Unira dan Lapas Pamekasan Perkuat Kolaborasi, Dorong Pembinaan Warga Binaan Berbasis Pertanian

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Unira, Dr. Drs. Ec. Gazali, M.M., menyerahkan bingkisan kepada salah satu WBP. (KLIKMADURA)

Rektor Unira, Dr. Drs. Ec. Gazali, M.M., menyerahkan bingkisan kepada salah satu WBP. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Universitas Madura (Unira) memperkuat kolaborasi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan melalui kerja sama pembinaan kemandirian warga binaan.

Kolaborasi tersebut diarahkan pada pengembangan keterampilan di bidang pertanian, hortikultura, dan peternakan.

Rektor Unira, Dr. Drs. Ec. Gazali, M.M., mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari pola kolaborasi multi helix yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, kelompok masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Kalau kita dulu mengenal triple helix, lalu ada penta helix, sekarang Lapas Pamekasan betul-betul menerapkan multi helix. Ini mengolaborasikan banyak pihak untuk memberikan manfaat kepada masyarakat luas,” ujar Gazali dalam sambutannya.

Menurut Gazali, kehadiran perguruan tinggi dalam program pembinaan warga binaan tidak sebatas memberikan dukungan akademik. Unira juga dapat berperan dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan melalui ilmu pengetahuan serta kompetensi yang dimiliki.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Unira dan Lapas Pamekasan yang menjadi payung bagi kerja sama lintas fakultas dan program studi.

Baca juga :  477 Sekolah Dasar di Pamekasan Siap Tampung 17.248 Siswa 

Khusus Fakultas Pertanian, kerja sama tersebut ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama (PKS) yang mencakup program pembinaan kemandirian warga binaan di bidang pertanian, hortikultura, dan peternakan.

“Di bawah MoU itu ada perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani oleh Dekan Pertanian. Isinya antara lain tentang program pembinaan kemandirian warga binaan di bidang pertanian, hortikultura, dan peternakan,” jelas Gazali.

Ia menjelaskan, kerja sama Unira dengan Lapas Pamekasan tidak harus berhenti pada Fakultas Pertanian. Seluruh fakultas dan program studi yang ada di Unira memiliki peluang untuk terlibat sesuai kebutuhan program pembinaan.

“Tidak menutup kemungkinan bagi Lapas, seluruh program studi yang ada di Unira bisa dikerjasamakan untuk mendukung bersama,” katanya.

Gazali menilai model kolaborasi tersebut penting karena pembinaan warga binaan membutuhkan dukungan dari berbagai bidang keilmuan. Perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi melalui pendidikan, pelatihan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Gazali juga menawarkan penguatan kapasitas sumber daya manusia bagi jajaran Lapas Pamekasan melalui pendidikan tinggi di Unira.

Baca juga :  Kemenbud Tetapkan Musik Daul sebagai Warisan Budaya Takbenda Milik Pamekasan

Ia menyebutkan, saat ini terdapat 10 pegawai yang telah melanjutkan pendidikan pascasarjana di Unira. Menurutnya, kesempatan tersebut dapat terus dikembangkan dengan pilihan program studi yang sesuai kebutuhan.

“Tadi saya tawarkan juga kepada Pak Kalapas, silakan nanti bisa tidak hanya di Magister Hukum, tetapi Magister Manajemen,” ujarnya.

Gazali juga mengajak pegawai Lapas yang belum menyelesaikan pendidikan sarjana untuk memanfaatkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang tersedia di Unira.

RPL merupakan mekanisme pengakuan terhadap capaian pembelajaran seseorang yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja sesuai ketentuan yang berlaku.

“Bagi pegawai yang belum sarjana, silakan pilih program studi untuk bisa melanjutkan. Ada RPL, yaitu Rekognisi Pembelajaran Lampau. Pengalaman dan kegiatan kerja dapat dihargai dalam proses pendidikan,” terang Gazali.

Menurutnya, program tersebut dapat menjadi salah satu jalan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja dan berbagai kompetensi, tetapi belum memperoleh gelar sarjana.

Selain pendidikan formal, Gazali menyampaikan bahwa Unira selama ini juga terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak dalam bidang pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga :  Hari Kemerdekaan RI, Ribuan Napi Lapas Kelas II-A Pamekasan Diusulkan Dapat Remisi

Karena itu, ia berharap kolaborasi dengan Lapas Pamekasan dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan, tidak hanya pada satu bidang.

“Kerja sama ini bukan hanya untuk satu program. Seluruh program studi yang ada di Unira bisa mendukung sesuai bidang masing-masing,” tegasnya.

Gazali turut mengapresiasi Lapas Kelas IIA Pamekasan yang dinilainya telah membangun pola kolaborasi dengan banyak pihak. Menurutnya, pendekatan multi helix menjadi langkah penting untuk memastikan program pembinaan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan dan masyarakat.

Ia berharap sinergi antara Unira dan Lapas Pamekasan mampu melahirkan program pembinaan yang produktif, terutama dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi modal untuk kembali ke tengah masyarakat.

“Terima kasih kepada Pak Kalapas Pamekasan. Ini luar biasa. Semoga kerja sama dengan Unira sama-sama maju, berkah, dan berkembang,” pungkas Gazali. (nda)

Berita Terkait

Disdikbud Pamekasan Terjunkan Tim Khusus, Buntut Ketua Yayasan Al-Uswah Sebut Jurnalis “Bodrex”
Peringati HLN ke-81, YBM PLN UP3 Madura Gelar Khitanan Gratis bagi 200 Anak Duafa
Polres Pamekasan segera Gelar Perkara Kasus Pengancaman dan Perusakan di Plakpak
Tokoh Pendidikan Australia Sambangi SDN Kowel 3, Kadisdikbud Pamekasan Sebut Bahasa Inggris Jembatan Menuju Dunia
Kuliah di Gedung Dewan, Ratusan Mahasiswa UIN Madura Diajak Kritis Mengawal Kebijakan
Peringati HKN ke-62, Puskesmas Pademawu Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mental
Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan Jadi Sorotan, Sebut Istilah “Bodrex” Tak Pantas Keluar Dari Pimpinan Lembaga Pendidikan Islam
Harjad ke-496 Pamekasan, Bang Ali BIP Serukan Persatuan dan Kepedulian Sosial

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 10:39 WIB

Disdikbud Pamekasan Terjunkan Tim Khusus, Buntut Ketua Yayasan Al-Uswah Sebut Jurnalis “Bodrex”

Sabtu, 7 November 2026 - 08:26 WIB

Peringati HLN ke-81, YBM PLN UP3 Madura Gelar Khitanan Gratis bagi 200 Anak Duafa

Kamis, 5 November 2026 - 09:05 WIB

Polres Pamekasan segera Gelar Perkara Kasus Pengancaman dan Perusakan di Plakpak

Rabu, 4 November 2026 - 13:00 WIB

Tokoh Pendidikan Australia Sambangi SDN Kowel 3, Kadisdikbud Pamekasan Sebut Bahasa Inggris Jembatan Menuju Dunia

Rabu, 4 November 2026 - 11:50 WIB

Kuliah di Gedung Dewan, Ratusan Mahasiswa UIN Madura Diajak Kritis Mengawal Kebijakan

Berita Terbaru