Sukses Jalankan Tata Kelola Keuangan Bersih, Pemkab Sumenep Diganjar Opini WTP 9 Kali Berturut-turut

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Sumenep KH. Imam Hasyim (kiri) bersama Ketua DPRD Sumenep H. Zainal Arifin (kanan) dan perwakilan BPK RI usai penerimaan penghargaan opini WTP.

Wabup Sumenep KH. Imam Hasyim (kiri) bersama Ketua DPRD Sumenep H. Zainal Arifin (kanan) dan perwakilan BPK RI usai penerimaan penghargaan opini WTP.

SUMENEP || KLIKMADURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali mencatat prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, Pemkab Sumenep sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Timur.

Prestasi tersebut menjadi catatan istimewa karena berhasil diraih selama sembilan kali berturut-turut. Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 dilaksanakan di Kantor BPK RI Perwakilan Jawa Timur di Sidoarjo.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah bekerja menjaga kualitas tata kelola keuangan daerah.

Baca juga :  Sempat Buron, Eks Direktur Operasional PT Sumekar Akhirnya Ditahan Kejari Sumenep

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen pemerintahan di lingkungan Pemkab Sumenep.

“Opini WTP kesembilan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan APBD di Kabupaten Sumenep dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku,” ujarnya usai menerima penghargaan tersebut.

Bupati Fauzi menegaskan, mempertahankan opini WTP jauh lebih sulit dibanding meraih untuk pertama kali. Sebab, diperlukan kedisiplinan administrasi, pengawasan ketat, dan sinergi antar-OPD agar pengelolaan anggaran tetap berjalan sesuai aturan.

Meski kembali meraih predikat tertinggi dalam audit keuangan, Pemkab Sumenep tidak ingin cepat berpuas diri. Seluruh jajaran diminta terus melakukan evaluasi serta menindaklanjuti setiap rekomendasi yang diberikan BPK RI.

Baca juga :  Pesona Wisata Pantai Galung Sumenep Pikat Hati Masyarakat, Ternyata Rintisan Perhutani KPH Madura

“WTP bukan tujuan akhir, melainkan standar minimal dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab. Yang paling utama adalah bagaimana pengelolaan anggaran ini benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Keberhasilan mempertahankan opini WTP sembilan kali berturut-turut semakin memperkuat posisi Pemkab Sumenep sebagai daerah dengan tata kelola keuangan yang stabil dan kredibel di Madura.

Prestasi tersebut juga diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh ASN untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik secara profesional dan berintegritas. (nda)

Berita Terkait

Fauzi As: Kritik Pemerintah Itu Sehat, Tapi Jangan Sampai Berubah Menjadi Kebencian terhadap Negara
Di Luar Prediksi, Cak Imin Tunjuk Politisi Senior M. Kamalil Ersyad Pimpin DPC PKB Sumenep
Sekda Sumenep Warning BSPS 2026 Bersih dari Pungli, Minta Semua Pihak Ikut Mengawal
Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Mangkrak, Keseriusan Kejari Dipertanyakan
Puluhan Tahun Jadi Penonton, KEK Tembakau Dinilai Bisa Mengubah Nasib Madura
KEK Tembakau Jadi Harga Mati, Prof AQ Sebut Layer Baru CHT Belum Cukup Selamatkan Ekonomi Madura
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Pastikan Pelayanan Tetap Maksimal Saat Libur Idul Adha 1447 H
Nobar Film “Pesta Babi”, KOPRI PMII Sumenep Bongkar Dampak Investasi terhadap Lingkungan dan Ruang Hidup

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:06 WIB

Fauzi As: Kritik Pemerintah Itu Sehat, Tapi Jangan Sampai Berubah Menjadi Kebencian terhadap Negara

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:54 WIB

Sekda Sumenep Warning BSPS 2026 Bersih dari Pungli, Minta Semua Pihak Ikut Mengawal

Minggu, 7 Juni 2026 - 02:04 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Mangkrak, Keseriusan Kejari Dipertanyakan

Kamis, 4 Juni 2026 - 05:13 WIB

Puluhan Tahun Jadi Penonton, KEK Tembakau Dinilai Bisa Mengubah Nasib Madura

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:55 WIB

KEK Tembakau Jadi Harga Mati, Prof AQ Sebut Layer Baru CHT Belum Cukup Selamatkan Ekonomi Madura

Berita Terbaru

Opini

Menata Hati, Meniti Hari-hari

Jumat, 12 Jun 2026 - 04:01 WIB