasi dan tanggapan atas pemberitaan sebelumnya. Namun, hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan respons. (enk/nda)














