Gempa Megathrust Diprediksi Mengguncang Indonesia, Madura Tetap Diminta Waspada

- Jurnalis

Jumat, 11 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pamekasan Achmad Zainullah saat ditemui di ruang kerjanya. (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA)

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pamekasan Achmad Zainullah saat ditemui di ruang kerjanya. (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Madura tidak bisa sepenuhnya dikatakan aman dari potensi dampak gempa megathrust yang mengancam sejumlah wilayah Indonesia.

Meski efek yang dirasakan diperkirakan relatif kecil, masyarakat, khususnya di Pamekasan dan Sumenep, tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan Achmad Zainullah mengatakan, potensi getaran di Madura berkaitan dengan keberadaan Zona Sesar Rembang-Madura-Kangean-Sakala (RMKS). Zona tersebut merupakan sesar aktif, meski bukan bagian dari lempeng tektonik utama.

“Jalurnya seperti itu, jadi memang kalau Madura dikatakan aman iya tidak juga. Efeknya ada dari getaran itu tapi magnitudonya kecil,” jelasnya.

Baca juga :  Buruh Tani Tembakau Pamekasan Diusulkan Terima BLT DBHCHT, Anggaran Rp1,7 Miliar Masuk PAK

Menurutnya, secara geologis Zona Sesar RMKS dipengaruhi interaksi pergerakan dua lempeng tektonik besar, yakni lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Pergerakan dan gesekan antarlempeng tersebut dapat menyebabkan patahan batuan yang berpotensi memicu aktivitas gempa.

Ia menjelaskan, patahan batuan tersebut memiliki sejumlah kemungkinan dalam proses geologisnya, salah satunya dapat memicu terbentuknya gunung atau menyebabkan gempa. Kondisi tersebut berkaitan dengan dinamika pergerakan lempeng yang terus berlangsung.

“Itu gambaran penyebab gempa di zona sesar RMKS itu,” ungkap Zainul.

Zainul menegaskan, waktu terjadinya bencana tidak dapat diketahui secara pasti. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Baca juga :  Tingkatkan Prestasi Siswa SD, Disdik Sampang Optimalkan Program Prioritas Melalui BPTI

Ia mengimbau masyarakat segera menjauh dari kawasan laut dan bangunan tinggi apabila merasakan tanda-tanda gempa. Sementara jika gempa terjadi saat berada di dalam bangunan, masyarakat dapat berlindung di bawah meja atau tempat yang dinilai aman.

“Semoga kita dilindungi oleh Allah SWT. Yang penting tetap tenang dan waspada jangan panik,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Penanganan 917 Bal Rokok Marbol KW Tak Jelas, Aktivis Hadiahi Bea Cukai Madura “Tolak Angin”
Membanggakan! 14 Siswa Pamekasan Borong Prestasi di Ajang FTBI Jatim
UNIRA Raih Hibah Program Kampus Berdampak Rp2 Miliar, Rektor Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
849 Mahasiswa Diwisuda, Rektor UNIRA Minta Para Sarjana Harus Berdampak bagi Masyarakat
Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, PCNU Pamekasan Apresiasi Penutupan Sejumlah Tempat Hiburan
HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi
Sarungan di Kampus, UIM Teguhkan Identitas Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045
Wajibkan Bahasa Madura Diajarkan di Sekolah, Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jatim

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Penanganan 917 Bal Rokok Marbol KW Tak Jelas, Aktivis Hadiahi Bea Cukai Madura “Tolak Angin”

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Membanggakan! 14 Siswa Pamekasan Borong Prestasi di Ajang FTBI Jatim

Minggu, 25 Oktober 2026 - 03:17 WIB

UNIRA Raih Hibah Program Kampus Berdampak Rp2 Miliar, Rektor Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:32 WIB

849 Mahasiswa Diwisuda, Rektor UNIRA Minta Para Sarjana Harus Berdampak bagi Masyarakat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, PCNU Pamekasan Apresiasi Penutupan Sejumlah Tempat Hiburan

Berita Terbaru