Doanya Menembus Langit, Bang Ali Berangkatkan Angga dan Ibunya ke Tanah Suci Mekkah

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Founder Bashra BIP, Ali Zainal Abidin bercengkrama dengan Angga dan ibunya usai membahas pemberangkatan ke tanah suci Mekkah. (KLIKMADURA)

Founder Bashra BIP, Ali Zainal Abidin bercengkrama dengan Angga dan ibunya usai membahas pemberangkatan ke tanah suci Mekkah. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Angga mungkin tidak pernah tahu kapan mimpinya akan benar-benar sampai ke langit. Namun, setiap kali melihat bus melintas di pinggir jalan, anak berkebutuhan khusus asal Desa Lemper, Kecamatan Pademawu, Pamekasan itu selalu melambaikan tangan sambil berteriak penuh harap, “Haji, haji.”

Tidak ada yang tahu seberapa lama Angga menyimpan keinginan itu. Tetapi Allah seolah telah menyiapkan jalan yang tidak pernah dibayangkan oleh bocah tersebut dan keluarganya.

Jalan itu datang melalui tangan seorang dermawan. Ali Zainal Abidin, Founder Bashra Bani Insan Peduli, yang akrab disapa Bang Ali, bukan sekadar menghadirkan hadiah. Dia datang membawa jawaban atas doa yang selama ini mungkin hanya mampu dipanjatkan dalam diam.

Berawal dari kegiatan jalan sehat atau JJS dalam rangka pembukaan Toko Emas Central 88 Gold and Jewellery di Kabupaten Pamekasan, sebuah kejutan besar menanti Angga. Di antara hadiah yang disiapkan, namanya keluar sebagai salah satu penerima hadiah umroh.

Bagi sebagian orang, hadiah mungkin hanya sekadar sesuatu yang diterima. Tetapi bagi Angga, hadiah itu adalah pintu menuju mimpi yang selama ini hanya mampu diteriakkan setiap melihat bus melintas.

Angga akan pergi ke Tanah Suci. Angga akan melihat Mekkah. Angga akan mendekat ke tempat yang selama ini mungkin hanya hadir dalam doa dan angan-angannya. Namun, kebahagiaan itu sempat bercampur dengan kekhawatiran.

Angga adalah anak berkebutuhan khusus. Keluarganya tentu tidak mungkin membiarkan dia berangkat seorang diri ke Tanah Suci. Dia membutuhkan pendamping, membutuhkan tangan keluarga yang selalu menggenggamnya.

Baca juga :  Tolak RUU Kesehatan, Ribuan Nakes di Pamekasan Turun Jalan

Masalahnya, keluarga Angga hidup dalam keterbatasan. Tidak ada biaya untuk memberangkatkan anggota keluarga sebagai pendamping. Mimpi itu pun seolah kembali berdiri di persimpangan.

Di satu sisi, Angga telah mendapatkan hadiah umroh. Di sisi lain, siapa yang akan menemaninya? Kekhawatiran keluarga itu ternyata tidak dibiarkan terlalu lama.

Bang Ali kembali membuat keputusan yang menyentuh hati. Dia tidak ingin Angga berangkat sendirian. Bang Ali memberikan satu paket umroh lagi untuk Sulastri, ibunda tercinta Angga. Sekejap, suasana berubah. Tangis pecah.

Sulastri tidak mampu menyembunyikan kebahagiaan yang membuncah di dalam dadanya. Air mata mengalir dari kelopak matanya, sementara bibirnya tidak berhenti mengucapkan syukur kepada Allah SWT.

Angga akhirnya tidak hanya meraih mimpinya. Dia juga membawa serta ibunya. Anak dan ibu itu akan berangkat bersama. Menjemput panggilan suci yang selama ini mungkin terasa begitu jauh dari kehidupan mereka yang serba pas-pasan.

“Ibadah ke tanah suci itu panggilan, Alhamdulillah Angga dan ibundanya dipanggil untuk bersama-sama melaksanakan ibadah umrah,” kata Bang Ali.

Bagi Bang Ali, kebahagiaan itu tidak berhenti ketika hadiah diberikan. Dia menitipkan doa kepada Angga dan Sulastri agar perjuangan Bashra Bani Insan Peduli terus mendapatkan ridha dari Allah SWT.

Dia juga berharap seluruh tim relawan selalu diberikan kesehatan agar perjuangan kemanusiaan yang dilakukan dapat terus berjalan.

Baca juga :  Harga Minyak Goreng di Pamekasan Meroket, Jauh di Atas HET

Sulastri berkali-kali mengusap air matanya. Dia masih seperti tidak percaya bahwa doa yang selama ini dipanjatkan akhirnya menemukan jalannya.

