SAMPANG || KLIKMADURA – Operasi pencarian Dodi (25), pemancing asal Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, yang hilang di perairan laut Kecamatan Ketapang, dihentikan setelah dua hari tanpa hasil. Hingga Senin (26/10/2026), keberadaan korban masih belum diketahui.
Penghentian operasi SAR gabungan dilakukan pada Sabtu (24/10/2026) setelah tim menyisir sejumlah area perairan menggunakan armada perahu. Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan arah arus laut dan angin dari titik awal korban diketahui melaut.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, membenarkan penghentian operasi tersebut. Menurutnya, pencarian telah dilakukan selama dua hari berturut-turut, yakni Jumat hingga Sabtu, tetapi belum membuahkan hasil.
“Setelah dua hari pencarian, dimulai pada hari Jumat dan Sabtu, selama dua hari itu belum membuahkan hasil sehingga kemudian dihentikan,” kata Hozin, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, tim gabungan menyisir wilayah perairan dengan memperhitungkan kemungkinan pergerakan korban akibat arus laut dan arah angin. Pencarian juga melibatkan warga setempat hingga ke area yang cukup jauh dari titik awal korban melaut.
Meski operasi pencarian telah dihentikan, BPBD Sampang mengaku belum menerima informasi terbaru mengenai keberadaan Dodi. Hozin mengatakan pihaknya masih menunggu kabar dari keluarga korban.
“Belum ada informasi terbaru dari pihak keluarga,” terangnya.
Pencarian bermula setelah BPBD Sampang menerima laporan darurat dari Polsek Ketapang pada Jumat (23/10/2026) pukul 07.45 WIB. Tim kemudian berkoordinasi di Mapolsek Ketapang sekitar pukul 09.30 WIB sebelum memulai penyisiran bersama warga setempat pada pukul 13.00 WIB.
Operasi pencarian berlanjut hingga Sabtu sore, tetapi belum ditemukan tanda-tanda keberadaan pemancing berusia 25 tahun tersebut. Hingga Senin (26/10/2026), nasib Dodi masih belum diketahui dan belum ada perkembangan terbaru yang diterima BPBD Sampang. (ali/nda)














