Kasus Perundungan SMPN 2 Pademawu Naik Tahap Penyidikan, Polres Belum Tetapkan Tersangka

- Jurnalis

Kamis, 14 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JALANI PROSES HUKUM: Ibu korban dan pelapor berada di halaman Polres Pamekasan. (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA)

JALANI PROSES HUKUM: Ibu korban dan pelapor berada di halaman Polres Pamekasan. (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kasus perundungan di SMPN 2 Pademawu, Pamekasan, memasuki babak baru. Polres Pamekasan kini menaikkan status perkara tersebut ke tahap penyidikan.

Kasi Humas Polres Pamekasan AKP Jupriadi menegaskan, penanganan perkara berjalan sesuai prosedur.

Setelah Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) memeriksa saksi-saksi, pelapor, dan terlapor, penyelidikan dilanjutkan ke tahap penyidikan.

“Iya benar sudah di tahap penyidikan dan sebelumnya saksi-saksi, pelapor juga terlapor sudah dimintai keterangan,” ujarnya.

Menurut Jupriadi, Unit PPA akan memproses kasus tersebut hingga tuntas. Tahap selanjutnya menunggu arahan pimpinan, mengingat perkara tersebut melibatkan anak di bawah umur.

Baca juga :  PW Ansor Jatim Soroti Maraknya Tambang Galian C Ilegal di Madura

“Menunggu kelanjutannya saja, karena masih proses penyidikan juga,” tambahnya.

Di sisi lain, ibu korban bersikeras melanjutkan perkara hingga selesai. Ia menolak berdamai dengan pihak terlapor.

“Kami tidak mau damai, bukan hanya trauma fisik yang dialami anak saya, tapi juga psikis akibat beberapa intimidasi dari P,” tegasnya.

Kasus tersebut terjadi Selasa (15/7/2025). Korban berinisial S diduga dipukul P saat berada di sekolah.

Peristiwa itu baru diketahui keluarga pada Jumat (8/8/2025), sebelum akhirnya dilaporkan ke Polres Pamekasan. (enk/nda)

Berita Terkait

UNIRA Raih Hibah Program Kampus Berdampak Rp2 Miliar, Rektor Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
849 Mahasiswa Diwisuda, Rektor UNIRA Minta Para Sarjana Harus Berdampak bagi Masyarakat
Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, PCNU Pamekasan Apresiasi Penutupan Sejumlah Tempat Hiburan
HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi
Sarungan di Kampus, UIM Teguhkan Identitas Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045
Wajibkan Bahasa Madura Diajarkan di Sekolah, Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jatim
Dishub Pamekasan Usulkan Rp 1,2 Miliar untuk Pengadaan PJU di Empat Titik
Investor Bisa Berpikir Ulang ke Pamekasan, HIPMI Buka Suara Soal Pembongkaran Indomaret

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 03:17 WIB

UNIRA Raih Hibah Program Kampus Berdampak Rp2 Miliar, Rektor Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:32 WIB

849 Mahasiswa Diwisuda, Rektor UNIRA Minta Para Sarjana Harus Berdampak bagi Masyarakat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, PCNU Pamekasan Apresiasi Penutupan Sejumlah Tempat Hiburan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:18 WIB

HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Sarungan di Kampus, UIM Teguhkan Identitas Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru