Usai Menyelesaikan Ibadah Haji, Jemaah Berisiko Tinggi Asal Pamekasan Wafat di Tanah Suci

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jemaah haji asal Desa Banyupelle, Aeng Nyonok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, H. Naji Alwi yang wafat di tanah suci. (ISTIMEWA)

Jemaah haji asal Desa Banyupelle, Aeng Nyonok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, H. Naji Alwi yang wafat di tanah suci. (ISTIMEWA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Jemaah haji asal Desa Banyupelle, Aeng Nyonok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, H. Naji Alwi, wafat di Mekkah setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji. Almarhum yang tergabung dalam kloter 76 meninggal dunia pada usia 85 tahun.

Pendamping Haji Daerah, Ismail, menyampaikan bahwa almarhum mengembuskan napas terakhir pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 00.00 waktu Arab Saudi. Pada saat kejadian, dirinya turut mendampingi hingga almarhum dijemput oleh petugas setempat.

“Kebetulan semalam saya yang mendampingi sampai almarhum dijemput petugas,” katanya.

Baca juga :  Kemenag Sampang Belum Terima Surat Resmi Penurunan Biaya Haji 2025

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Itu mengatakan bahwa sejak berangkat dari Pamekasan almarhum memang menggunakan kursi roda dan memiliki riwayat penyakit bawaan. Namun, kondisi kesehatannya dilaporkan stabil pasca pelaksanaan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Pasca Armuzna kondisi beliau sehat. Kejadiannya mendadak, sekitar setengah jam menjelang pukul 12 malam. Setelah istrinya kembali dari miqat di Tan’im dan dari Masjidil Haram, almarhum menyandarkan tangan ke bahu istrinya lalu mengembuskan napas terakhir,” ujarnya.

Ismail mengimbau kepada seluruh jemaah haji agar menjaga kondisi kesehatan dan tidak memaksakan diri melaksanakan umrah sunnah apabila tubuh dalam keadaan lelah.

Baca juga :  Pemantapan Armuzna Digelar, Jamaah KBIHU Al-Hilal dan Miftahul Qulub Diminta Siap Fisik dan Mental

“Saya mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan dan tidak memaksakan umrah sunnah saat kondisi badan kelelahan. Banyak jemaah ingin mengumrahkan keluarga atau orang tua yang sudah meninggal, tetapi tetap harus menyesuaikan kondisi fisik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji (Kemenhaj) Pamekasan, Abdul Halim, mengaku menerima informasi wafatnya almarhum dari jemaah serta ketua kloter. Ia menyampaikan bahwa almarhum termasuk dalam kategori jemaah haji berisiko tinggi (resti).

“Informasi awal kami terima dari jemaah dan ketua kloter. Almarhum memang masuk kategori jemaah haji berisiko tinggi (resti),” tuturnya.

Baca juga :  PPIH Arab Saudi Bekali Petugas Haji dengan Penguatan Manasik dan Safari Wukuf

Abdul Halim menjelaskan bahwa keluarga almarhum berhak menerima santunan asuransi haji sekitar Rp60 juta, yang nilainya setara dengan biaya pelunasan haji.

“Ahli waris akan mendapatkan asuransi sekitar Rp60 juta, nilainya setara dengan biaya pelunasan haji,” tandasnya. (ibl/nda).

Berita Terkait

Jamaah KBIHU Al-Hilal Pamekasan Tuntaskan Rangkaian Armuzna
Menjemput Ampunan di Arafah, Jemaah Haji KBHU Al-Hilal Pamekasan Jalani Wukuf dengan Khusyuk
Belajar Berserah di Padang Arofah
Pemantapan Armuzna Digelar, Jamaah KBIHU Al-Hilal dan Miftahul Qulub Diminta Siap Fisik dan Mental
PPIH Arab Saudi Bekali Petugas Haji dengan Penguatan Manasik dan Safari Wukuf
Jamaah KBIHU Al-Hilal Pamekasan Diimbau Jaga Daya Tahan Tubuh Menjelang Armuzna
Kemenag Sampang Belum Terima Surat Resmi Penurunan Biaya Haji 2025

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:09 WIB

Usai Menyelesaikan Ibadah Haji, Jemaah Berisiko Tinggi Asal Pamekasan Wafat di Tanah Suci

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:43 WIB

Jamaah KBIHU Al-Hilal Pamekasan Tuntaskan Rangkaian Armuzna

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:53 WIB

Menjemput Ampunan di Arafah, Jemaah Haji KBHU Al-Hilal Pamekasan Jalani Wukuf dengan Khusyuk

Senin, 25 Mei 2026 - 11:07 WIB

Belajar Berserah di Padang Arofah

Senin, 25 Mei 2026 - 08:58 WIB

Pemantapan Armuzna Digelar, Jamaah KBIHU Al-Hilal dan Miftahul Qulub Diminta Siap Fisik dan Mental

Berita Terbaru

Opini

Bulan Bung Karno dan Penguatan Wawasan Kebangsaan

Selasa, 9 Jun 2026 - 10:06 WIB