SAMPANG || KLIKMADURA – Kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Sampang di Alun-alun Trunojoyo berlangsung meriah dan mendapat antusias tinggi dari masyarakat.
Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan pertandingan, sehingga turut mendongkrak pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan alun-alun.
Namun, di balik ramainya kegiatan tersebut, muncul keluhan dari masyarakat terkait kondisi kebersihan Alun-alun Trunojoyo setelah acara berakhir.
Berbagai jenis sampah, seperti gelas plastik, bungkus makanan, botol minuman, hingga kantong kresek terlihat berserakan di sejumlah titik.
Kondisi itu dinilai menunjukkan bahwa pengelolaan kebersihan dalam pelaksanaan kegiatan berskala besar masih belum optimal. Warga berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada suksesnya penyelenggaraan acara, tetapi juga memastikan ruang publik tetap bersih dan nyaman setelah ribuan pengunjung meninggalkan lokasi.
“Acara seperti ini memang bagus karena membuat kota ramai dan pedagang ikut merasakan manfaatnya. Tetapi setelah selesai, sampah masih terlihat berserakan. Seharusnya kebersihan juga menjadi perhatian, misalnya dengan menyediakan tempat sampah,” ujar salah seorang warga.
Menurut warga, persoalan sampah bukan sekadar mengganggu pemandangan, melainkan menjadi indikator kesiapan penyelenggara dalam mengantisipasi dampak kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Penyediaan tempat sampah yang memadai, penambahan petugas kebersihan, hingga pembersihan segera setelah acara dinilai perlu menjadi perhatian utama.
Meski nobar Piala Dunia memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi UMKM di sekitar Alun-alun Trunojoyo, masyarakat berharap tidak mengesampingkan aspek pelayanan publik lainnya. Kebersihan ruang publik dinilai menjadi bagian penting dari tanggung jawab pemerintah dalam setiap penyelenggaraan kegiatan.
Keramaian memang berhasil dihadirkan melalui kegiatan nobar tersebut. Namun, keluhan mengenai sampah yang berserakan menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Sampang.
Tujuannya, agar penyelenggaraan kegiatan serupa ke depan tidak hanya sukses menarik antusias masyarakat, tetapi juga mampu menjaga kebersihan serta kenyamanan lingkungan. (ali/nda)













