SUMENEP || KLIKMADURA – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Sumenep memilih cara berbeda dalam memperingati hari lahir (harlah).
Bukan seremoni formal, melainkan forum santai bertajuk “kongkow” lintas generasi yang sarat gagasan dan kritik internal, Selasa (28/4/2026).
Bertempat di kantor PCNU Sumenep, forum tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi arah gerak organisasi. Para kader lintas periode duduk bersama, membedah perjalanan Lakpesdam dan merumuskan langkah strategis ke depan.
Ketua Lakpesdam PCNU Sumenep, Siswadi, menegaskan bahwa harlah kali ini tidak sekadar mengenang sejarah. Lebih dari itu, menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap program yang telah dijalankan.
“Ini bukan sekadar refleksi seremonial. Kami ingin memastikan arah program ke depan benar-benar jelas dan berdampak,” tegasnya.
Siswadi mengatakan, seluruh program Lakpesdam ke depan harus berpijak pada mandat organisasi. Yakni, hasil Konferensi PCNU dan Rembuk Warga NU Sumenep.
Mandat itu tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif. Harus diterjemahkan menjadi program konkret, terukur, dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
“Program tidak boleh lahir dari asumsi. Harus bersumber dari mandat konferensi dan rembuk warga NU. Itu yang jadi pijakan utama,” ujarnya.
Selain itu, Lakpesdam juga mendorong penguatan sinergi antar lembaga di bawah naungan PCNU Sumenep. Kolaborasi dinilai menjadi kunci agar program tidak berjalan parsial dan mampu memberi dampak lebih luas.
“Kalau semua lembaga bergerak sendiri-sendiri, hasilnya tidak maksimal. Sinergi itu keharusan,” tandasnya. (nda)













