PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sebanyak 14 siswa jenjang SD dan SMP Kabupaten Pamekasan berhasil menorehkan prestasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Jawa Timur.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus bukti bahwa generasi muda masih memiliki semangat untuk mempelajari dan melestarikan bahasa Madura.
Penghargaan tersebut diterima dalam ajang FTBI tingkat Provinsi Jawa Timur pada Rabu (21/10/2026) di Balai Besar Bahasa Jawa Timur. Sebanyak 14 siswa yang mewakili Kabupaten Pamekasan itu mengikuti tujuh kategori lomba, masing-masing tujuh siswa dari jenjang SD dan tujuh siswa dari jenjang SMP.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Basri Yulianto, mengaku bersyukur atas capaian para siswa tersebut. Menurutnya, seluruh peserta berhasil membawa pulang penghargaan dari kategori lomba yang mereka ikuti.
“Alhamdulillah semuanya menang, dari semua lomba yang mereka ikuti. Untuk tingkat kejuaraannya juga beragam,” ungkap Basri.
Pada jenjang SD, siswa Pamekasan meraih juara pertama dalam kategori cerpen berbahasa Madura dan pidato. Sementara itu, kategori carakan Madura dan komedi masing-masing meraih juara kedua, mendongeng meraih harapan pertama, nembang harapan kedua, serta puisi harapan ketiga.
Prestasi juga diraih siswa jenjang SMP dengan hasil yang membanggakan. Mereka meraih juara pertama pada kategori pidato, juara kedua untuk cerpen berbahasa Madura dan carakan Madura, serta juara ketiga pada kategori puisi dan mendongeng.
Adapun kategori komedi jenjang SMP meraih harapan pertama, sedangkan kategori nembang memperoleh harapan ketiga. Capaian tersebut menunjukkan bahwa para siswa mampu bersaing dalam berbagai bidang seni, sastra, dan keterampilan berbahasa Madura.
“Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami karena anak-anak didik bisa membawa pulang prestasi terbaik,” kata Basri.
Alumnus Universitas Udayana tersebut menegaskan, FTBI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pelestarian bahasa ibu di Jawa Timur. Karena itu, Disdikbud Pamekasan terus mendorong penguatan pembelajaran bahasa Madura melalui kebijakan muatan lokal di sekolah.
Basri menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pamekasan juga telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait muatan lokal bahasa Madura sebagai bagian dari komitmen pelestarian bahasa daerah.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat revitalisasi bahasa Madura melalui pembelajaran yang terintegrasi dalam mata pelajaran di sekolah.
“Ini bentuk komitmen kami dan strategi kami dalam melestarikan bahasa Madura,” pungkasnya.
Melalui prestasi di FTBI tingkat provinsi tersebut, Pemkab Pamekasan berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal, mencintai, dan menggunakan bahasa Madura.
Upaya pelestarian bahasa ibu dinilai penting agar warisan budaya daerah tetap hidup dan diteruskan kepada generasi berikutnya. (enk/nda)














