PAN Klaim Partai Anak Nahdliyin, GP Ansor Sumenep Minta Presiden Evaluasi hingga Copot Menteri Desa

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PC GP Ansor Sumenep, KH. Qumri Rahman. (DOK. KLIKMADURA)

Ketua PC GP Ansor Sumenep, KH. Qumri Rahman. (DOK. KLIKMADURA)

SUMENEP || KLIKMADURA – PC GP Ansor Sumenep menyoroti klaim Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai “partainya anak Nahdliyin”. Organisasi kepemudaan tersebut menilai klaim itu bertolak belakang dengan kondisi kader muda Nahdlatul Ulama (NU) yang bekerja sebagai pendamping desa.

Ketua PC GP Ansor Sumenep, KH. Qumri Rahman mengatakan, sejumlah kader muda Nahdliyin yang selama ini mengabdi sebagai pendamping desa disebut mengalami relokasi oleh Kementerian Desa. Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan tanpa dasar dan pertimbangan yang jelas serta transparan.

Qumri menilai, kondisi tersebut menjadi kontradiksi dengan klaim PAN yang selama ini berupaya mendekatkan diri kepada kalangan Nahdliyin.

Baca juga :  Arifatul Choiri Fauzi, Kader NU Kelahiran Bangkalan Madura Ditunjuk Prabowo Jadi Menteri PPPA

“Di satu sisi PAN mengklaim sebagai ‘partainya anak Nahdliyin’, tapi di sisi lain PAN melalui menterinya malah merugikan anak-anak muda NU yang khidmat dan mengabdi di desa dengan direlokasi,” ujarnya.

Menurut dia, apabila PAN ingin membangun kedekatan dengan warga Nahdliyin, hal tersebut seharusnya diwujudkan melalui program dan kebijakan yang konkret. Bukan justru melalui kebijakan yang dinilai merugikan kader muda NU yang selama ini mengabdi di desa.

“Atas hal tersebut, jelas fakta di lapangan sangat bertolak belakang dengan klaim yang selama ini digembar-gemborkan,” tegasnya.

Baca juga :  Kembali Dilantik Jadi Anggota DPR RI, Slamet Ariyadi Komitmen Perjuangkan Petani dan Madura Provinsi

PC GP Ansor Sumenep, lanjut Qumri, menyampaikan sejumlah sikap terkait persoalan tersebut. Pertama, pihaknya mendukung penuh gerakan yang dilakukan PW GP Ansor Jawa Timur.

“Kami siap mendukung dan membackup gerakan yang dilakukan oleh PW Ansor Jatim,” tuturnya.

Kedua, PC GP Ansor Sumenep meminta agar warga Nahdliyin tidak dijadikan sebagai komoditas politik. Sebab, di tengah berbagai klaim politik tersebut, pihaknya menilai masih terdapat kader muda NU yang mengalami ketidakadilan akibat kebijakan relokasi sebagai pendamping desa.

Ketiga, GP Ansor Sumenep meminta Presiden melakukan evaluasi terhadap Menteri Desa. Menurut Qumri, Kementerian Desa harus lebih fokus terhadap tugas dan tanggung jawabnya dalam memaksimalkan pembangunan serta program di tingkat desa.

Baca juga :  Temuan Gubernur Khofifah, 16 Korban Meninggal Akibat Campak di Sumenep Tak Pernah Diimunisasi

“Selama ini Menteri Desa tidak fokus pada pekerjaannya, sehingga desa menjadi terbengkalai sepertinya. Untuk itu, Menteri Desa agar fokus pada pekerjaannya sehingga kerja-kerja desa lebih maksimal,” katanya.

Apabila tidak terdapat evaluasi dan perbaikan terhadap kebijakan tersebut, PC GP Ansor Sumenep menyerukan agar Presiden mengambil langkah lebih tegas terhadap Menteri Desa.

“Jika belum ada evaluasi dari Menteri Desa, kami menyerukan dan meminta Presiden agar mengevaluasi dan mencopot Menteri Desa,” pungkasnya. (nda)

Berita Terkait

Warga Pamolokan Sumenep Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan
Susun RDTR, Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Keselarasan Kepentingan
Bupati Fauzi Ajak Pelajar Sumenep Kritis Hadapi Banjir Informasi Digital
Bupati Fauzi Turun Tangan Atasi Kekeringan, 1,2 Juta Liter Air Bersih Disalurkan kepada Warga Terdampak
DPMD Sumenep Pastikan Pilkades 2027 Digelar Dua Sistem, 246 Desa Siap Pilih Pemimpin Baru
Praktik Renang Berujung Duka, Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal di Sungai Nangka
Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean, Diduga Cabuli Anak di Ruang Guru SD
Hadiri Kick Off Peringatan HSN 2026, Bupati Fauzi: Momentum Menghargai Perjuangan Para Syuhada

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Warga Pamolokan Sumenep Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Susun RDTR, Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Keselarasan Kepentingan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Bupati Fauzi Ajak Pelajar Sumenep Kritis Hadapi Banjir Informasi Digital

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Bupati Fauzi Turun Tangan Atasi Kekeringan, 1,2 Juta Liter Air Bersih Disalurkan kepada Warga Terdampak

Senin, 5 Oktober 2026 - 03:55 WIB

DPMD Sumenep Pastikan Pilkades 2027 Digelar Dua Sistem, 246 Desa Siap Pilih Pemimpin Baru

Berita Terbaru