Edy Gelora Nilai BPS Terlalu Kaku Menilai Aset Fisik, Minta Jalur Sanggah DTSEN Diperkuat

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD Partai Gelora Pamekasan Mohammad Saedy Romli (ISTIMEWA).

Ketua DPD Partai Gelora Pamekasan Mohammad Saedy Romli (ISTIMEWA).

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Persoalan pendataan tingkat kesejahteraan masyarakat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi riil mendapat perhatian dari kalangan legislatif.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pamekasan Mohammad Saedy Romli menilai, salah satu akar persoalan tersebut terletak pada sistem penilaian yang dinilai terlalu kaku dalam melihat aset fisik masyarakat.

Selain itu, dia juga menyoroti proses ground checking atau verifikasi kondisi masyarakat di lapangan. Menurutnya, pendataan terkadang dilakukan secara terburu-buru tanpa memotret secara utuh kemampuan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Baca juga :  Libur Nataru, Penumpang di Terminal Ronggosukowati Naik 3 Persen

“Jadi, akar masalahnya di situ, petugas terlalu kaku menilai aset fisik masyarakat. Tanpa mengetahui daya beli mereka seperti apa,” kata pria yang juga Ketua DPD Partai Gelora Indonesia Pamekasan itu.

Menurut Edy, verifikasi yang tidak akurat berpotensi menyebabkan masyarakat prasejahtera masuk dalam kategori desil tinggi. Akibatnya, warga yang seharusnya berhak memperoleh bantuan pemerintah maupun beasiswa pendidikan berpotensi tidak mendapatkan haknya.

Pria yang akrab disapa Edy Gelora iti meminta pemerintah dan Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat mekanisme atau jalur sanggah bagi masyarakat yang merasa data tingkat kesejahteraannya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Baca juga :  Ratusan Massa Kepung KPU dan Bawaslu Pamekasan, Minta Hitung Ulang Hasil Pemilu

Menurutnya, mekanisme tersebut dapat dilakukan melalui musyawarah desa (musdes) secara transparan. Proses tersebut juga perlu melibatkan perangkat di tingkat lokal yang benar-benar memahami kondisi masyarakat.

“Jadi tidak cukup hanya petugas,” kata Edy, sapaan akrabnya.

Dia berharap, persoalan ketidaksesuaian data DTSEN dapat segera diselesaikan secara tepat dan cepat. Para petugas juga diharapkan lebih teliti dalam melakukan proses pendataan dan verifikasi di lapangan.

“Iya, semuanya juga harus terlibat dalam penyelesaian permasalahan ini,” tandasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

KOHATI Pamekasan Gembleng Kader Jadi Pemimpin Andal Lewat Public Speaking Class
Dua Ahli Waris Lahan TK ABA IV Pamekasan Penuhi Panggilan Polres, Sampaikan Kesaksian Dumas ke Polda Jatim
AJP Salurkan Air Bersih di 11 Kecamatan Terdampak Kekeringan
Doanya Menembus Langit, Bang Ali Berangkatkan Angga dan Ibunya ke Tanah Suci Mekkah
Direktur Klik Madura Bekali Pengurus Organisasi Santri SDI Al-Munawwarah Public Speaking
Harga Tembakau Madura Turun, Ternyata Ini Penyebabnya
Hadapi Era Digital, Disdikbud Pamekasan Bentuk 50 Rintisan Sekolah Model
Warga Pamekasan Mengeluh Masuk Desil Tinggi, BPS Ungkap Penentu DTSEN Tak Hanya Pendapatan

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 01:08 WIB

Edy Gelora Nilai BPS Terlalu Kaku Menilai Aset Fisik, Minta Jalur Sanggah DTSEN Diperkuat

Minggu, 6 September 2026 - 13:56 WIB

KOHATI Pamekasan Gembleng Kader Jadi Pemimpin Andal Lewat Public Speaking Class

Minggu, 6 September 2026 - 07:51 WIB

Dua Ahli Waris Lahan TK ABA IV Pamekasan Penuhi Panggilan Polres, Sampaikan Kesaksian Dumas ke Polda Jatim

Minggu, 6 September 2026 - 07:46 WIB

AJP Salurkan Air Bersih di 11 Kecamatan Terdampak Kekeringan

Minggu, 6 September 2026 - 03:41 WIB

Doanya Menembus Langit, Bang Ali Berangkatkan Angga dan Ibunya ke Tanah Suci Mekkah

Berita Terbaru