Disabet Celurit dari Belakang, Pemuda di Pamekasan Nyaris Tewas

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MR, pemuda asal Kecamatan Palengaan terbaring lemas usai diserang dari belakang oleh pemuda berinisial A warga Kecamatan Proppo. (ISTIMEWA)

MR, pemuda asal Kecamatan Palengaan terbaring lemas usai diserang dari belakang oleh pemuda berinisial A warga Kecamatan Proppo. (ISTIMEWA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Seorang pemuda berinisial MR (27) menjadi korban pembacokan menggunakan senjata tajam jenis celurit. Peristiwa tersebut terjadi di jalan sekitar rumah korban, tepatnya di Dusun Rek Kerrek Laok II, Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (14/3/2025) malam.

Kasihumas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama menjelaskan bahwa kejadian itu berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB. Saat kejadian, korban keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor untuk menjemput ibunya di rumah pamannya.

Di tengah perjalanan, korban tiba-tiba diserang dari belakang oleh pelaku berinisial A (27), warga Desa Campor, Kecamatan Proppo.

Baca juga :  Gagal Diversi, Kasus Perundungan SMPN 2 Pademawu Dilimpahkan ke Kejaksaan

“Pelaku membacok korban dari arah selatan menggunakan senjata tajam jenis celurit,” katanya, Minggu (15/3/2026).

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh, diantaranya luka di bahu kanan dan kiri, luka robek di lengan kiri, luka di bagian leher depan, serta luka di dada bagian atas.

“Usai kejadian, Korban masih dalam keadaan sadar dan warga langsung membawa korban ke IGD Puskesmas Proppo untuk segera mendapatkan penanganan Medis,” ujarnya.

Ipda Ivan mengaku, berdasarkan keterangan sementara, motif penganiayaan diduga dipicu oleh rasa cemburu. Korban juga mengaku sempat menerima ancaman dari pelaku sekitar satu bulan sebelum kejadian.

Baca juga :  Klinik Elysia Estetika Pamekasan Ajak Seluruh Masyarakat All Out Dukung Valen

“Korban menyampaikan bahwa sebelumnya pernah mendapat ancaman. Selain itu, korban juga mengaku kerap disuruh-suruh oleh orang tua dari istri pelaku, yang diduga turut memperkeruh hubungan di antara keduanya,” ucapnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian serta menindak pelaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Masih dalam proses kita lakukan penyelidikan lebih lanjut, kami akan tindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tandasnya. (ibl/nda)

Berita Terkait

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus
Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar
Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026
Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR
Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka
Tak Ingin Kisruh Penolakan Puskesmas Teja Antar Jenazah Pakai Ambulans Berlarut, Dewan Segera Lakukan Klarifikasi
Komisi III DPRD Pamekasan Usul Jembatan Blumbungan Dibangun Ulang
Operasi Wirawaspada 2026 Digelar, Imigrasi Pamekasan Perketat Pengawasan Orang Asing

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 13:43 WIB

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus

Sabtu, 11 April 2026 - 11:57 WIB

Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar

Sabtu, 11 April 2026 - 10:23 WIB

Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 10:03 WIB

Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR

Jumat, 10 April 2026 - 11:30 WIB

Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka

Berita Terbaru