Belum Punya Gedung Permanen, 30 Murid Baru Sekolah Rakyat Pamekasan Dititip di Sampang

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah siswi SRMP 29 Pamekasan mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas beberapa waktu lalu. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

Sejumlah siswi SRMP 29 Pamekasan mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas beberapa waktu lalu. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sebanyak 30 murid baru Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan tahun ajaran 2026/2027 dipastikan akan menjalani proses belajar mengajar di Kabupaten Sampang.

Kebijakan tersebut diambil karena hingga saat ini Kabupaten Pamekasan belum memiliki bangunan permanen Sekolah Rakyat (SR).

Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan, Lukman Hakim menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat bagi daerah yang belum memiliki fasilitas Sekolah Rakyat permanen.

Menurutnya, siswa dari daerah yang belum memiliki gedung permanen akan ditempatkan sementara di kabupaten terdekat yang telah memiliki fasilitas lengkap.

“Hal itu sudah ketentuan dari pemerintah pusat. Tapi itu hanya untuk siswa baru tahun ajaran 2026/2027 yang boyong ke Sampang. Kalau yang sudah berjalan tetap menempati yang sudah ada di eks Akper itu,” jelasnya.

Baca juga :  Perkuat Sinergi Ulama dan Umara, Kapolres Pamekasan Sambangi Rais PBNU RKH. Moh. Muddatstsir Badruddin

Lukman mengatakan, saat ini hanya Kabupaten Sampang yang telah memiliki bangunan Sekolah Rakyat permanen di wilayah Madura. Karena itu, siswa baru dari Kabupaten Pamekasan, Bangkalan, dan Sumenep akan dititipkan sementara di sana.

Ia memastikan kebijakan tersebut hanya bersifat sementara. Apabila pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Pamekasan telah terealisasi, seluruh siswa asal Pamekasan akan dipindahkan kembali ke daerahnya.

Saat ini, Pemkab Pamekasan masih menunggu persetujuan pemerintah pusat terkait lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Sedikitnya terdapat empat lokasi yang diajukan dan masih dalam proses evaluasi oleh pemerintah pusat.

Menurut Lukman, proses belajar mengajar tahun ajaran 2026/2027 dijadwalkan dimulai pada Juli mendatang. Karena itu, pemerintah harus memastikan seluruh siswa telah memiliki tempat belajar yang representatif.

“Kira-kira bulan Juli itu ke Sampang untuk proses belajar mengajarnya. Alhamdulillah juga untuk SPMB SR ini aman malah melebihi kuota,” terangnya.

Baca juga :  FKPPN Pamekasan Tolak Upaya Mediasi Kasus Dugaan Pengrusakan Mangrove Desa Tanjung

Sementara itu, Kepala SRMP 29 Pamekasan, Aisyah Minarni Mukti, membenarkan rencana pemindahan sementara peserta didik baru ke Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sampang.

Ia menjelaskan, saat kunjungan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, ke Sekolah Rakyat di Desa Batukarang, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, pemerintah menargetkan seluruh fasilitas sudah siap digunakan pada awal Juli 2026.

Dengan demikian, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan dapat dimulai pada 11 Juli 2026.

Menurut Aisyah, kebijakan tersebut dilakukan agar proses pendidikan siswa Sekolah Rakyat tidak tertunda hanya karena persoalan ketersediaan lahan di Pamekasan.

“Sehingga apabila Kabupaten Pamekasan nanti sudah ada lahannya tentu itu langsung dibangun oleh Kementerian PUPR RI dan para siswa rakyat kami bisa bermigrasi ke sekolah permanen yang sudah ada,” ujarnya.

Baca juga :  Kurang Modal, Ratusan Koperasi di Pamekasan Mati Suri

Aisyah mengungkapkan, fasilitas Sekolah Rakyat permanen di Sampang tergolong sangat lengkap. Kawasan pendidikan tersebut berdiri di atas lahan seluas 8,4 hektare dengan berbagai sarana penunjang.

Mulai dari ruang kelas, asrama putra dan putri, masjid, rumah susun untuk guru, hingga lapangan sepak bola berstandar PSSI tersedia di kawasan tersebut.

Pada tahun ajaran baru nanti, Sekolah Rakyat permanen Sampang akan menampung 270 siswa asal Kabupaten Sampang, yang terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA masing-masing sebanyak 90 siswa.

Selain itu, sekolah tersebut juga akan menerima siswa titipan dari tiga kabupaten lain di Madura, yakni Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep, masing-masing sebanyak 30 siswa.

“Dan titipan ini bersifat sementara,” tandasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Data Kekeringan Pamekasan Belum Final, BPBD Prediksi Wilayah Terdampak Akibat El Nino Meluas
SMP Negeri di Pamekasan Sepi Peminat, 32 Sekolah Tak Penuhi Kuota Siswa
Stok Beras Bulog Madura Naik 150 Persen, DPRD Pamekasan Ingatkan Ancaman Kemarau Panjang
Karya AJP Diapresiasi, Buku Pamekasan Mencari Identitas Masuk Agenda Kajian di Dies Natalis ke-60 UIN Madura
Siswi SDI Al-Mujtama’ Kontingen Pamekasan Raih Medali Emas, Wakili Jatim Berlaga di O2SN Nasional
Front One dan Azana Style Hotel Madura Kantongi Sertifikat Halal, Perkuat Layanan Ramah Wisatawan Muslim
Benjolan di Selangkangan Bayi Jangan Diabaikan, Dokter RSUD SMART Ungkap Bahaya Hernia
RSUD Smart Pamekasan Ingin Kelola Parkir Sendiri, Pemkab Minta Fokus Tingkatkan Layanan

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 03:16 WIB

Data Kekeringan Pamekasan Belum Final, BPBD Prediksi Wilayah Terdampak Akibat El Nino Meluas

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:37 WIB

SMP Negeri di Pamekasan Sepi Peminat, 32 Sekolah Tak Penuhi Kuota Siswa

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:21 WIB

Stok Beras Bulog Madura Naik 150 Persen, DPRD Pamekasan Ingatkan Ancaman Kemarau Panjang

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:33 WIB

Siswi SDI Al-Mujtama’ Kontingen Pamekasan Raih Medali Emas, Wakili Jatim Berlaga di O2SN Nasional

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:12 WIB

Front One dan Azana Style Hotel Madura Kantongi Sertifikat Halal, Perkuat Layanan Ramah Wisatawan Muslim

Berita Terbaru