Puluhan Warga Pamekasan Terjangkit HIV/AIDS, MUI Dorong Regulasi Khusus dan Gerakan Kolektif Pencegahan

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi Fatwa MUI Pamekasan, RKH. Abdul Hannan Tibyan. (DOK. KLIKMADURA)

Ketua Komisi Fatwa MUI Pamekasan, RKH. Abdul Hannan Tibyan. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Meningkatnya jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pamekasan menjadi perhatian berbagai pihak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan menilai diperlukan regulasi khusus untuk memperkuat upaya pencegahan terhadap perilaku berisiko yang dapat memicu penularan HIV/AIDS.

Berdasarkan data yang dihimpun, sejak Januari hingga Juli 2026 tercatat sebanyak 38 kasus HIV/AIDS. Sementara itu, sepanjang tahun 2025 jumlah kasus mencapai 89 orang.

Ketua Komisi Fatwa MUI Pamekasan, RKH. Abdul Hannan Tibyan, mengatakan HIV/AIDS merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui berbagai jalur.

Dalam pandangan Islam, ia menyoroti hubungan seksual yang tidak dibenarkan sebagai salah satu perilaku yang harus dicegah.

Baca juga :  Ketua Yayasan Mangkir, Komisi IV DPRD Pamekasan Segera Datangi Al-Uswah

“Kalau menurut kami regulasi khusus itu tentu perlu. Sehingga apabila didukung oleh regulasi tidak hanya sebatas bisa dilakukan secara normatif tetapi juga hukum positif, di samping hal itu merupakan tuntunan agama,” ungkapnya.

Menurut Abdul Hannan, regulasi tersebut dapat mengatur langkah pembinaan terhadap pelanggaran, kemudian disertai peningkatan sanksi apabila tidak menimbulkan efek jera.

Namun, ia menegaskan bahwa pendekatan tersebut harus dibarengi dengan upaya edukasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Ia menilai lembaga pendidikan, baik sekolah negeri, swasta maupun pondok pesantren, perlu menjadi garda terdepan dalam memberikan pendidikan moral, kesehatan, dan pencegahan penyakit menular.

Baca juga :  Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026

Selain itu, keterlibatan tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama juga dinilai penting. Menurutnya, persoalan HIV/AIDS bukan hanya isu keagamaan, melainkan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kerja sama semua pihak.

“Iya betul harus ada upaya kolektif, karena ini menyangkut kemanusiaan. Bukan tentang agama lagi,” ujarnya.

Abdul Hannan berharap pemerintah daerah, para orang tua, ulama, tenaga pendidik, serta seluruh tokoh masyarakat dapat bersinergi menekan angka penularan HIV/AIDS di Pamekasan sehingga generasi muda dapat terlindungi dari penyakit tersebut.

“Semoga kita semua bisa terlindungi dari hal-hal seperti itu. Ketakwaan dan keimanan di diri kita semoga tetap dijaga oleh Allah SWT,” tandasnya. (enk/nda)

Baca juga :  Melawan Cuaca Ekstrem Yaman, Abdul Haq Pemuda Pamekasan Berhasil Lulus dari Universitas Al-Ahgaff

Berita Terkait

Raperda Pemdes Mulai Dibahas, DPRD Pamekasan Bentuk Pansus
Di Hadapan Ratusan Mahasiswa Baru, Rektor UIM Sebut Ilmu Tanpa Adab Tak Cukup
PKKMB Visioner 2026, Ratusan Mahasiswa Baru UIM Didorong Jadi Generasi Berilmu dan Beradab
Perda Pertanggungjawaban APBD Pamekasan Tahun 2025 Resmi Ditetapkan, Sejumlah Catatan Jadi Evaluasi
Harga Tembakau Turun, DPRD Pamekasan Ingatkan Pengusaha Soal BPP
Edy Gelora Nilai BPS Terlalu Kaku Menilai Aset Fisik, Minta Jalur Sanggah DTSEN Diperkuat
KOHATI Pamekasan Gembleng Kader Jadi Pemimpin Andal Lewat Public Speaking Class
Dua Ahli Waris Lahan TK ABA IV Pamekasan Penuhi Panggilan Polres, Sampaikan Kesaksian Dumas ke Polda Jatim

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 13:18 WIB

Raperda Pemdes Mulai Dibahas, DPRD Pamekasan Bentuk Pansus

Selasa, 8 September 2026 - 10:39 WIB

Di Hadapan Ratusan Mahasiswa Baru, Rektor UIM Sebut Ilmu Tanpa Adab Tak Cukup

Selasa, 8 September 2026 - 10:36 WIB

PKKMB Visioner 2026, Ratusan Mahasiswa Baru UIM Didorong Jadi Generasi Berilmu dan Beradab

Senin, 7 September 2026 - 10:40 WIB

Harga Tembakau Turun, DPRD Pamekasan Ingatkan Pengusaha Soal BPP

Senin, 7 September 2026 - 01:08 WIB

Edy Gelora Nilai BPS Terlalu Kaku Menilai Aset Fisik, Minta Jalur Sanggah DTSEN Diperkuat

Berita Terbaru