PAMEKASAN || KLIKMADURA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan terus menggenjot capaian imunisasi dasar lengkap yang hingga kini masih berada di angka 87 persen. Berbagai upaya dilakukan agar seluruh anak memperoleh haknya mendapatkan perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Salah satu langkah yang ditempuh yakni menggelar Program Grant Immunization bersama 10 lokus di dua desa di Kecamatan Pamekasan. Kegiatan tersebut dipusatkan di Balai Desa Panempan, Kamis (23/7), dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, pemerintah desa, hingga organisasi mitra.
Kepala Dinkes Pamekasan dr. Saifudin mengatakan, imunisasi merupakan intervensi kesehatan yang terbukti efektif mencegah berbagai penyakit menular. Manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh anak yang diimunisasi, tetapi juga memberikan perlindungan bagi keluarga dan masyarakat secara luas.
Menurutnya, Program Grant Immunization menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh pihak agar tidak ada lagi anak yang tertinggal dari layanan imunisasi.
“Program ini menjadi penguat kolaborasi antara pemerintah, organisasi mitra, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan cakupan imunisasi,” ujarnya.
Saifudin mengungkapkan, capaian imunisasi di Kabupaten Pamekasan yang masih berada di angka 87 persen berpotensi memicu munculnya kembali Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Di antaranya campak, tuberkulosis (TBC), difteri, tetanus, hingga penyakit menular lainnya.
Karena itu, Dinkes menargetkan cakupan imunisasi bisa mencapai 100 persen pada tahun ini. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari penolakan sebagian masyarakat hingga berbagai kendala di lapangan.
“Kami akan terus berupaya mencapai target tersebut, meskipun tantangannya memang masih ada,” katanya.
Untuk mempercepat pencapaian target, Dinkes meminta seluruh puskesmas meningkatkan kualitas pelayanan imunisasi sekaligus aktif menelusuri anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Bidan desa dan kader Posyandu juga didorong terus melakukan edukasi serta pendampingan kepada keluarga.
Selain itu, PKK di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa diminta menggerakkan masyarakat agar rutin datang ke Posyandu. Pemerintah desa pun diharapkan memberikan dukungan kebijakan dan pemberdayaan masyarakat agar pelaksanaan imunisasi berjalan optimal.
Saifudin juga mengajak seluruh orang tua agar tidak ragu membawa anak ke Posyandu maupun Puskesmas sesuai jadwal imunisasi. Menurutnya, imunisasi merupakan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi.
“Kalaupun ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), tenaga kesehatan akan melakukan pendampingan. Yang terpenting, setiap anak mendapatkan haknya untuk terlindungi dari berbagai penyakit,” tegasnya. (enk/nda)













