Pembangunan Sumur Bor di Panyepen Terus Berlanjut, Warga Menanti Janji Air Bersih Benar-Benar Terwujud

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga dan aparat TNI menyaksikan Pembangunan sumur bor dan tandon air di Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik. (KLIKMADURA)

Warga dan aparat TNI menyaksikan Pembangunan sumur bor dan tandon air di Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Pembangunan sumur bor dan tandon air di Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik, masih terus berlanjut hingga Jumat (17/7/2026). Memasuki tahap perakitan rangka besi tandon, proyek yang merupakan bagian dari program unggulan TNI AD itu mulai menunjukkan progres fisik.

Namun, di balik semangat gotong royong yang terus digaungkan, masyarakat berharap pembangunan tersebut tidak berhenti pada seremoni maupun dokumentasi semata.

Warga menginginkan fasilitas itu benar-benar mampu menjawab persoalan kebutuhan air bersih yang selama ini mereka hadapi.

Personel TNI bersama warga tampak bekerja bahu-membahu menyelesaikan pemasangan rangka tandon air. Pengerjaan dipimpin Serma Karnoto dengan melibatkan masyarakat setempat dalam setiap tahapan pembangunan.

Baca juga :  Kuota Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Sampang Tahun 2025 Tembus 42 Ribu Ton

Serma Karnoto mengatakan, program sumur bor merupakan bagian dari upaya TNI AD membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi faktor penting agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.

“Kolaborasi antara personel TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama agar pembangunan ini segera selesai dan bisa dimanfaatkan warga,” ujarnya.

Meski demikian, ukuran keberhasilan program tersebut tidak cukup dilihat dari cepatnya pembangunan fisik. Hal yang lebih penting ialah memastikan fasilitas itu benar-benar mampu memberikan akses air bersih secara berkelanjutan bagi masyarakat Desa Panyepen.

Baca juga :  Belatung Ditemukan di Menu MBG Sampang, Mahasiswa Sebut Pelecehan Terhadap Hak Anak

Tidak sedikit program infrastruktur yang selesai dibangun, tetapi kemudian kurang optimal akibat lemahnya pengelolaan maupun perawatan. Karena itu, keberlanjutan pemanfaatan fasilitas menjadi perhatian yang tidak kalah penting dibanding proses pembangunannya.

Salah seorang warga, Ahmad, mengaku ikut bergotong royong karena berharap fasilitas tersebut membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat. Ia ingin persoalan air bersih yang selama ini dihadapi warga dapat segera teratasi.

“Kami membantu karena ingin kebutuhan air bersih di desa ini lebih mudah dipenuhi. Harapannya nanti benar-benar bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” katanya.

Baca juga :  Jaga Kawasan Pesisir dari Ancaman Abrasi, Pemprov Jatim Bersama Pemkab Sampang Tanam 24 Ribu Mangrove

Pembangunan sumur bor dan tandon air dinilai menjadi langkah positif dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Namun, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan juga dituntut memastikan kualitas sumber air, sistem distribusi, hingga pemeliharaan fasilitas setelah proyek dinyatakan selesai.

Bagi masyarakat, keberhasilan program tidak hanya diukur dari berdirinya tandon air. Yang paling dinanti adalah hadirnya solusi nyata atas persoalan air bersih yang selama ini menjadi kebutuhan mendasar warga. (ali/nda)

Berita Terkait

Harga Anjlok, Petani Garam Sampang Menjerit
SE 2026 Masuk Babak Akhir, Bakal Jadi Dasar Arah Kebijakan Program Pemerintah
Sudah Diaudit BPK dan Ada Pengembalian Uang, Kerusakan Puskesmas Karang Penang Kembali Dipersoalkan
Eks Kadispendik Sampang Mulai Bernyanyi, Mantan Pj Bupati, Mantan Wabup hingga Anggota DPRD Jatim Disebut dalam BAP
Mantan Kadispendik Sampang Ditahan Kejari, Diduga Korupsi Proyek SMP Rugikan Negara Rp2,7 Miliar
Coffee Morning dan Maulid Nabi, Kapolres Sampang Ajak Media hingga Ojol Bersatu Jaga Kamtibmas
Semarakkan HUT ke-81 RI, Komunitas Wartawan dan LSM Pak Salim Gelar Turnamen Domino Berhadiah Motor
Pulau Mandangin Satu-satunya Wilayah Tak Tersentuh MBG di Sampang

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:35 WIB

Harga Anjlok, Petani Garam Sampang Menjerit

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:10 WIB

SE 2026 Masuk Babak Akhir, Bakal Jadi Dasar Arah Kebijakan Program Pemerintah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:26 WIB

Sudah Diaudit BPK dan Ada Pengembalian Uang, Kerusakan Puskesmas Karang Penang Kembali Dipersoalkan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 04:16 WIB

Eks Kadispendik Sampang Mulai Bernyanyi, Mantan Pj Bupati, Mantan Wabup hingga Anggota DPRD Jatim Disebut dalam BAP

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Mantan Kadispendik Sampang Ditahan Kejari, Diduga Korupsi Proyek SMP Rugikan Negara Rp2,7 Miliar

Berita Terbaru

Petani garam berada di salah satu lahan pegaraman di Kabupaten Sampang. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)

Sampang

Harga Anjlok, Petani Garam Sampang Menjerit

Senin, 31 Agu 2026 - 07:35 WIB

Ketua KSMI Pamekasan, Mahfud (jas hitam) bersama tamu undangan usai menyerahkan trophi kepada tim MAN 2 Pamekasan yang keluar sebagai Juara 1 Kejurkab KSMI Pamekasan di lapangan Puri Dewata Mini Soccer (PDMS) Pamekasan. (KLIKMADURA)

Pamekasan

KSMI Pamekasan Sukses Jaring Atlet Berbakat Melalui Kejurkab

Sabtu, 29 Agu 2026 - 15:32 WIB