PAMEKASAN || KLIKMADURA – Komitmen menjaga lingkungan pesisir terus ditunjukkan Perum Perhutani KPH Madura. Bersama LMDH Sumber Barokah, Perhutani kembali menanam ribuan pohon mangrove serta menebar ratusan ribu benih ikan bandeng di Dusun Trakem, Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Tujuannya adalah menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan perekonomian nelayan dan masyarakat sekitar.
Kepala Perhutani KPH Madura, Bima Andrayuwana, mengatakan bahwa penanaman mangrove dan penebaran benih bandeng telah dimulai sejak tahun lalu dan kini memasuki tahun kedua. Program tersebut difokuskan pada pemulihan dan perawatan ekosistem mangrove.
“Penanaman mangrove dan penebaran benih bandeng dilakukan secara bertahap, tidak hanya sekali. Tahun ini sudah dua tahap penebaran benih bandeng, masing-masing 100 ribu ekor. Ini merupakan bentuk komitmen bersama antara Perhutani dan masyarakat dalam menjaga hutan mangrove,” ujarnya.
Bima menjelaskan, mangrove memiliki banyak manfaat bagi lingkungan. Selain mampu menyerap karbon dalam jumlah besar, akar mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya untuk hidup dan berkembang biak.
Sementara itu, penebaran benih ikan bandeng dinilai memberikan manfaat ekonomi. Bandeng merupakan ikan yang relatif mudah dibudidayakan dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi.
“Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan pesisir. Jika dilakukan bersama-sama, upaya ini bisa berjalan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Ketua LMDH Sumber Barokah, Rahem, menyampaikan bahwa total benih bandeng yang telah ditebar hingga saat ini mencapai 200 ribu ekor.
Adapun jumlah bibit mangrove yang telah ditanam sekitar 30 ribu batang, dengan luas kawasan mangrove kurang lebih 102,10 hektare pada petak 64.
“Benih bandeng yang telah ditebar mencapai 200 ribu ekor, dan ke depan akan ditambah sekitar 100 ribu ekor lagi. Kami berharap lingkungan pesisir tetap terjaga dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Kepala Bidang Hukum dan HAM KNPI Jawa Timur, Nur Faisal, turut hadir dan memberikan apresiasi. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus dukungan terhadap kehidupan nelayan.
“Jika lingkungannya terjaga, nelayan juga akan lebih sejahtera. Kegiatan seperti ini patut dijadikan contoh karena melibatkan pemerintah, masyarakat, dan pemuda,” tandasnya. (ibl/nda)













