PAMEKASAN || KLIKMADURA – Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memberikan pembekalan kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Tujuannya, agar pelaksanaan pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat berjalan lebih terarah dan efektif.
Wakil Rektor I UIM, Dr. Muhammad Subhan menyampaikan, pembekalan tersebut bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat peran DPL dalam mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan KKN.
Menurut dia, seluruh proses administrasi dan pelaporan KKN tahun ini wajib menggunakan sistem informasi yang telah disiapkan kampus.
Mulai dari pengajuan proposal, pelaksanaan program hingga penerbitan sertifikat mahasiswa harus terdokumentasi melalui sistem tersebut.
“Tidak boleh ada laporan KKN di luar sistem. Semua tahapan, dari perencanaan sampai akhir kegiatan harus masuk sistem informasi KKN kampus,” katanya.
Selain itu, DPL juga diminta segera melakukan survei ke lokasi penempatan mahasiswa. Hasil survei tersebut akan menjadi dasar penyusunan program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa.
Mahasiswa bersama DPL diwajibkan merancang program unggulan serta program pendamping yang realistis dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Program tersebut nantinya dipresentasikan kepada pemerintah desa sebagai bentuk sinkronisasi kebutuhan dan potensi wilayah.
“Program yang disusun harus relevan dengan kondisi desa dan dapat dilaksanakan secara optimal selama masa KKN berlangsung,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIM, Iswahyu, menjelaskan bahwa jumlah peserta KKN tahun 2026 mencapai 360 mahasiswa.
Ratusan mahasiswa tersebut akan ditempatkan di 18 desa yang tersebar di enam kecamatan. Yakni, Kecamatan Kadur, Larangan, Galis, Proppo, Pasongsongan, dan Camplong.
Selain program KKN reguler, UIM juga menyiapkan skema KKN Kolaboratif yang akan diikuti oleh 20 mahasiswa terpilih.
“Selain KKN reguler, UIM juga mengalokasikan 20 mahasiswa untuk mengikuti skema KKN Kolaboratif,” tandasnya. (ibl/nda).