Perempuan itu mengaku tidak pernah membayangkan bisa terbang ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umroh. Kehidupan sehari-hari yang dijalani dengan segala keterbatasan membuat impian tersebut terasa begitu jauh.

Tetapi Sulastri tidak pernah berhenti berdoa. Dia tetap meminta kepada Allah SWT agar suatu hari bisa menjadi tamu-Nya di Tanah Suci. Dan kini, doa itu dijawab melalui jalan yang tidak pernah dia duga. Melalui kedermawanan Bang Ali.

“Alhamdulillah terima kasih Bang Ali, tidak ada lain yang bisa kami berikan kecuali ucapan terima kasih sebesar-besarnya. Kami doakan seluruh usaha Bang Ali diberi kelancaran oleh Allah,” katanya dengan suara yang masih bergetar.

Namun, rupanya kebahagiaan Angga dan Sulastri belum berhenti di situ. Di tengah cerita yang mengharukan itu, Sulastri mengungkapkan sebuah keinginan sederhana putranya. Saat mengikuti JJS, Angga sebenarnya sangat menginginkan hadiah sepeda.

Keinginan itu bukan tanpa alasan. Dari teman-teman bermainnya, hanya Angga yang tidak memiliki sepeda. Bagi banyak orang, sepeda mungkin hanya benda biasa.

Namun, bagi seorang anak, memiliki sepeda bisa menjadi kebahagiaan yang sangat besar. Dan ketika mendengar cerita itu, hati Bang Ali kembali tersentuh.

Sekali lagi, pria yang selama ini dikenal aktif berbagi melalui Bashra Bani Insan Peduli tersebut memilih untuk mewujudkan sebuah mimpi. Mimpi Angga memiliki sepeda. Maka, hari itu Angga mendapatkan lebih dari yang pernah dia bayangkan.

Baca juga :  Prof AQ dan Spirit Perjuangan Madura Provinsi

Anak yang dulu berdiri di pinggir jalan sambil melambaikan tangan dan berteriak, “Haji, haji,” kini benar-benar akan menuju Tanah Suci bersama ibunya.

Anak yang hanya ingin mendapatkan hadiah sepeda karena tidak ingin berbeda dari teman-teman bermainnya, kini juga akan memiliki sepeda impiannya.

Bang Ali tidak hanya memberikan hadiah. Dia memberikan harapan kepada keluarga yang hampir kehilangan keyakinan bahwa mimpi mereka bisa terwujud.

Dia tidak hanya memberangkatkan Angga dan Sulastri ke Mekkah. Dia menyatukan mimpi seorang anak dengan doa seorang ibu. Di situlah kedermawanan menemukan maknanya yang paling indah.

Sebab, terkadang seseorang tidak perlu menjadi sangat kaya untuk memiliki mimpi. Yang dibutuhkan hanyalah satu tangan yang bersedia mengulurkan kebaikan. Dan bagi Angga, tangan itu datang melalui Bang Ali.

Kini, ketika suatu hari nanti Angga kembali melihat bus melintas di jalan, mungkin dia tidak lagi sekadar melambaikan tangan sambil meneriakkan kata “haji”.

Sebab, mimpi yang dulu hanya mampu diteriakkan dari pinggir jalan itu telah dijawab. Bukan hanya dengan sebuah perjalanan ke Tanah Suci.

Tetapi juga dengan kasih sayang, kepedulian, dan kedermawanan yang membuat seorang anak dan ibunya percaya bahwa doa tidak pernah benar-benar pergi ke mana-mana. Doa itu hanya menunggu waktu terbaik untuk pulang sebagai kenyataan. (nda)

Berita Terkait

HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi
Sarungan di Kampus, UIM Teguhkan Identitas Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045
Wajibkan Bahasa Madura Diajarkan di Sekolah, Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jatim
Dishub Pamekasan Usulkan Rp 1,2 Miliar untuk Pengadaan PJU di Empat Titik
Investor Bisa Berpikir Ulang ke Pamekasan, HIPMI Buka Suara Soal Pembongkaran Indomaret
PAD Parkir Pamekasan Tembus Rp4,4 Miliar, Target 2026 Masih Kurang Rp600 Juta
Biaya Listrik PJU Pamekasan Tembus Rp16,1 Miliar
Hari Santri Nasional 2026, UIM Perkuat Tradisi Pesantren Lewat Berbagai Kegiatan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:18 WIB

HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Sarungan di Kampus, UIM Teguhkan Identitas Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Wajibkan Bahasa Madura Diajarkan di Sekolah, Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jatim

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Dishub Pamekasan Usulkan Rp 1,2 Miliar untuk Pengadaan PJU di Empat Titik

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:18 WIB

Investor Bisa Berpikir Ulang ke Pamekasan, HIPMI Buka Suara Soal Pembongkaran Indomaret

Berita Terbaru