Realisasi PAD Lampaui Target, Pemkab Sumenep Cetak WTP ke-9 dan Surplus Anggaran Rp 317 Miliar

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Sumenep, KH. Imam Hasyim saat menyampaikan Nota Penjelasan Bupati terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. (KLIKMADURA)

Wabup Sumenep, KH. Imam Hasyim saat menyampaikan Nota Penjelasan Bupati terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. (KLIKMADURA)

SUMENEP || KLIKMADURA – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali mencatatkan capaian positif dalam pengelolaan keuangan daerah. Selain mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut, terdapat sejumlah prestasi lain.

Di antaranya, APBD Tahun Anggaran 2025 juga ditutup dengan surplus dan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) mencapai Rp 317,20 miliar.

Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Sumenep dengan agenda penyampaian Nota Penjelasan Bupati terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Rabu (17/6/2026). Nota penjelasan itu dibacakan Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim.

Dalam sambutan tertulis Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, disampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.

Dukungan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas pembangunan di tengah berbagai tantangan ekonomi dan fiskal.

“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh komponen masyarakat yang telah memberikan dukungan terbaik terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Sumenep,” ujarnya.

Baca juga :  Hadiri Diskusi Membaca Bung Karno, Bupati Fauzi Tekankan Kepala OPD Melangkah Lebih Maju

Pemkab Sumenep juga kembali memperoleh opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Opini tersebut menjadi yang kesembilan kali secara berturut-turut diraih pemerintah daerah.

“Syukur Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali memperoleh opini tertinggi, yakni Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI untuk yang ke-9 kalinya secara berturut-turut,” ungkapnya.

Menurut KH. Imam Hasyim, raihan tersebut bukan sekadar prestasi administratif. Opini WTP menjadi indikator bahwa pengelolaan keuangan daerah telah dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pencapaian Opini WTP ini bukan sekadar prestasi, namun juga wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk melaksanakan pengelolaan keuangan secara akuntabel,” tegasnya.

Dari sisi pendapatan daerah, Pemkab Sumenep menargetkan penerimaan sebesar Rp 2,445 triliun pada tahun 2025. Realisasinya mencapai Rp 2,520 triliun atau setara 103,08 persen dari target yang ditetapkan.

Peningkatan tersebut ditopang oleh kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melampaui target. Dari target Rp 322,8 miliar, realisasi PAD mencapai Rp 382,8 miliar atau 118,57 persen.

Baca juga :  Diisukan Cawe-cawe Dongkrak Perolehan Suara Paslon, Begini Tanggapan Tegas Kapolres Pamekasan!

Tidak hanya sektor fiskal, sejumlah indikator pembangunan juga menunjukkan tren membaik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumenep tahun 2025 tercatat sebesar 70,54 dan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Angka kemiskinan juga mengalami penurunan menjadi 17,02 persen. Persentase tersebut turun 0,76 persen dibandingkan kondisi pada tahun 2024.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep meningkat dari 3,77 persen pada tahun 2024 menjadi 4,85 persen pada tahun 2025. Gini Ratio juga berada di angka 0,221 dan disebut sebagai yang terendah di Jawa Timur.

“Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, seluruh program pembangunan terus diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari hulu hingga hilir,” tambahnya.

Pada sektor tata kelola pemerintahan, Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Sumenep mencapai 80,78. Angka tersebut meningkat 2,7 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Berbagai indikator pemerintahan berbasis digital juga menunjukkan peningkatan. Di antaranya Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), hingga Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah.

Baca juga :  PC Ansor Sumenep Soroti Nasib Petani Tembakau Madura Belum Sejahtera di Tengah DBHCHT Fantastis

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan kolaborasi seluruh pihak dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, inovatif, dan responsif,” kata KH. Imam Hasyim.

Secara fiskal, APBD Tahun Anggaran 2025 ditutup dengan kondisi surplus. Pendapatan daerah sebesar Rp 2,520 triliun berbanding realisasi belanja daerah sebesar Rp 2,463 triliun sehingga menghasilkan surplus anggaran Rp 57,32 miliar.

Setelah ditambah pembiayaan netto sebesar Rp 259,87 miliar, SiLPA Tahun Anggaran 2025 tercatat mencapai Rp 317,20 miliar. Kondisi tersebut menunjukkan stabilitas fiskal daerah tetap terjaga dan memberikan ruang bagi pelaksanaan program pembangunan pada tahun berikutnya.

Di akhir nota penjelasannya, Bupati Achmad Fauzi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan visi pembangunan 2025–2030, yakni Sumenep Unggul, Mandiri, dan Sejahtera.

Ia juga mengajak DPRD serta seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal pembangunan daerah melalui kritik dan masukan yang konstruktif. (nda)

Berita Terkait

Kinerja PLN UP3 Madura Sinergi dengan Pemkab Sumenep, Resmi Resmikan SPKLU di Taman Adipura
Lakpesdam PCNU Sumenep Temui Ketua Dewan, Sampaikan Gagasan Pantau Publik Serta Sejumlah Rekomendasi Warga Nahdliyin
Fauzi As: Kritik Pemerintah Itu Sehat, Tapi Jangan Sampai Berubah Menjadi Kebencian terhadap Negara
Di Luar Prediksi, Cak Imin Tunjuk Politisi Senior M. Kamalil Ersyad Pimpin DPC PKB Sumenep
Sekda Sumenep Warning BSPS 2026 Bersih dari Pungli, Minta Semua Pihak Ikut Mengawal
Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Mangkrak, Keseriusan Kejari Dipertanyakan
Puluhan Tahun Jadi Penonton, KEK Tembakau Dinilai Bisa Mengubah Nasib Madura
KEK Tembakau Jadi Harga Mati, Prof AQ Sebut Layer Baru CHT Belum Cukup Selamatkan Ekonomi Madura

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:50 WIB

Kinerja PLN UP3 Madura Sinergi dengan Pemkab Sumenep, Resmi Resmikan SPKLU di Taman Adipura

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:50 WIB

Realisasi PAD Lampaui Target, Pemkab Sumenep Cetak WTP ke-9 dan Surplus Anggaran Rp 317 Miliar

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:36 WIB

Lakpesdam PCNU Sumenep Temui Ketua Dewan, Sampaikan Gagasan Pantau Publik Serta Sejumlah Rekomendasi Warga Nahdliyin

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:06 WIB

Fauzi As: Kritik Pemerintah Itu Sehat, Tapi Jangan Sampai Berubah Menjadi Kebencian terhadap Negara

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:12 WIB

Di Luar Prediksi, Cak Imin Tunjuk Politisi Senior M. Kamalil Ersyad Pimpin DPC PKB Sumenep

Berita Terbaru