Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan, SMSI Sumenep Boikot Undangan Kapolresta

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi. (DOK. KLIKMADURA)

Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi. (DOK. KLIKMADURA)

SUMENEP || KLIKMADURA – Aksi pengusiran terhadap sejumlah jurnalis saat peresmian Polresta Sumenep berbuntut panjang. Peristiwa yang diduga dilakukan oknum anggota kepolisian itu memicu gelombang protes dari kalangan insan pers di Kabupaten Sumenep.

Insiden tersebut dinilai bukan sekadar tindakan yang melukai martabat jurnalis, tetapi juga dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan. Bahkan, tindakan itu disebut bertentangan dengan semangat Undang-Undang Pers dan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.

Sebagai bentuk protes, sejumlah jurnalis di Kabupaten Sumenep memutuskan memboikot undangan silaturahmi yang dilayangkan Polresta Sumenep kepada organisasi profesi wartawan.

Baca juga :  Ketua DPC PKDI Ubaid Abdul Hayat Ajak Warga Sumenep Tetap Tenang dan Tolak Provokasi

Sikap itu menjadi respons atas insiden pengusiran yang terjadi saat acara peresmian peningkatan status Polres menjadi Polresta.

Salah satu organisasi yang menyatakan sikap paling tegas adalah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep. Organisasi tersebut memastikan tidak akan menghadiri agenda silaturahmi yang diinisiasi Kapolresta Sumenep.

Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, menilai Polresta Sumenep sejak awal tidak menunjukkan itikad baik dalam membangun hubungan kemitraan dengan insan pers. Menurutnya, dugaan pengusiran wartawan saat peresmian justru mencerminkan sikap yang bertolak belakang dengan semangat membangun sinergi.

Baca juga :  Kapolresta Sumenep Temui PMII dan KOPRI, Perkuat Kolaborasi Tangani Kekerasan Seksual

“Kalau memang ingin menjalin kerja sama yang baik dengan wartawan, seharusnya tidak terjadi tindakan pengusiran seperti itu. Hubungan harmonis yang selama ini terbangun justru tercoreng oleh tindakan tersebut,” ujarnya.

Atas dasar itu, SMSI Kabupaten Sumenep menyatakan menolak menghadiri undangan silaturahmi dari Kapolresta Sumenep. Penolakan tersebut merupakan bentuk sikap organisasi terhadap dugaan tindakan arogan yang dialami para jurnalis.

Meski demikian, Wahyudi menegaskan SMSI tetap terbuka apabila Kapolresta Sumenep ingin bersilaturahmi secara langsung dengan organisasi. Namun, khusus terhadap undangan resmi yang telah disebarkan, SMSI memilih memboikot sebagai bentuk protes agar peristiwa serupa tidak kembali terulang. (nda)

Baca juga :  Pemkab Sumenep Klaim Progres Pembangunan Kantor Dewan Senilai Rp 100 Miliar sudah 70 Persen

Berita Terkait

PAN Klaim Partai Anak Nahdliyin, GP Ansor Sumenep Minta Presiden Evaluasi hingga Copot Menteri Desa
Pulau Saobi Gelap Gulita Akibat PLTS Tak Beroperasi Normal, Nelayan hingga Siswa Terdampak
Gagahi Perempuan 17 Tahun, Polresta Sumenep Tangkap Pria 41 Tahun 
Pertamina Urat Nadi Kehidupan Warga Kepulauan
Geger! Warga Batang-Batang Sumenep Temukan Mayat Perempuan Terbakar di Tegalan
311 Pil Y Diamankan di Gapura Sumenep, Polisi Ungkap Dugaan Peredaran Okerbaya
Refleksi Maulid Nabi, Rektor UIM Ajak Civitas Akademika Teladani Akhlak Rasulullah
Polresta Sumenep Gelar Mutasi Besar-besaran, Sejumlah Kasat dan Kapolsek Diganti

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 04:57 WIB

PAN Klaim Partai Anak Nahdliyin, GP Ansor Sumenep Minta Presiden Evaluasi hingga Copot Menteri Desa

Rabu, 2 September 2026 - 15:28 WIB

Pulau Saobi Gelap Gulita Akibat PLTS Tak Beroperasi Normal, Nelayan hingga Siswa Terdampak

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:39 WIB

Gagahi Perempuan 17 Tahun, Polresta Sumenep Tangkap Pria 41 Tahun 

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 02:46 WIB

Pertamina Urat Nadi Kehidupan Warga Kepulauan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:21 WIB

Geger! Warga Batang-Batang Sumenep Temukan Mayat Perempuan Terbakar di Tegalan

Berita Terbaru