Kekeringan Terus Berulang, Mahasiswa Desak Pemkab Sumenep Perkuat Infrastruktur Air di Sentra Tembakau

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kiromuddin, mahasiswa sekaligus petani muda asal Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan. (KLIKMADURA)

Kiromuddin, mahasiswa sekaligus petani muda asal Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan. (KLIKMADURA)

SUMENEP || KLIKMADURA – Kekeringan yang kembali melanda sejumlah desa sentra tembakau di Kabupaten Sumenep mendapat sorotan dari Kiromuddin, mahasiswa sekaligus petani muda asal Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan.

Ia menilai persoalan tersebut tidak lagi bisa dipandang sebagai bencana musiman, melainkan masalah serius yang membutuhkan solusi jangka panjang.

Menurut Kiromuddin, setiap musim kemarau masyarakat selalu menghadapi dua persoalan mendasar, yakni sulitnya mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dan minimnya pasokan air bagi lahan pertanian.

Kondisi itu dinilai berdampak langsung terhadap produktivitas tembakau yang menjadi komoditas unggulan sekaligus penopang ekonomi masyarakat di wilayah utara Kabupaten Sumenep.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak hanya mengandalkan penanganan darurat saat kekeringan terjadi. Pemerintah didorong menghadirkan kebijakan yang lebih terencana melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air.

Baca juga :  Pengangkatan Puluhan Pegawai RSUDMA Sumenep Diduga Labrak Aturan, Ada Indikasi Korupsi?

Kiromuddin mempertanyakan langkah konkret yang telah dan akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam mengatasi persoalan kekeringan yang terus berulang setiap tahun.

Menurutnya, pemerintah perlu memperjelas program penyediaan air bersih bagi masyarakat, sekaligus memperkuat pasokan air untuk sektor pertanian melalui pembangunan embung, sumur bor, jaringan irigasi, pompanisasi, hingga optimalisasi sumber-sumber air yang tersedia.

Sebagai mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian, Kiromuddin menegaskan pembangunan pertanian tidak hanya berbicara tentang peningkatan hasil panen maupun kualitas produk. Keberhasilan sektor pertanian harus dimulai dari penguatan sektor hulu, salah satunya melalui kepastian ketersediaan air.

“Sebagai mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian, saya memandang bahwa kualitas hasil pertanian tidak hanya ditentukan oleh teknologi pascapanen, tetapi juga oleh keberhasilan pengelolaan sektor hulunya,” katanya.

Baca juga :  Sambut HUT Bhayangkara ke-77, Polres Sumenep Gelar Donor Darah

Kiromuddin menyampaikan, air merupakan kebutuhan paling mendasar dalam proses budidaya. Jika setiap tahun petani terus dihadapkan pada krisis air, maka peningkatan produktivitas maupun kualitas hasil pertanian akan sulit diwujudkan.

“Karena itu, pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang lebih visioner, bukan sekadar penanganan darurat ketika kekeringan terjadi,” ujarnya.

Ia juga mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antarorganisasi perangkat daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya air.

Menurutnya, pembangunan embung, sumur bor, jaringan irigasi, dan infrastruktur pendukung lainnya harus menjadi program prioritas, terutama di kawasan sentra tembakau yang hampir setiap tahun dilanda kekeringan.

Kiromuddin menegaskan, petani tidak hanya membutuhkan bantuan distribusi air bersih saat musim kemarau, tetapi juga solusi permanen yang mampu menjamin keberlanjutan sektor pertanian.

Baca juga :  50 Kades Diperiksa Kejati Jatim Terkait Dugaan Mega Korupsi BSPS Sumenep

“Kami tidak hanya membutuhkan bantuan air bersih ketika kemarau datang, tetapi juga membutuhkan solusi jangka panjang yang mampu menjamin keberlanjutan sektor pertanian,” katanya.

Menurut dia, ketahanan pangan dan kesejahteraan petani tidak akan tercapai tanpa adanya kepastian akses terhadap sumber daya air. Pemerintah harus memperkuat investasi pada infrastruktur air sebagai fondasi pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Ia berharap aspirasi petani dan masyarakat di desa-desa sentra tembakau menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Dengan demikian, persoalan kekeringan yang terus berulang setiap musim kemarau dapat diatasi melalui kebijakan yang terukur, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat serta petani. (nda)

Berita Terkait

Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan, SMSI Sumenep Boikot Undangan Kapolresta
Diadukan ke PCNU Sumenep Terkait Pengelolaan Lahan, PT Garam Tegaskan Tak Beri Perlakuan Khusus kepada Pihak Tertentu
Tambak Hanya Dikelola Orang Tertentu, Petani Adukan PT Garam ke PCNU Sumenep
Prodi DKV Unija Sukses Gelar Seminar Nasional di Keraton Sumenep, Kupas Strategi Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Madura
KKN UTM Kelompok 32 Hadirkan SIPINTAR di Aeng Tongtong, Ajak Warga Olah Limbah Jadi Pupuk Organik
Pergoki Suami di Kamar Kos Bersama Perempuan Lain, Istri di Sumenep Tempuh Jalur Hukum
SOMA Jadi Ruang Kreatif Mahasiswa Unija, Dari Pameran hingga Seminar Nasional untuk Dongkrak Ekonomi Kreatif Sumenep
Komitmen Beri Layanan Terbaik, RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Diri Jadi Rumah Sakit Rujukan Utama di Madura

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 03:44 WIB

Kekeringan Terus Berulang, Mahasiswa Desak Pemkab Sumenep Perkuat Infrastruktur Air di Sentra Tembakau

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:28 WIB

Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan, SMSI Sumenep Boikot Undangan Kapolresta

Kamis, 23 Juli 2026 - 00:44 WIB

Diadukan ke PCNU Sumenep Terkait Pengelolaan Lahan, PT Garam Tegaskan Tak Beri Perlakuan Khusus kepada Pihak Tertentu

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:39 WIB

Tambak Hanya Dikelola Orang Tertentu, Petani Adukan PT Garam ke PCNU Sumenep

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:20 WIB

Prodi DKV Unija Sukses Gelar Seminar Nasional di Keraton Sumenep, Kupas Strategi Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Madura

Berita Terbaru