PAMEKASAN || KLIKMADURA – Menjelang kepulangan 1.383 jemaah haji asal Kabupaten Pamekasan, Kementerian Haji (Kemenhaj) Pamekasan menyiapkan mekanisme penjemputan. Salah satunya, menetapkan lima titik lokasi.
Kepala Kemenhaj Pamekasan, Abdul Halim menyampaikan, keluarga jemaah yang hendak menjemput di bandara diperbolehkan, namun wajib mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
Keluarga diminta melapor terlebih dahulu kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), yang selanjutnya akan meneruskan laporan tersebut kepada Kemenhaj untuk penerbitan surat pengantar penjemputan.
“Keluarga diperbolehkan menjemput jemaah di bandara dengan ketentuan melapor ke KBIH, kemudian KBIH mengajukan permohonan surat pengantar penjemputan kepada Kemenhaj,” katanya.
Kemenhaj Pamekasan juga telah menetapkan lima titik penjemputan. Penyambutan awal akan dilaksanakan di Masjid Agung As-Syuhada yang dihadiri Bupati Pamekasan.
Selanjutnya, jemaah haji akan diarahkan ke sejumlah pondok pesantren sebagai titik lanjutan penjemputan oleh keluarga.
“Lima lokasi pondok pesantren yang ditetapkan meliputi Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen, Mambaul Ulum Bata-Bata, Pondok Pesantren Karang Baru Blumbungan, Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, dan Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar,” ucapnya.
Kedatangan jemaah haji Pamekasan di Bandara Juanda dijadwalkan dalam dua tahap. Tiga kloter, yakni kloter 73, 74, dan 75, akan tiba pada 20 Juni 2026. Sementara dua kloter lainnya, yakni kloter 75 dan kloter 21, dijadwalkan tiba pada 21 Juni 2026 dini hari.
Sementara itu, Pendamping Jemaah Daerah, Ismail menyampaikan, kondisi kesehatan jemaah dalam beberapa hari terakhir terpantau secara umum dalam keadaan baik.
Meski demikian, terdapat sebagian kecil jemaah yang mengalami keluhan ringan seperti batuk dan flu akibat perbedaan kondisi cuaca antara Arab Saudi dan Indonesia.
“Setelah menyelesaikan tawaf wada, seluruh jemaah saat ini telah bergerak menuju Madinah. Selama kurang lebih sembilan hari di Madinah, jemaah akan melaksanakan salat wajib, ziarah ke makam Rasulullah, hingga mengikuti rangkaian kegiatan ziarah dan kunjungan-kunjungan,” tandasnya. (ibl/nda).













