Mengenal Lebih Dekat Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, Pulang ke Tanah Leluhur sebagai Kapolresta Sumenep Pertama 

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolrestas Sumenep, Kombes Pol Ariek Indra Sentanu saat bersilaturrahim dengan Pengurus SMSI Sumenep. (KLIKMADURA)

Kapolrestas Sumenep, Kombes Pol Ariek Indra Sentanu saat bersilaturrahim dengan Pengurus SMSI Sumenep. (KLIKMADURA)

SUMENEP || KLIKMADURA — Tak semua perjalanan karier berakhir di tempat yang memiliki ikatan batin. Namun, bagi Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, penugasan di Kabupaten Sumenep seolah menjadi jawaban atas perjalanan panjang yang telah ditempuhnya selama bertahun-tahun sebagai anggota Polri.

Ia datang bukan hanya membawa pengalaman dari berbagai daerah. Ada cerita lain yang membuat penugasannya terasa lebih istimewa. Di kabupaten paling timur Pulau Madura itu, Ariek ternyata memiliki jejak darah keluarga.

Dari garis nenek buyutnya, mengalir keturunan Sumenep. Karena itu, ketika menerima amanah memimpin Polresta Sumenep, ada rasa pulang yang tak bisa diukur hanya dengan pangkat dan jabatan.

Penugasan tersebut sekaligus mencatatkan namanya dalam sejarah. Ariek menjadi Kapolresta Sumenep pertama setelah status Polres Sumenep resmi ditingkatkan menjadi Polresta. Sebuah tonggak baru bagi institusi kepolisian di Sumenep, yang juga menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya.

Baca juga :  Pemkab Sumenep Bagikan 46,8 Ton Pupuk Gratis kepada Petani Tembakau

Karier Ariek sendiri dibangun setahap demi setahap. Awal 2023, ia dipercaya memimpin Polres Cirebon Kota. Wilayah pesisir utara Jawa Barat itu dikenal memiliki dinamika keamanan yang cukup kompleks. Di sanalah ia mengasah kepemimpinan sekaligus menjaga stabilitas keamanan di tengah aktivitas masyarakat yang tak pernah benar-benar berhenti.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada Juli 2023, tongkat komando berpindah ke tangannya di Polres Subang. Hampir dua tahun ia mengabdikan diri di sana. Masa tugas itu menjadi salah satu periode yang paling berwarna dalam rekam jejaknya.

Di bawah kepemimpinannya, berbagai kasus berhasil diungkap. Pemberantasan narkotika menjadi salah satu perhatian utama, dengan ratusan perkara dan tersangka berhasil diungkap. Namun, angka-angka itu bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Ia juga memberi perhatian pada perlindungan perempuan dan anak, memperkuat pelayanan publik, serta mendorong hadirnya polisi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Baca juga :  Rokok Bodong Beredar Bebas di Sumenep, Satpol PP Diminta Tidak Berpangku Tangan

Pengalaman itu kemudian membawanya ke Polda Metro Jaya sebagai Wadirlantas. Bertugas di ibu kota tentu menghadirkan tantangan yang berbeda. Ritme kerja lebih cepat, persoalan lebih kompleks, dan keputusan harus diambil dalam hitungan waktu. Pengalaman tersebut semakin mematangkan kepemimpinannya sebelum kembali dipercaya memimpin kewilayahan.

Kini, estafet pengabdian itu berlanjut di Sumenep. Bagi sebagian orang, jabatan Kapolresta pertama mungkin hanya sebuah catatan sejarah. Namun, bagi Ariek, amanah itu memiliki makna yang lebih dalam. Ia memimpin daerah yang ternyata juga menjadi bagian dari akar keluarganya.

Baca juga :  HUT ke-77 Bhayangkara, TNI-Polri Solid Ayomi Masyarakat dan Jaga NKRI

Barangkali itulah sebabnya, Sumenep bukan sekadar tempat bertugas. Ada ruang emosional yang ikut terisi setiap kali ia menatap bumi Madura dari balik seragam yang dikenakannya.

Di tengah tantangan menjaga keamanan wilayah kepulauan yang luas, Ariek membawa prinsip yang sederhana: jabatan bukan tujuan akhir. Pengabdianlah yang menjadi orientasi. Filosofi itu pula yang terus ia pegang selama bertugas, dari Cirebon, Subang, Jakarta, hingga akhirnya menjejakkan langkah di Sumenep.

Perjalanan panjang itu akhirnya seperti membentuk sebuah lingkaran. Berangkat dari berbagai penugasan di sejumlah daerah, lalu berlabuh di tanah yang menyimpan jejak leluhurnya sendiri.

Sebuah perjalanan karier yang bukan sekadar berpindah tempat, tetapi juga tentang kembali pulang, membawa pengalaman, dedikasi, dan harapan untuk membangun rasa aman bagi masyarakat Sumenep. (nda)

Berita Terkait

Peduli Lingkungan, Lakpesdam PCNU Sumenep Gelar Halaqah dan Deklarasi Lintas Sektor
PAN Klaim Partai Anak Nahdliyin, GP Ansor Sumenep Minta Presiden Evaluasi hingga Copot Menteri Desa
Pulau Saobi Gelap Gulita Akibat PLTS Tak Beroperasi Normal, Nelayan hingga Siswa Terdampak
Gagahi Perempuan 17 Tahun, Polresta Sumenep Tangkap Pria 41 Tahun 
Pertamina Urat Nadi Kehidupan Warga Kepulauan
Geger! Warga Batang-Batang Sumenep Temukan Mayat Perempuan Terbakar di Tegalan
311 Pil Y Diamankan di Gapura Sumenep, Polisi Ungkap Dugaan Peredaran Okerbaya
Refleksi Maulid Nabi, Rektor UIM Ajak Civitas Akademika Teladani Akhlak Rasulullah

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 08:52 WIB

Peduli Lingkungan, Lakpesdam PCNU Sumenep Gelar Halaqah dan Deklarasi Lintas Sektor

Senin, 7 September 2026 - 04:57 WIB

PAN Klaim Partai Anak Nahdliyin, GP Ansor Sumenep Minta Presiden Evaluasi hingga Copot Menteri Desa

Rabu, 2 September 2026 - 15:28 WIB

Pulau Saobi Gelap Gulita Akibat PLTS Tak Beroperasi Normal, Nelayan hingga Siswa Terdampak

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:39 WIB

Gagahi Perempuan 17 Tahun, Polresta Sumenep Tangkap Pria 41 Tahun 

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 02:46 WIB

Pertamina Urat Nadi Kehidupan Warga Kepulauan

Berita Terbaru

Opini

Imajinasi Pemekaran Kabupaten Kepulauan Kangean

Sabtu, 19 Sep 2026 - 09:55 WIB