PAMEKASAN || KLIKMADURA – SMAN 1 Pademawu terus berupaya mengembangkan potensi peserta didik melalui berbagai program ekstrakurikuler. Komitmen itu ditunjukkan dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung sejak Senin (13/7/2026) hingga Rabu (15/7/2026), dengan diikuti 161 siswa baru.
Seluruh rangkaian kegiatan MPLS dilaksanakan sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Pada hari ketiga, para peserta mendapatkan materi pembekalan sekaligus mengikuti pemetaan minat dan bakat melalui pengisian angket ekstrakurikuler.
Kepala SMAN 1 Pademawu Siti Alif Naini Amaliyah mengatakan, pemetaan tersebut bertujuan mengetahui minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler yang telah tersedia di sekolah. Bahkan, siswa juga diberi kesempatan mengusulkan ekstrakurikuler baru yang sebelumnya pernah mereka ikuti saat masih di bangku SMP.
“Jadi mereka mengisi kegiatan ekstra apa saja yang akan mereka ikuti. Dan juga apabila ada ekstra baru yang sebelumnya mereka ikuti di SMP bisa disampaikan di angket itu dan pihak sekolah akan mempertimbangkan hal itu,” jelasnya.
Saat ini, SMAN 1 Pademawu memiliki 19 ekstrakurikuler. Sebanyak 14 di antaranya merupakan kegiatan nonakademik yang mencakup bidang olahraga dan seni. Sedangkan lima lainnya merupakan ekstrakurikuler akademik sebagai wadah pembinaan siswa menuju Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Selain itu, sekolah juga memiliki ekstrakurikuler jurnalistik dan yang terbaru adalah Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Program tersebut telah mengantongi Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Mei lalu.
“Kemungkinan hal itu terus berkembang ke depannya. Kami maunya update terus, meskipun mereka posisinya di kecamatan kami ingin mereka mendapatkan porsi yang sama di era sekarang ini,” ujar Alif.
Ia menjelaskan, sejumlah ekstrakurikuler unggulan di SMAN 1 Pademawu meliputi bola voli putra dan putri serta atletik. Di bidang seni, sekolah juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat melalui Al Banjari, teater, daul, dan berbagai kesenian lainnya.
Menurut Alif, pelestarian budaya lokal menjadi salah satu perhatian utama sekolah. Karena itu, kesenian tradisional tetap dipertahankan dengan sentuhan inovasi agar lebih diminati generasi muda tanpa menghilangkan nilai-nilai lokal yang terkandung di dalamnya.
“Ini kan budaya lokal terutama Al Banjari itu, tetap kami pertahankan. Tapi kami kemas dengan modernisasi tanpa menghilangkan unsur lokalnya,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada pengembangan karakter dan prestasi siswa, SMAN 1 Pademawu juga dipercaya menjadi perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Pamekasan dalam Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP).
Dari hasil seleksi 23 SMA, SMK, dan SLB negeri di Pamekasan, sekolah tersebut terpilih membawa inovasi budidaya lele dan sayuran yang ditampilkan pada pembukaan MPLS di Malang.
“Iya ini semuanya berkat kerja sama para guru dan warga sekolah di sini. Semoga kami terus berkembang dan menciptakan inovasi-inovasi terbaru di sekolah untuk siswa,” tandas Alif. (enk/nda)













