Pekerja Tewas Tertimpa Reruntuhan Sekolah, Polres Sampang Sebut Belum Temukan Unsur Kesengajaan

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Polres Sampang menunjukkan TKP meninggalnya pekerja SDN Komis I. (KLIKMADURA)

Personel Polres Sampang menunjukkan TKP meninggalnya pekerja SDN Komis I. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Polres Sampang masih mendalami kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja dalam proyek rehabilitasi bangunan SDN 1 Komis, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang.

Sejauh ini, polisi mengaku belum menemukan indikasi unsur kesengajaan maupun persoalan standar bangunan yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang terjadi pada Rabu (21/10/2026). Kepolisian mengaku tidak ingin terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh rangkaian pemeriksaan dilakukan.

“Sejauh ini polisi belum menemukan unsur kesengajaan atau masalah pada standar bangunan,” ujar Eko, Sabtu (24/10/2026).

Ia menambahkan, penyidik terus mendalami peristiwa tersebut sesuai prosedur yang berlaku. “Kami terus mendalami kejadian tersebut sesuai SOP,” imbuhnya.

Baca juga :  Digrebek saat Berduaan dengan Staf, Dinkes Sampang Bakal Panggil Kepala Puskesmas Robatal Pekan Depan

Insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 13.15 WIB ketika empat pekerja tengah melakukan rehabilitasi atau perbaikan bangunan kelas di SDN Komis 1.

Saat proses pembongkaran salah satu bagian tembok berlangsung, struktur yang disebut telah rapuh itu tiba-tiba ambruk dan menimpa seorang pekerja berinisial F, 35, warga Desa Banjar Talelah, Kecamatan Camplong.

Korban mengalami benturan di bagian kepala hingga tidak sadarkan diri. Setelah sempat dibawa ke Puskesmas Kedungdung, korban kemudian dirujuk ke RSUD Sampang untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Kedungdung pada Rabu malam. Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal sebelum berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Sampang guna mendalami kejadian tersebut.

Baca juga :  Kapolres Sampang Salurkan Air Bersih ke Ponpes Miftahut Thullab Gedangan, Ulama Soroti Jalan Rawan Kecelakaan

Meski polisi belum menemukan indikasi kesengajaan maupun persoalan standar bangunan, penyebab runtuhnya tembok tetap menjadi bagian penting yang perlu dipastikan melalui penyelidikan.

Kondisi struktur sebelum dibongkar, metode pembongkaran, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi proyek menjadi aspek yang relevan untuk ditelaah.

Pemeriksaan menyeluruh dapat mencakup keterangan para pekerja dan saksi, kondisi tembok sebelum pembongkaran, metode pelaksanaan pekerjaan, serta dokumen teknis dan pengawasan proyek.

Langkah tersebut penting untuk mengetahui faktor penyebab kecelakaan dan memastikan apakah terdapat kelalaian dalam pelaksanaan pekerjaan.

Dari sisi keselamatan kerja, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja menjadi salah satu landasan yang relevan untuk menilai pemenuhan ketentuan keselamatan di tempat kerja. Penerapan ketentuan tersebut perlu ditelaah sesuai karakteristik pekerjaan dan hasil pemeriksaan di lapangan.

Baca juga :  Hasil Tangkapan Ikan Minim, Nelayan Mandangin Pilih Tambatkan Perahu

Sementara itu, penentuan apakah suatu peristiwa mengandung unsur pidana harus didasarkan pada hasil penyelidikan dan penyidikan serta bukti yang ditemukan.

Karena itu, belum ditemukannya indikasi tertentu pada tahap awal tidak serta-merta menjelaskan seluruh faktor yang menyebabkan kecelakaan.

Hingga kini, Polres Sampang menyatakan masih mendalami peristiwa tersebut. Penyebab pasti ambruknya tembok dan ada atau tidaknya faktor kelalaian baru dapat dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut. (ali/nda)

Berita Terkait

Dicatut untuk Peras dan Intimidasi Sekolah, PWI Sampang Bakal Tempuh Jalur Hukum
Open Bidding Sekda Sampang Tak Jelas, Perpanjangan SK Pj Sekda Kembali Diusulkan
Lindungi Pekerja Informal, BPJS Ketenagakerjaan Madura Jaring 12 Peserta Baru di Sampang
Pekerja Tewas Tertimpa Rangka Bangunan SDN Komis I Sampang, Kontraktor Bungkam soal K3
Nemor Kara, Pemkab Sampang Gelar Salat Istisqa Meminta Hujan
Bongkar Arena Sabung Ayam di Batuporo Barat, Kapolres Sampang Komitmen Tindak Tuntas Perjudian
Rayakan Hari Santri Nasional, PCNU Sampang Tancap Gas Kerja Nyata
Doa Kebangsaan di Polres Sampang, Kapolres Sentil Bahaya Hoaks yang Bisa Memecah Belah Warga

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Dicatut untuk Peras dan Intimidasi Sekolah, PWI Sampang Bakal Tempuh Jalur Hukum

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Pekerja Tewas Tertimpa Reruntuhan Sekolah, Polres Sampang Sebut Belum Temukan Unsur Kesengajaan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:04 WIB

Lindungi Pekerja Informal, BPJS Ketenagakerjaan Madura Jaring 12 Peserta Baru di Sampang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:33 WIB

Pekerja Tewas Tertimpa Rangka Bangunan SDN Komis I Sampang, Kontraktor Bungkam soal K3

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:23 WIB

Nemor Kara, Pemkab Sampang Gelar Salat Istisqa Meminta Hujan

Berita Terbaru