SAMPANG || KLIKMADURA – Sejumlah orang mengaku perwakilan ormas mendatangi Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang. Mereka mempertanyakan terkait isu dugaan pengadaan 14 unit mobil operasional untuk puskesmas.
Menurut data dari para aktivis tersebut, harga untuk masing-masing kendaraan yang akan dibeli senilai Rp434 juta per unit. Namun, setelah diklarifikasi, program pengadaan 14 unit mobil itu dipastikan tidak tercantum dalam perencanaan Dinkes.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang dengan tegas membantah kabar tersebut. Bahkan, ia mengaku heran dengan munculnya informasi yang menyebut Dinkes akan mengadakan kendaraan operasional untuk 14 puskesmas.
“Saya heran itu kabar dari mana. Sekali lagi, itu kabar tidak benar. Tahun ini tidak ada pengadaan mobil operasional,” tegasnya saat dikonfirmasi.
Berdasarkan data resmi Dinkes Kabupaten Sampang, pengadaan kendaraan pada tahun ini hanya mencakup dua unit mobil ambulans. Kendaraan tersebut masing-masing dialokasikan untuk Kecamatan Tambelangan dan Kecamatan Sreseh guna mendukung pelayanan kesehatan.
Di sisi lain, seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku memperoleh informasi bahwa beberapa hari sebelumnya diduga terjadi pertemuan antara pihak yang disebut berasal dari Dinkes Sampang dengan pihak ketiga.
Menurut sumber tersebut, dalam pertemuan itu dibahas rencana pengadaan mobil operasional puskesmas untuk 14 kecamatan menggunakan kendaraan bermerek Toyota Rush atau Toyota Avanza Veloz dengan nilai sekitar Rp434 juta per unit.
Namun, informasi dari sumber tersebut belum dapat diverifikasi secara utuh. Dinkes Kabupaten Sampang juga telah membantah informasi tersebut dan menegaskan tidak ada dokumen resmi yang menunjukkan adanya program pengadaan dimaksud.
Perbedaan antara informasi yang beredar dengan data resmi Dinkes menunjukkan bahwa klaim tersebut belum didukung bukti maupun dokumen pengadaan yang sah.
Hingga berita ini ditulis, Dinkes tetap mengacu pada dokumen resmi pengadaan yang berlaku, sementara isu pengadaan 14 unit mobil operasional masih sebatas klaim yang belum terverifikasi. (ali/nda)













