AJP Gelar Sarasehan Literasi, Kaji Buku “Pamekasan Mencari Identitas” Bersama Akademisi dan Anggota DPR RI

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman saat menyampaikan sambutan pada kegiatan sarasehan literasi yang digelar AJP di UIN Madura. (AJP FOR KLIKMADURA)

Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman saat menyampaikan sambutan pada kegiatan sarasehan literasi yang digelar AJP di UIN Madura. (AJP FOR KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) mulai menyusun peta jalan penguatan identitas Kabupaten Pamekasan melalui pendekatan akademik dan literasi.

Langkah awal itu ditandai dengan peluncuran sekaligus bedah buku Pamekasan Mencari Identitas yang diharapkan menjadi pijakan dalam merumuskan arah pembangunan daerah.

Bedah buku tersebut dikemas dalam Sarasehan Literasi dan Kajian Buku, Senin (27/7), sebagai bagian dari rangkaian rapat kerja AJP sekaligus memeriahkan Hari Lahir ke-60 UIN Madura. Kegiatan itu dihadiri tokoh pemerintahan, akademisi, legislator, insan pers, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman, Anggota Komisi VIII DPR RI Ansari sebagai keynote speaker, Rektor UIN Madura Saiful Hadi, serta Rektor UNIBA Madura Prof. Dr. H. Rachmad Hidayat.

Baca juga :  Dekat dan Peduli terhadap Insan Pers, AJP Ganjar Pj Bupati Pamekasan dengan Apresiasi

Turut hadir Ketua LPPM UTM Dr. Iskandar Dzulkarnaen, Sekjen DPP APSI Sulaisi Abdurrazaq, S.HI., M.IP., dan penulis buku KH Ghozi Mujtaba. Sarasehan tersebut dipandu Pemred Klik Madura, Prengki Wirananda,. M.Si.

Ketua AJP M. Khairul Umam mengatakan, lahirnya buku tersebut berangkat dari kegelisahan para jurnalis yang selama ini melihat Pamekasan belum memiliki identitas yang benar-benar kuat.

Beragam sebutan yang melekat dinilai justru menunjukkan belum adanya satu identitas yang disepakati sebagai representasi daerah.

“Selama ini muncul banyak sebutan. Ada kota batik, kota pendidikan, Gerbang Salam, kota tembakau, hingga kota garam. Lalu, identitas Pamekasan yang paling tepat apa,” katanya.

Menurut pria yang akrab disapa Irul itu, pertanyaan mengenai identitas daerah kerap muncul saat jurnalis menjalankan tugas peliputan. Karena itu, AJP berinisiatif menyusun buku tersebut sebagai bahan kajian sekaligus referensi untuk mempertegas jati diri Kabupaten Pamekasan.

Baca juga :  Pemprov Jatim Mutasi 7 Kepsek di Pamekasan

Ia berharap buku Pamekasan Mencari Identitas mampu melahirkan gagasan baru yang dapat dijadikan dasar dalam menyusun arah pembangunan daerah.

Irul juga menyampaikan apresiasi kepada UIN Madura yang mendukung penyelenggaraan sarasehan beserta seluruh narasumber dan peserta yang hadir.

AJP, lanjut Irul, telah menyiapkan agenda lanjutan untuk memperluas pembahasan mengenai identitas Madura. Dalam waktu dekat, organisasi tersebut akan menggelar Silaturahmi Kebangsaan di Gedung Grahadi, Surabaya.

“Kami ingin mempertemukan kepala daerah, legislator, dan pengusaha asal Madura. Tujuannya mempertegas identitas Madura secara bersama-sama,” ujarnya.

Rektor UIN Madura Dr. Saiful Hadi menyambut positif inisiatif AJP menerbitkan buku tersebut. Menurutnya, sebuah karya ilmiah seperti buku layak dijadikan bahan diskusi yang berkelanjutan karena dapat melahirkan gagasan strategis bagi pembangunan daerah.

Baca juga :  Belasan Jamaah Haji Pamekasan Berangkat Mandiri, KHU Pastikan Dapat Pelayanan Optimal

Saiful menilai isi buku itu berpotensi menjadi dasar penyusunan peta jalan pembangunan Pamekasan bersama seluruh perguruan tinggi di Madura.

Ia juga menyebut Pamekasan memiliki modal besar untuk dikembangkan sebagai kota pendidikan karena didukung banyak lembaga pendidikan umum maupun pesantren.

Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman turut memberikan apresiasi atas konsistensi AJP menghadirkan ruang-ruang diskusi ilmiah.

Menurutnya, insan pers memiliki peran penting dalam mengawal arah pembangunan sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah derasnya arus informasi.

“Saya berharap AJP bersama berbagai komunitas dapat mewujudkan Pamekasan sebagai kabupaten pendidikan. Identitas itu harus dibangun bersama,” tandasnya. (nda)

Berita Terkait

Tangani 36 Pasien HIV dan IMS, Puskesmas Larangan Buka Poli Sakinah untuk Lawan Stigma
Penutupan Harkopnas Berlangsung Meriah, 15 Ribu Warga Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat
Polres Pamekasan Tangkap DPO Kasus Investasi Bodong Rp7,8 Miliar 
Kisah Satrio, Bocah Kelas 6 SD di Pamekasan Nyambi Jualan Kacang Rebus Demi Meringankan Beban Orang Tua
Tiga Pelaku Pembunuhan Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan, Keluarga Korban Ngamuk di PN Pamekasan
Dinkes Pamekasan Gelar Program Grant Immunization, Target Capaian Imunisasi 100 Persen
38 Kasus HIV Ditemukan di Pamekasan, Pengobatan ARV Hanya Tersedia di Dua Puskesmas
Musholla Milik Lansia di Kecamatan Waru Hangus Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 08:59 WIB

AJP Gelar Sarasehan Literasi, Kaji Buku “Pamekasan Mencari Identitas” Bersama Akademisi dan Anggota DPR RI

Senin, 27 Juli 2026 - 08:26 WIB

Tangani 36 Pasien HIV dan IMS, Puskesmas Larangan Buka Poli Sakinah untuk Lawan Stigma

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:19 WIB

Penutupan Harkopnas Berlangsung Meriah, 15 Ribu Warga Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:24 WIB

Polres Pamekasan Tangkap DPO Kasus Investasi Bodong Rp7,8 Miliar 

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:59 WIB

Kisah Satrio, Bocah Kelas 6 SD di Pamekasan Nyambi Jualan Kacang Rebus Demi Meringankan Beban Orang Tua

Berita Terbaru