Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Mangkrak, Keseriusan Kejari Dipertanyakan

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi papan nama Kantor KPU Sumenep. Foto ini buatan AI. (KLIKMADURA)

Ilustrasi papan nama Kantor KPU Sumenep. Foto ini buatan AI. (KLIKMADURA)

SUMENEP || KLIKMADURA – Penanganan dugaan korupsi pengadaan logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep Tahun Anggaran 2024 hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar.

Meski laporan dan pengaduan terkait perkara tersebut telah masuk ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep sejak akhir tahun 2025, perkembangan kasusnya belum juga terlihat secara terang di ruang publik.

Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat. Sebab, hingga memasuki pertengahan tahun 2026, belum ada penjelasan rinci mengenai tahapan penanganan perkara maupun progres yang telah dilakukan oleh aparat penegak hukum.

Pihak Kejari Sumenep beberapa kali menyampaikan bahwa perkara tersebut masih dalam proses. Namun, keterangan yang disampaikan terkesan normatif dan belum menjawab rasa ingin tahu publik mengenai sejauh mana penanganan kasus itu berjalan.

Pada April 2026 lalu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Sumenep, Muhammad Edriyadi Djufri, saat dikonfirmasi wartawan hanya memberikan jawaban singkat. “Masih dalam proses,” ujarnya, kala itu.

Baca juga :  SDT2Q Insan Permata Sumenep Mewisuda Para Penjaga Kalamullah, Satu Anak Khatam 30 Juz, Siswa Kelas 1 Hafal 15 Juz

Sayangnya, saat ditanya lebih lanjut mengenai tahapan yang sedang berlangsung, apakah masih sebatas pengumpulan data dan bahan keterangan, pemeriksaan saksi, atau telah meningkat ke tahap lain, tidak ada penjelasan tambahan yang diberikan.

Situasi serupa kembali terjadi ketika wartawan berupaya memperoleh perkembangan terbaru dari Kepala Seksi Intelijen Kejari Sumenep, Endro Riski Erlazuardi, pada Kamis (4/6/2026).

Alih-alih memberikan informasi terbaru, Endro mengaku akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan bidang yang menangani perkara tersebut.

“Nanti saya tanyakan ke bidang terkait (Pidsus),” katanya singkat.

Minimnya informasi yang disampaikan kepada publik membuat berbagai spekulasi mulai bermunculan. Sejumlah kalangan menilai keterbukaan informasi menjadi hal penting dalam penanganan perkara korupsi, terutama yang berkaitan dengan penggunaan anggaran negara dan penyelenggaraan pemilu.

Sorotan tersebut salah satunya datang dari Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia sekaligus Ketua APSI Jawa Timur, Sulaisi Abdurrazaq.

Baca juga :  BPD Gunung Kesan Akhirnya Angkat Bicara, Janjikan Pembangunan Jalan Segera Dimulai

Menurut Sulaisi, masyarakat tidak sedang meminta substansi perkara dibuka secara keseluruhan, melainkan membutuhkan kepastian mengenai sejauh mana proses hukum berjalan.

“Publik hanya ingin kepastian. Jika memang masih berproses, sejauh mana prosesnya perlu dijelaskan. Transparansi penting agar tidak muncul spekulasi liar di masyarakat,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).

Ia menambahkan, hingga kini belum ada informasi yang jelas mengenai potensi kerugian negara maupun hasil audit yang menjadi dasar pengusutan perkara tersebut.

Padahal, dalam banyak kasus tindak pidana korupsi, perkembangan penanganan biasanya dapat dipantau melalui tahapan yang diumumkan secara terbuka, mulai dari penyelidikan, penyidikan, penetapan tersangka hingga pelimpahan perkara ke pengadilan.

“Padahal, dalam berbagai kasus tindak pidana korupsi, perkembangan proses hukum biasanya dapat diketahui melalui tahapan-tahapan yang diumumkan secara terbuka, mulai dari penyelidikan, penyidikan, penetapan tersangka, hingga pelimpahan perkara ke pengadilan,” katanya.

Baca juga :  Soal Gempa Bumi Pulau Sapudi Diduga Dipicu Pengeboran Migas, Begini Penjelasan BMKG

Menurut Sulaisi, kondisi berbeda justru terlihat dalam penanganan dugaan korupsi logistik KPU Sumenep. Selama beberapa bulan terakhir, informasi yang diterima publik dinilai stagnan dan belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.

“Akibatnya, mulai bermunculan dugaan di tengah masyarakat bahwa perkara tersebut sengaja dibiarkan berlarut-larut atau bahkan berpotensi diselesaikan secara diam-diam tanpa kejelasan hasil penanganan,” pungkasnya.

Kejari Sumenep belum menyampaikan keterangan resmi yang menjelaskan secara rinci status maupun tahapan penanganan perkara dugaan korupsi pengadaan logistik KPU Sumenep Tahun Anggaran 2024.

Publik kini menanti langkah konkret aparat penegak hukum untuk memberikan kepastian sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Sebab, kasus ini tidak hanya menyangkut dugaan penyimpangan anggaran, tetapi juga menjadi ujian terhadap komitmen transparansi dan kredibilitas penegakan hukum di Kabupaten Sumenep. (nda)

Berita Terkait

Kawasan Cagar Budaya Asta Tinggi Terancam, Ansor Jatim dan TACB Sumenep Desak Pemerintah Tutup Permanen Tambang Galian C
Kabar Duka, Legislator PDI Perjuangan Sumenep Abd. Rahman Wafat 
PW Ansor Jatim Desak Polda Bongkar Aktor Intelektual Tambang Ilegal Asta Tinggi, Jangan Berhenti di Dua Tersangka
Lakpesdam-LPBH NU Sumenep Desak Penutupan 5 Tempat Hiburan, Wabup Janji Tak Tebang Pilih
Sumenep Jadi Panggung Lahirnya Bintang Voli Pasir Muda, Bupati Fauzi Bidik Atlet Tembus Nasional hingga Internasional
Hadiri Perayaan HUT ke-80 Bhayangkara, Bupati Fauzi Apresiasi Polres Sumenep Jadi Pilar Penting Jaga Stabilitas Daerah
RSUDMA Sumenep Kantongi Program KJSU 2026, Layanan Kanker hingga Jantung Ditarget Beroperasi Tahun Depan
Didesak Copot Sekdes Rangkap Kepala PAUD, Kadis DPMD Sumenep Langsung Layangkan Surat Panggilan

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 03:22 WIB

Kawasan Cagar Budaya Asta Tinggi Terancam, Ansor Jatim dan TACB Sumenep Desak Pemerintah Tutup Permanen Tambang Galian C

Senin, 6 Juli 2026 - 03:33 WIB

Kabar Duka, Legislator PDI Perjuangan Sumenep Abd. Rahman Wafat 

Jumat, 3 Juli 2026 - 05:11 WIB

PW Ansor Jatim Desak Polda Bongkar Aktor Intelektual Tambang Ilegal Asta Tinggi, Jangan Berhenti di Dua Tersangka

Kamis, 2 Juli 2026 - 06:55 WIB

Lakpesdam-LPBH NU Sumenep Desak Penutupan 5 Tempat Hiburan, Wabup Janji Tak Tebang Pilih

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:11 WIB

Sumenep Jadi Panggung Lahirnya Bintang Voli Pasir Muda, Bupati Fauzi Bidik Atlet Tembus Nasional hingga Internasional

Berita Terbaru