Bakal Panggil OPD Usai Penggeledahan Kejari, Bupati Kholilurrahman: Barangkali Ada Celah untuk Menyelamatkan

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman saat diwawancarai awak media. (MOH. IQBALUL KHAVEI / KLIKMADURA)

Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman saat diwawancarai awak media. (MOH. IQBALUL KHAVEI / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan dalam penyidikan dugaan korupsi proyek peningkatan jalan Telaga–Bulangan Barat mendapat perhatian serius dari Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman.

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan itu mengaku akan segera memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan dengan proyek tersebut.

Langkah itu dilakukan untuk memperoleh penjelasan secara menyeluruh mengenai persoalan yang sedang ditangani aparat penegak hukum.

Menurut Kholilurrahman, setelah mendengarkan penjelasan dari OPD terkait, bukan tidak mungkin masih terdapat ruang penyelesaian terhadap persoalan yang ada.

Baca juga :  Dua Tokoh Beri Kesaksian Meringankan Bagi Terdakwa Kasus Pilkades Gugul Pamekasan

“Ketika nanti ketemu barangkali ada celah untuk menyelamatkan itu,” katanya, Kamis (6/8/2026).

Mantan anggota DPR RI tersebut menilai penggeledahan yang dilakukan Kejari merupakan bagian dari mekanisme penyidikan untuk mengumpulkan alat bukti sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

“Penggeledahan itu dalam rangka menentukan sikap Kejari dari hasil penindakan. Ketika ditemukan bukti baru tentunya akan dilakukan tindakan lebih jauh pada tahapan selanjutnya,” ujarnya.

Meski demikian, Kholilurrahman menegaskan Pemerintah Kabupaten Pamekasan tidak akan mencampuri proses hukum yang menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Apabila penyidikan berkembang hingga penetapan tersangka, seluruh proses sepenuhnya menjadi ranah Kejari.

Baca juga :  Diterjang Hujan Deras, Rumah Warga Desa Ragang Terendam Banjir 

“Kalau sudah penetapan tersangka, itu merupakan wilayah penegak hukum. Kami tidak punya wewenang untuk mengintervensi,” tandasnya.

Sebelumnya, Kejari Pamekasan melakukan penggeledahan di sejumlah kantor pemerintahan sebagai bagian dari penyidikan dugaan korupsi proyek peningkatan jalan Telaga–Bulangan Barat.

Penggeledahan tersebut dilakukan untuk mencari dan mengamankan dokumen maupun barang bukti yang berkaitan dengan perkara. (ibl/nda)

Berita Terkait

Daul Semut Ireng Gelorakan Musik Tradisional Khas Pamekasan, Gaungnya Sampai ke Istana Negara
Tak Terima Dituding Seperti Kaum Nabi Luth, Warga Pamekasan Tempuh Jalur Hukum
Kemenbud Tetapkan Musik Daul sebagai Warisan Budaya Takbenda Milik Pamekasan
Harga Tembakau Turun, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Pertanyakan Klaim Overstock Gudang
Razia Blok Hunian Lapas Narkotika Pamekasan, 13 Petugas dan 40 Warga Binaan Jalani Tes Urine
Pendapatan Naik Rp63,8 Miliar, Pemkab Pamekasan Ajukan Perubahan APBD 2026
Disdikbud Pamekasan Evaluasi Pengelolaan Dana BOS, Buntut Keluhan Wali Murid SDN Jambringin 2
Kemarau Panjang dan Sejumlah Desa Dilanda Kekeringan, Lapas Narkotika Pamekasan Gelar Shalat Istisqa

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 09:32 WIB

Daul Semut Ireng Gelorakan Musik Tradisional Khas Pamekasan, Gaungnya Sampai ke Istana Negara

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Tak Terima Dituding Seperti Kaum Nabi Luth, Warga Pamekasan Tempuh Jalur Hukum

Selasa, 22 September 2026 - 07:37 WIB

Harga Tembakau Turun, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Pertanyakan Klaim Overstock Gudang

Selasa, 22 September 2026 - 05:02 WIB

Razia Blok Hunian Lapas Narkotika Pamekasan, 13 Petugas dan 40 Warga Binaan Jalani Tes Urine

Senin, 21 September 2026 - 11:20 WIB

Pendapatan Naik Rp63,8 Miliar, Pemkab Pamekasan Ajukan Perubahan APBD 2026

Berita Terbaru