PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kelangkaan solar di Kabupaten Pamekasan memicu keresahan masyarakat. Aktivis, nelayan, hingga petani menduga permainan mafia menjadi biang minimnya ketersediaan solar subsidi itu.
Aktivis Formaasi, Iklal mengungkapkan, persoalan kelangkaan solar ini bukan lagi sekadar isu teknis distribusi. Ia menilai ada indikasi kuat praktik mafia yang secara terstruktur bermain di balik keterbatasan solar subsidi di Pamekasan.
Menurutnya, hasil penelusuran lapangan menunjukkan berbagai modus kecurangan. Mulai dari dugaan jual-beli rekomendasi pembelian solar hingga pengalihan jatah solar yang seharusnya diterima nelayan dan petani, tetapi dialihkan untuk kepentingan lain.
“Solar subsidi ini hak masyarakat kecil. Tapi kenyataannya, diduga kuat ada jual-beli rekomendasi dan pengalihan penggunaan. Ini bukan kesalahan teknis, ini permainan,” tegas Iklal kepada Klikmadura.com.
Dampak dari permainan tersebut sangat terasa. Banyak nelayan terpaksa mengurangi aktivitas melaut karena tidak mendapatkan solar. Petani pun ikut terpukul karena tidak bisa mengoperasikan mesin pertanian.
Iklal menegaskan, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Ia bersama kelompok nelayan dan petani berencana menggelar aksi turun jalan pekan depan. Surat pemberitahuan aksi disebut sudah masuk ke beberapa pihak terkait.
“Kami sudah siapkan aksi. Tujuannya untuk menuntut pemerintah bertindak dan mengembalikan solar subsidi kepada yang berhak. Kami akan kawal persoalan ini sampai tuntas,” tegasnya.
Aksi tersebut rencananya digelar di dinas terkait. Massa juga akan menyampaikan aspirasi mereka langsung kepada Bupati Pamekasan terkait dugaan kuat adanya permainan mafia dalam pendistribusian solar subsidi.
Iklal bahkan menegaskan, jika dugaan mafia ini benar adanya, pihaknya mendorong agar persoalan tersebut diproses oleh aparat penegak hukum.
Mengingat solar merupakan barang subsidi pemerintah, praktik semacam itu tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga dapat dikategorikan sebagai tindak pidana..
“Jika dugaan mafia ini terbukti, harus diproses hukum. Jangan sampai rakyat kecil terus jadi korban sementara oknum-oknum tertentu menikmati keuntungan,” tegas aktivis tersebut.
Ia berharap, setelah persoalan ini diusut hingga akar-akarnya, distribusi solar di Pamekasan kembali normal. Serta, benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang berhak. (nda)














