PAMEKASAN || KLIKMADURA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan kembali menyiapkan program beasiswa bagi siswa kurang mampu.
Tahun ini, sebanyak 1.000 murid SMP direncanakan menerima bantuan pendidikan melalui program Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM).
Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Pamekasan menekan angka putus sekolah sekaligus membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.
Kepala Disdikbud Pamekasan Basri Yulianto melalui Kabid Pembinaan SMP Ridwan mengatakan, setiap siswa penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 500 ribu.
“Tidak ada tingkatan khususnya, yang penting sesuai Perbup 33 Tahun 2022 dan Perbup 42 Tahun 2023,” ujarnya.
Ridwan menjelaskan, syarat utama penerima bantuan adalah siswa dari keluarga tidak mampu dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu.
Selain itu, penerima wajib merupakan warga asli Kabupaten Pamekasan. Artinya, siswa yang bersekolah di Pamekasan tetapi memiliki kartu keluarga dari luar daerah tidak bisa menerima bantuan tersebut.
“Yang terpenting murid asli Pamekasan,” katanya.
Untuk pelaksanaan program, Disdikbud masih menunggu penetapan anggaran melalui peraturan bupati. Karena itu, belum ada target pasti kapan bantuan mulai direalisasikan.
Meski demikian, pihaknya memastikan program tersebut tetap diupayakan agar tidak gagal terlaksana tahun ini.
“Nanti sekolah yang mengajukan, karena sekolah yang paling tahu siapa murid yang layak menerima,” jelasnya.
Program BKSM tersebut menyasar seluruh SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Pamekasan. Program itu sebelumnya terakhir dilaksanakan pada 2024 dan kembali dihadirkan tahun ini.
Disdikbud berharap program beasiswa tersebut dapat membantu siswa kurang mampu agar tetap bertahan di bangku sekolah dan tidak putus pendidikan karena persoalan ekonomi.
“Harapan kami beasiswa ini benar-benar bermanfaat bagi siswa. Anak-anak tidak mampu tetap bisa melanjutkan sekolah,” tandas Ridwan. (enk/nda)













