Kemenbud Tetapkan Musik Daul sebagai Warisan Budaya Takbenda Milik Pamekasan

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dekor Daul Semut Ireng saat tampil dalam pertunjukan musik daul. (TANGKAPAN LAYAR)

Dekor Daul Semut Ireng saat tampil dalam pertunjukan musik daul. (TANGKAPAN LAYAR)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Musik daul resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) milik Kabupaten Pamekasan oleh Kementerian Kebudayaan RI. Penetapan tersebut berlangsung pada Jumat (4/9/2026) setelah melalui proses pengajuan dan penilaian yang cukup panjang.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Pamekasan Hairul Saleh mengatakan, proses pengajuan musik daul sebagai WBTB telah dilakukan sejak 2025. Sejumlah instrumen harus dilengkapi, mulai dari kajian akademik, karakteristik alat musik tradisional hingga rekam jejak pertunjukan daul di Pamekasan maupun di luar Pulau Madura.

“Untuk kajian akademiknya itu biasanya dilakukan oleh teman-teman mahasiswa yang mengambil program pendidikan magister hingga doktoral, dan itu biasanya yang memang terjun di dunia kesenian dan budaya. Kalau dari Pamekasan sendiri ada Unira, kemudian di luar Madura ada Unesa, IKIP Yogyakarta, dan sebagainya. Sehingga itu menjadi nilai plus nya,” jelasnya melalui sambungan telepon, Senin (21/9/2026).

Baca juga :  Ulah Mafia Diduga Jadi Pemicu Kelangkaan Solar di Pamekasan, Aktivis hingga Nelayan Bakal Turun Jalan

Menurut Hairul, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Bidang Kebudayaan Disdikbud Pamekasan dan para pelaku seni, khususnya seniman daul. Dalam proses penilaian WBTB, Daul Semut Ireng menjadi salah satu contoh yang ditampilkan.

Kelompok daul yang berada di Kelurahan Parteker, Pamekasan, tersebut dinilai memiliki keberanian dalam mengembangkan sekaligus mengolaborasikan berbagai alat musik.

Hairul menjelaskan, salah satu ciri khas musik daul Pamekasan terletak pada alat musik kentongan yang digunakan. Kentongan tersebut tidak dibuat dari bambu sebagaimana umumnya, tetapi menggunakan kayu sehingga menghasilkan karakter suara tersendiri.

Baca juga :  Modal Macet, Distribusi MBG di Pamekasan Mandek

“Dan sekarang daul-daul di Pamekasan itu banyak yang sudah melakukan kolaborasi dengan alat musik modern. Tidak apa-apa asalkan unsur tradisionalnya jangan sampai dihilangkan,” tegasnya.

Untuk menjaga keberlangsungan musik daul, Disdikbud Pamekasan juga mendorong lembaga pendidikan mulai jenjang SD hingga SMP menjadikan daul sebagai salah satu pilihan kegiatan ekstrakurikuler.

Langkah tersebut dilakukan agar proses pembinaan berlangsung secara terstruktur sekaligus memastikan kesenian musik daul tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pembina Daul Semut Ireng Pamekasan Hannan Thahir mengaku senang dan bangga atas ditetapkannya musik daul sebagai WBTB milik Kabupaten Pamekasan.

Baca juga :  Ketua DPRD Pamekasan Soroti Tingginya Angka Kematian Ibu dan Anak, Bakal Panggil Semua Faskes

Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi salah satu impian dalam upaya melestarikan kesenian dan kebudayaan daerah melalui musik tradisional Pamekasan.

“Tentu kami sangat bangga, karena yang awalnya daul itu di tahun 70-an untuk membanggakan sahur di bulan Ramadan, kini menjadi warisan budaya,” tandasnya.

Penetapan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan pelaku seni untuk terus menjaga keberadaan musik daul. Pengembangan melalui kolaborasi dengan unsur musik modern dapat dilakukan, dengan tetap mempertahankan karakter dan unsur tradisional yang menjadi identitas musik daul Pamekasan. (enk/nda)

Berita Terkait

Disdikbud Pamekasan Terjunkan Tim Khusus, Buntut Ketua Yayasan Al-Uswah Sebut Jurnalis “Bodrex”
Peringati HLN ke-81, YBM PLN UP3 Madura Gelar Khitanan Gratis bagi 200 Anak Duafa
Polres Pamekasan segera Gelar Perkara Kasus Pengancaman dan Perusakan di Plakpak
Tokoh Pendidikan Australia Sambangi SDN Kowel 3, Kadisdikbud Pamekasan Sebut Bahasa Inggris Jembatan Menuju Dunia
Kuliah di Gedung Dewan, Ratusan Mahasiswa UIN Madura Diajak Kritis Mengawal Kebijakan
Peringati HKN ke-62, Puskesmas Pademawu Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mental
Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan Jadi Sorotan, Sebut Istilah “Bodrex” Tak Pantas Keluar Dari Pimpinan Lembaga Pendidikan Islam
Harjad ke-496 Pamekasan, Bang Ali BIP Serukan Persatuan dan Kepedulian Sosial

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 10:39 WIB

Disdikbud Pamekasan Terjunkan Tim Khusus, Buntut Ketua Yayasan Al-Uswah Sebut Jurnalis “Bodrex”

Sabtu, 7 November 2026 - 08:26 WIB

Peringati HLN ke-81, YBM PLN UP3 Madura Gelar Khitanan Gratis bagi 200 Anak Duafa

Kamis, 5 November 2026 - 09:05 WIB

Polres Pamekasan segera Gelar Perkara Kasus Pengancaman dan Perusakan di Plakpak

Rabu, 4 November 2026 - 13:00 WIB

Tokoh Pendidikan Australia Sambangi SDN Kowel 3, Kadisdikbud Pamekasan Sebut Bahasa Inggris Jembatan Menuju Dunia

Rabu, 4 November 2026 - 11:50 WIB

Kuliah di Gedung Dewan, Ratusan Mahasiswa UIN Madura Diajak Kritis Mengawal Kebijakan

Berita Terbaru