Suntik Modal Rp3,2 Miliar ke BPRS Bhakti Sumekar, Komitmen Pemkab Sumenep Genjot Ekonomi Produktif

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim saat menyampaikan jawaban bupati atas PU fraksi pada rapat peripuna di Kantor DPRD Sumenep. (DOK. KLIKMADURA)

Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim saat menyampaikan jawaban bupati atas PU fraksi pada rapat peripuna di Kantor DPRD Sumenep. (DOK. KLIKMADURA)

SUMENEP || KLIKMADURA – Pemerintah Kabupaten Sumenep menunjukkan komitmen serius dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada sektor produktif. Salah satu langkah strategis yang ditempuh yakni memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui penyertaan modal kepada Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar.

Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar penguatan kelembagaan, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.

“Penyertaan modal ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,” katanya, Senin (13/4/2026).

Baca juga :  Protes Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Aktivis Sodorkan Kotak Amal

Ia menjelaskan, anggaran penyertaan modal tersebut bersumber dari program Upland Project Kementerian Pertanian dengan nilai sekitar Rp3,2 miliar. Program ini secara khusus diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor pertanian, terutama di wilayah lahan kering yang selama ini menjadi salah satu potensi unggulan Kabupaten Sumenep.

Menurut Kiai Imam, kehadiran BPRS Bhakti Sumekar memiliki posisi strategis dalam menopang pembiayaan sektor riil. Terutama bagi pelaku UMKM dan petani yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di ujung timur Madura tersebut.

Dengan tambahan modal itu, kapasitas pembiayaan BPRS diharapkan semakin meningkat. Dampaknya, semakin banyak masyarakat yang bisa mengakses layanan keuangan yang selama ini masih terbatas, khususnya di sektor produktif.

Baca juga :  Tak Pasti Dapat THR, 5.224 PPPK Paruh Waktu di Sumenep Gigit Jari

“Pemerintah daerah optimistis langkah ini akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ucapnya.

Langkah penyertaan modal ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Sumenep tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan. Terutama melalui dukungan nyata terhadap sektor pertanian dan UMKM agar mampu tumbuh lebih mandiri dan berdaya saing. (nda)

Berita Terkait

Harkitnas ke-118 Jadi Momentum RSUD Sumenep Perkuat Pelayanan Kesehatan Humanis
Bupati Sumenep Ajak PCNU Bersinergi Atasi Kemiskinan dan Pengangguran
Tangkap Ikan Pakai Trawl dan Dituduh Rusak Rumpon, Nelayan Branta Tinggi Diminta Bayar Ganti Rugi Rp 30 Juta
PCNU Sumenep Matangkan Arah Perjuangan Lima Tahun ke Depan Melalui Rapat Kerja
Ngopi Bareng Tiga Lembaga, PCNU Sumenep Matangkan Program Jelang Raker
Lakpesdam “Kongkow” Lintas Generasi, Arah Program Kerja Tunduk Pada Mandat Warga Nahdliyin
Pelayanan RSUD Moh. Anwar Sumenep Semakin Optimal, Pasien Beri Apresiasi
Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya, Diduga Korupsi BUMDes Fiktif dan Proyek Desa

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:38 WIB

Harkitnas ke-118 Jadi Momentum RSUD Sumenep Perkuat Pelayanan Kesehatan Humanis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:09 WIB

Bupati Sumenep Ajak PCNU Bersinergi Atasi Kemiskinan dan Pengangguran

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:04 WIB

Tangkap Ikan Pakai Trawl dan Dituduh Rusak Rumpon, Nelayan Branta Tinggi Diminta Bayar Ganti Rugi Rp 30 Juta

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:35 WIB

PCNU Sumenep Matangkan Arah Perjuangan Lima Tahun ke Depan Melalui Rapat Kerja

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:51 WIB

Ngopi Bareng Tiga Lembaga, PCNU Sumenep Matangkan Program Jelang Raker

Berita Terbaru