MEKKAH || KLIKMADURA – Ratusan jemaah haji yang tergabung dalam KBHU Al-Hilal Pamekasan mengikuti rangkaian pelaksanaan wukuf di Arafah dengan tertib, lancar, dan penuh kekhusyukan.
Pembimbing jemaah, KH. Makmum, menjelaskan bahwa rangkaian wukuf diawali dengan istigasah, pembacaan Surat Yasin, serta talbiyah secara berjemaah sebagai persiapan batin menjelang puncak ibadah haji.
“Ini merupakan ikhtiar spiritual agar pelaksanaan wukuf sebagai puncak ibadah haji berjalan lancar dan diberikan kemudahan oleh Allah SWT,” katanya.
KH. Makmun menyampaikan, menjelang masuk waktu wukuf, pihaknya menyampaikan khutbatul wukuf kepada par jemaah. Dalam khutbahnya, ditekankan makna wukuf di Arafah sebagai rukun haji yang paling utama dan tidak dapat digantikan oleh amalan ibadah lainnya.
Usai khutbah, seluruh jemaah melaksanakan salat Zuhur dan Asar secara berjemaah dengan jama’ tanpa qashar. Setelah itu, para jemaah secara bersama-sama melafalkan niat wukuf sebagai tanda dimulainya inti pelaksanaan ibadah haji.
“Pada momentum tersebut, para jemaah diarahkan untuk berdoa secara mandiri, memohon pertolongan, ampunan, serta rahmat Allah SWT, dengan memperbanyak istigfar dan doa sesuai dengan hajat masing-masing,” ucapnya.
KH. Makmum menyampaikan keutamaan Hari Arafah sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam hadis itu disebutkan, bahwa tidak ada hari yang lebih utama bagi Allah SWT untuk membebaskan hamba-Nya dari api neraka selain Hari Arafah.
“Pada hari inilah Allah SWT paling banyak memberikan ampunan kepada umat-Nya,” ujarnya.
Ia berpesan agar seluruh jemaah memanfaatkan momentum wukuf dengan sebaik-baiknya. Dengan memperbanyak Doa dan Istigfar kepada Allah SWT.
“Perbanyak istigfar, doa, dan munajat kepada Allah SWT. Mumpung Allah membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang berwukuf di Arafah,” tandasnya. (ibl/nda).













