PAMEKASAN || KLIKMADURA – Puluhan wartawan di Kabupaten Pamekasan menggelar tahlil dan doa bersama sebagai bentuk keprihatinan atas hilangnya lima jurnalis saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kegiatan tersebut digelar di kawasan Arek Lancor Pamekasan, Senin (14/9/2026). Para kuli tinta itu mendoakan agar lima wartawan bersama tiga awak kapal dan pemandu yang hilang segera ditemukan.
Salah satu jurnalis Pamekasan, Fathorrahman, mengatakan peristiwa tersebut menjadi duka bagi seluruh insan pers. Sebab, para jurnalis tersebut hilang ketika sedang menjalankan tugas jurnalistik.
“Ini menjadi pukulan bagi kita semua sesama profesi. Mereka sedang menjalankan tugas jurnalistik ketika peristiwa itu terjadi,” katanya.
Wartawan Kompas.com itu mengatakan bahwa peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh wartawan agar selalu mengutamakan keselamatan dalam menjalankan tugas, khususnya ketika melakukan peliputan di lokasi yang memiliki risiko tinggi.
“Kami mengajak seluruh wartawan untuk tetap berhati-hati dalam menjalankan tugas di lapangan. Keselamatan harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Ia berharap proses pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal serta pemandu dapat segera membuahkan hasil.
“Kamu berharap, seluruh korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat. Sehingga bisa kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing.” Tandasnya.
Diketahui, lima jurnalis yang hilang yaitu Muhammad Bagus Khoirunnas dari Antara Biro Banten, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews.id, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan wartawan visual lepas.
Sementara tiga awak kapal dan pemandu yang turut hilang yakni Warta, Sukarman, dan Heriyanto. (ibl/nda).














