PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sebanyak 30 siswa baru Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan mulai menjalani pendidikan di SR Terintegrasi 1 Sampang. Penempatan itu dilakukan karena pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Pamekasan hingga kini belum rampung.
Para siswa diberangkatkan pada Jumat (31/7/2026) dengan didampingi pihak sekolah dan instansi terkait. Sebelum mengikuti kegiatan belajar, mereka menjalani pemeriksaan cek kesehatan gratis (CKG).
Kemudian, mengikuti tes kebugaran, serta mengikuti pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang dibuka Bupati Sampang Slamet Junaidi dan dihadiri Tenaga Ahli Kementerian Sosial RI Fajar Wahyu Hermawan.
Kepala SRMP 29 Pamekasan, Aisyah Minarni Mukti, mengaku proses pemberangkatan diwarnai suasana haru. Meski demikian, ia optimistis para siswa akan nyaman menjalani pendidikan di sekolah berasrama tersebut.
“Alhamdulillah mereka sudah berangkat kemarin, tentu diiringi dengan rasa haru juga oleh wali murid saat pengantaran. Dan Insya Allah mereka betah di sana, sekolahnya super duper mewah,” ujarnya.
Aisyah menjelaskan, seluruh siswa akan mengikuti MPLS selama dua pekan sebelum menjalani program matrikulasi selama dua bulan. Program tersebut bertujuan menyetarakan kemampuan akademik, mental, dan sosial peserta didik sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar secara formal.
Menurut mantan guru SMPN 2 Pamekasan itu, matrikulasi menjadi bagian penting karena Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Melalui program tersebut, setiap siswa akan memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing.
Selain matrikulasi, para siswa juga akan mengikuti pemetaan bakat dan minat melalui program Talent DNA. Hasil pemetaan itu akan menjadi dasar bagi guru dan wali asrama dalam memberikan pendampingan selama proses pendidikan.
“Sekaligus nanti ada Talent DNA di dalamnya, yang bertujuan untuk memetakan bakat minat masing-masing siswa. Karena mau bagaimanapun pasti ada beberapa siswa yang belum bisa baca, sehingga harus dibedakan dan butuh pendampingan penuh baik dari guru atau wali asuh asramanya,” jelas Aisyah.
Ia berharap seluruh peserta didik dapat segera beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga mampu mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan baik. Menurutnya, kenyamanan siswa menjadi faktor penting agar tujuan program Sekolah Rakyat dapat tercapai secara maksimal.
Sementara itu, Ketua Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan, Lukman Hakim, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan mengenai kendala maupun keluhan dari siswa yang telah berada di SR Terintegrasi 1 Sampang. Kondisi tersebut menunjukkan para siswa mulai beradaptasi dengan baik.
Menurutnya, seluruh kebutuhan peserta didik telah difasilitasi secara menyeluruh. Mulai dari sistem pembelajaran berbasis digital, kebutuhan makan, makanan ringan, hingga dukungan bagi keluarga siswa melalui bantuan modal usaha dan perbaikan rumah tidak layak huni.
“Pembelajarannya semua serba digital, mereka benar-benar difasilitasi sebaik mungkin, baik dari makanannya, kemudian camilan-camilannya juga. Bahkan orang tuanya juga kami perhatikan, kami bantu beri tambahan modal untuk membuka usaha, kemudian rumahnya yang tidak layak kami perbaiki, sepanjang anaknya ada di SR kami fasilitasi kebutuhan mereka. Jadi benar-benar terjamin,” tandasnya. (enk/nda)













