Serapan Tembakau Sampang Masih Minim, Petani Cemas Harga Jatuh

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lahan temabakau di Desa Taman Sareh, Kecamatan Sampang. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)

Lahan temabakau di Desa Taman Sareh, Kecamatan Sampang. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Musim panen tembakau di sejumlah wilayah Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, belum diikuti ramainya aktivitas tengkulak.

Kondisi tersebut membuat sebagian petani mulai cemas, terutama mereka yang mengandalkan penjualan daun tembakau dalam kondisi mentah langsung dari lahan.

Di sejumlah desa, petani mengaku masih minim pembeli yang datang ke areal pertanian. Padahal, tanaman tembakau mulai memasuki ukuran yang biasanya menjadi waktu bagi tengkulak dari Pamekasan maupun daerah lain untuk mencari hasil panen.

Bagi petani yang terbiasa menjual tembakau tanpa melalui proses pengeringan, waktu menjadi salah satu faktor penting. Daun yang semakin tua berpotensi mengalami penurunan harga, terlebih apabila tanaman terkena hujan sebelum terserap pasar.

Baca juga :  Desa Labuhan Menuju Smart Village, Layanan Publik Berbasis Digital Kian Lengkap

Wasil, warga Desa Taman Sareh, Kecamatan Sampang, mengatakan sepinya tengkulak bukan hanya terjadi tahun ini. Kondisi serupa, kata dia, juga dirasakan sejak musim sebelumnya.

“Biasanya kalau ukuran tembakau sudah segini banyak tengkulak dari Pamekasan atau daerah lain yang datang mencari tembakau, tapi dari tahun kemarin tengkulak sepi,” ujar Wasil.

Menurutnya, keterlambatan pembeli membuat petani berada dalam posisi sulit. Tanaman yang terlalu lama dibiarkan di lahan berisiko mengalami penurunan nilai jual, sementara biaya produksi sudah lebih dahulu dikeluarkan.

“Kalau semakin tua nanti harga makin turun dan akhirnya harus dijual rugi, padahal untuk modal menanam saja banyak warga yang masih berhutang,” tambahnya.

Baca juga :  Diduga Cabuli Dua Guru dan Wali Murid, Kepsek di Kecamatan Omben Sampang Terancam 12 Tahun Penjara

Kekhawatiran serupa disampaikan Mudani, warga lainnya. Pengalaman musim sebelumnya masih membekas ketika tengkulak baru datang saat kondisi tembakau sudah terlalu tua.

Mudani menyebut biaya yang dikeluarkan petani untuk menggarap satu petak tembakau dapat mencapai Rp5 juta hingga Rp6 juta. Namun, minimnya serapan membuat hasil penjualan pada musim sebelumnya tidak mampu menutup biaya produksi tersebut.

“Tahun kemarin dalam satu petak saya bisa habis Rp5 sampai Rp6 juta, tapi karena sepi tengkulak jadi harus dijual rugi. Bahkan dalam satu petak hanya bisa dijual Rp1,5 juta, bahkan ada yang tidak sampai satu juta satu petak,” kata Mudani.

Baca juga :  Pengelolaan Anggaran TPS di Desa Larlar Sampang Tuai Polemik

Kondisi tersebut membuat sebagian petani kini memilih menunggu kepastian pembeli sembari memantau perkembangan tanaman di lahan. Semakin lama tembakau tertahan, semakin besar kekhawatiran terhadap kualitas dan harga jual hasil panen.

Bagi petani yang menggantungkan pendapatan dari satu musim tanam, hasil penjualan tembakau bukan sekadar soal keuntungan. Pendapatan dari panen juga menjadi sumber untuk menutup biaya produksi dan kewajiban modal yang telah dikeluarkan selama masa tanam. (ali/nda)

Berita Terkait

Kasus Dugaan Penganiayaan di Ketapang Masuk Penyidikan, Terlapor Dua Kali Mangkir
Tiga ABH Diamankan Polres Sampang, Pelajar 13 Tahun Diduga Dirudapaksa di Toilet Sekolah
Dendam Lama Diduga Jadi Motif Pembunuhan Nelayan di Camplong Sampang
Eksekusi Aset Rp1,3 Miliar di Sampang Diwarnai Keberatan Pemilik Lama
464 Sekolah di Sampang Rusak, Dewan Beri Opsi Pakai Dana BTT untuk Perbaikan
Fraksi PAN DPRD Sampang Soroti Banyak Jalan Rusak Tak Tersentuh Pemerintah
Kekeringan Landa Kota Bahari, Forum Sampang Sahat Salurkan Satu Juta Liter Air
Pernah Gagal Akibat Tak Penuhi Kuorum, Kini Rapat Paripurna DPRD Sampang Kembali Molor

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 10:06 WIB

Serapan Tembakau Sampang Masih Minim, Petani Cemas Harga Jatuh

Jumat, 11 September 2026 - 06:53 WIB

Tiga ABH Diamankan Polres Sampang, Pelajar 13 Tahun Diduga Dirudapaksa di Toilet Sekolah

Jumat, 11 September 2026 - 05:42 WIB

Dendam Lama Diduga Jadi Motif Pembunuhan Nelayan di Camplong Sampang

Rabu, 9 September 2026 - 13:36 WIB

Eksekusi Aset Rp1,3 Miliar di Sampang Diwarnai Keberatan Pemilik Lama

Selasa, 8 September 2026 - 11:34 WIB

464 Sekolah di Sampang Rusak, Dewan Beri Opsi Pakai Dana BTT untuk Perbaikan

Berita Terbaru

Pengunjung sedang membaca buku di Perpustakaan Daerah Pamekasan. (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA)

Pamekasan

TKM Pamekasan Merosot, Masuk Empat Daerah Terendah di Jatim

Jumat, 11 Sep 2026 - 12:16 WIB