BANGKALAN || KLIKMADURA – Komitmen mendorong lahirnya inovasi pendidikan terus ditunjukkan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMADIDAS) STKIP PGRI Bangkalan.
Melalui PGSD Festival 2026, mereka tidak sekadar menggelar ajang lomba, tetapi membangun ruang tumbuh bagi calon pendidik dan generasi muda.
Kegiatan tersebut berlangsung mulai 27 April hingga 18 Mei 2026 di lingkungan kampus STKIP PGRI Bangkalan. Pesertanya tidak hanya mahasiswa PGSD angkatan aktif dan alumni, tetapi juga melibatkan siswa sekolah dasar dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Beragam lomba disiapkan untuk mengasah kemampuan akademik dan kreativitas peserta. Mulai dari lomba olimpiade, puisi, video media pembelajaran, hingga lomba mewarnai. Seluruh rangkaian dirancang sebagai wadah eksplorasi ide sekaligus penguatan kompetensi di bidang pendidikan dasar.
Agenda diawali dengan pembukaan dan seminar nasional sebagai pengantar gagasan besar festival. Setelah itu, rangkaian lomba digelar secara bertahap hingga mencapai puncak acara penutupan pada 18 Mei mendatang.
Ketua Pelaksana PGSD Festival 2026, Husnil menegaskan, kegiatan tersebut memiliki visi jangka panjang. Menurutnya, festival ini harus berkembang menjadi ruang strategis lahirnya inovasi pendidikan, bukan sekadar kompetisi seremonial.
“PGSD Festival ke depan harus menjadi episentrum inovasi pendidikan. Tempat ide-ide segar diuji, mental pembelajar dibentuk, dan dampaknya benar-benar dirasakan hingga ke ruang kelas,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan kegiatan tidak diukur dari kemeriahan acara semata. Lebih dari itu, dampak nyata terhadap dunia pendidikan menjadi indikator utama.
“Kesuksesan bukan soal tepuk tangan hari ini, tetapi perubahan apa yang bisa kita bawa untuk pendidikan Indonesia ke depan,” tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, alumni, dan siswa sekolah dasar, PGSD Festival 2026 diharapkan mampu melahirkan metode dan gagasan baru.
Tidak berhenti di panggung lomba, tetapi berlanjut menjadi kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dasar, khususnya di Jawa Timur. (fit/nda)













