PAMEKASAN || KLIKMADURA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2026 menjadi momentum bagi keluarga besar Universitas Islam Madura (UIM) untuk merefleksikan kembali keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Rektor UIM, Dr. H. Ahmad mengatakan bahwa Maulid Nabi tidak cukup dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Momentum ini harus menjadi motivasi kepada para civitas akademika untuk menerapkan nilai kejujuran, amanah, kepedulian, dan akhlak mulia.
“Maulid Nabi harus menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah. Kecintaan itu harus diwujudkan dengan meneladani akhlak dan perilaku beliau,” katanya.
Ahmad mengajak mahasiswa UIM agar menjadikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah sebagai bekal dalam menuntut ilmu dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Menurutnya, semangat Maulid Nabi juga penting untuk memperkuat kebersamaan, kepedulian sosial, serta membangun lingkungan kampus yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Apalagi UIM merupakan kampus yang berbasis Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
“Ilmu harus berjalan bersama iman dan akhlak. Dengan begitu, keberadaan mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (ibl/nda).














