SURABAYA || KLIKMADURA – Persebaya Surabaya terus mematangkan persiapan menghadapi Liga 1 musim ini. Klub berjuluk Bajul Ijo tersebut mengoptimalkan strategi, kebugaran, hingga pengembangan pemain untuk menjaga peluang meraih prestasi terbaik.
Wakil Direktur Persebaya Surabaya, Nanang Priyanto mengatakan, meski saat ini Persebaya baru mengoleksi empat poin, peluang untuk mengumpulkan poin masih terbuka lebar. Terlebih, kompetisi baru memasuki pertandingan kedua.
“Peluang untuk menang masih banyak, ini masih pertandingan kedua,” ujarnya saat konferensi pers bersama awak media di Amaris Hotel Margorejo, Surabaya, Jumat (18/9/2026).
Menurut Nanang, Persebaya tidak ingin cepat berpuas diri dengan hasil yang telah diraih. Performa dan kedisiplinan pemain dalam menjalani latihan terus ditingkatkan sebagai bagian dari persiapan menghadapi pertandingan berikutnya.
Persebaya juga mengandalkan sistem sport science untuk mendukung performa pemain. Sistem tersebut digunakan untuk meningkatkan kebugaran, massa otot, mengoptimalkan performa, sekaligus membantu mencegah cedera pemain.
Nanang menyebut Persebaya menjadi tim pertama di Indonesia yang tidak sekadar menggunakan, tetapi juga memiliki sistem sport science sendiri untuk memantau kondisi fisik para pemain.
“Dan ini kami menjadi tim pertama di Indonesia yang bukan sekadar memakai, namun juga memiliki sistem sport science untuk memantau kebugaran fisik para pemain,” ungkap Nanang.
Dari komposisi skuad, Persebaya memiliki kuota pemain asing yang lebih besar dibandingkan pemain lokal. Nanang mengatakan, pelatih Bernardo Tavares juga berupaya mengombinasikan pemain lama dan pemain baru dalam membangun kekuatan tim.
Saat ini, pemain lama yang masih bertahan disebut tersisa tiga orang. Komposisi tersebut kemudian dipadukan dengan pemain baru untuk membentuk skuad yang kompetitif.
Selain mengandalkan skuad utama, Persebaya juga terus melakukan pembinaan pemain muda. Salah satunya melalui Liga Persebaya yang melibatkan 20 klub pada kelompok usia U-13, U-15, dan U-17.
“Kompetisi itu kami gelar setiap tahun,” terangnya.
Pengembangan pemain tidak hanya dilakukan dari sisi teknik dan taktik. Persebaya juga memberikan perhatian terhadap kesehatan dan kebutuhan nutrisi pemain melalui kerja sama dengan Mayapada Hospital.
Nanang menyebut terdapat 20 dokter spesialis yang menangani kebutuhan kesehatan para pemain. Selain itu, Persebaya juga memiliki koki khusus yang berkolaborasi dengan pelatih untuk menentukan kebutuhan nutrisi pemain selama menjalani latihan.
“Kami juga memiliki chef sendiri yang berkolaborasi dengan pelatih perihal takaran karbohidrat, protein juga kalori untuk masa-masa berlatih,” pungkasnya. (enk/nda)














