SUMENEP || KLIKMADURA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 32 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menghadirkan program SIPINTAR (Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik Cair dan Inovasi Alat Tabur Pupuk Pertanian) di Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Sumenep Jumat (17/7/2026).
Program tersebut menjadi upaya nyata mahasiswa dalam mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai cara mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC) yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.
Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan alat tabur pupuk sederhana berbahan pipa PVC yang dirancang agar lebih praktis, efisien, dan mudah digunakan oleh para petani.
Pelaksanaan program dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi pembuatan pupuk organik cair, praktik penggunaan alat tabur pupuk, hingga sesi diskusi bersama masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mereka selama kegiatan berlangsung, baik saat praktik maupun sesi tanya jawab.
Salah satu anggota KKN Kelompok 32 UTM mengatakan, SIPINTAR dirancang sebagai inovasi sederhana yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Program tersebut diharapkan mampu mengurangi limbah rumah tangga sekaligus membantu petani memperoleh alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan.
“Melalui SIPINTAR, kami ingin memberikan inovasi yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Harapannya, limbah organik rumah tangga tidak lagi menjadi sampah, melainkan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair yang ramah lingkungan, didukung dengan alat tabur pupuk sederhana yang membantu meningkatkan efisiensi pekerjaan petani,” ujarnya.
Salah seorang peserta mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, masyarakat kini memiliki alternatif untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik, sekaligus mengenal alat tabur pupuk yang lebih praktis digunakan di lahan pertanian.
Melalui program SIPINTAR, KKN Kelompok 32 Universitas Trunojoyo Madura berharap inovasi sederhana tersebut dapat terus diterapkan masyarakat.
Dengan demikian, pertanian ramah lingkungan dapat berkembang sekaligus mendorong terwujudnya desa yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera. (nda)













